MerahPutih Nasional - Nama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dicatut oleh seseorang tak dikenal. Modusnya menawarkan jabatan baik di berbagai lembaga pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg), Bey Machmudin kepada wartawan. Menurut Bey, Mensesneg dan seluruh jajarannya tidak pernah menawarkan jabatan atau penawaran apapun di luar ketentuan perundang-undangan.
“Pelaku mencatut nama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Masyarakat harap berhati-hati dan selalu melakukan pengecekan ulang bila mengetahui ada tawaran jabatan, apalagi yang menuntut pemberian imbalan," katanya di Jakarta, Selasa (8/3) siang.
Saat ini kasus pencatutan nama Mensesneg sudah ditangani polisi. Masyarakat diimbau untuk melaporkan kepada yang berwajib apabila mengetahui ada tindak kejahatan penipuan tersebut di atas.
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Kemensetneg itu juga menambahkan, selain upaya pencatutan nama dan penipuan yang mengatasnamakan Mensesneg juga terjadi upaya serupa dengan mengatasnamakan Staf Khusus Presiden.
Bey menegaskan, hingga saat ini Presiden RI hanya mempunyai empat orang Staf Khusus yakni Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, Lenis Kogoya, dan Johan Budi.
“Jika ada oknum yang mengaku-ngaku sebagai Staf Khusus Presiden selain empat pejabat tersebut, kami mohon bantuan masyarakat untuk melaporkannya kepada pihak berwajib,” pintanya.
BACA JUGA:
- Pesan Presiden Jokowi Kepada Ditjen Pajak Baru
- Dua Alasan Reshuffle Kabinet Mendesak Dilakukan
- Sambut Hari Perempuan Internasional, Jokowi Tegaskan Perempuan Adalah Tiang Negara
- RJ Lino Dicopot dari Dirut PT Pelindo II
- Tiga Tokoh Perempuan Indonesia Ini Mendorong Perubahan