Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Museum Louvre Tutup, Staf Kelelahan di Tengah Badai Overtourism Global

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 17 Juni 2025
Museum Louvre Tutup, Staf Kelelahan di Tengah Badai Overtourism Global

Museum Louvre di Prancis tutup karena kekurangan staf.(foto: pexels-pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — MUSEUM Louvre, rumah bagi lukisan Mona Lisa nan terkenal, tetap tertutup pada Senin (16/6). Turis memenuhi plaza, tiket di tangan, tanpa kejelasan mengapa museum paling terkenal di dunia tiba-tiba berhenti beroperasi.

Tak ada perang ataupun teror yang menyebabkan penutupan museum ini. Namun, penutupan disebabkan para staf museum kelelahan. Mereka menyebut museum paling banyak dikunjungi di dunia dan simbol global seni, keindahan, serta ketahanan ini tengah runtuh dari dalam.

Meski terlihat seperti protes pekerja, penutupan Museum Louvre lebih besar daripada itu. Tak dimungkiri, situasi penutupan ini nyaris tak bisa dibayangkan. Rumah bagi karya Leonardo da Vinci dan harta karun peradaban selama ribuan tahun justru lumpuh oleh orang-orang yang seharusnya menyambut dunia ke galeri Louvre.

Penutupan Museum Louvre telah menjadi penanda bagi fenomena overtourism global. Saat destinasi wisata populer seperti Venesia hingga Akropolis berusaha membatasi jumlah pengunjung, museum paling ikonis di dunia ini juga tengah menghadapi titik baliknya sendiri. Pemogokan spontan meledak saat pertemuan internal rutin, ketika petugas galeri, agen tiket, dan personel keamanan menolak bekerja sebagai bentuk protes terhadap kerumunan yang tak tertangani, kekurangan staf kronis, dan apa yang disebut salah satu serikat sebagai kondisi kerja yang ‘tak tertahankan’.

“Ini seperti keluhan Mona Lisa. Ribuan orang menunggu, tanpa informasi, tanpa penjelasan. Kurasa bahkan dia pun butuh hari libur,” kata Kevin Ward, 62, turis dari Milwaukee, AS, dikutip The Korea Times. Ia menjadi salah satu dari ribuan pengunjung yang kebingungan dan terjebak dalam antrean tak bergerak di bawah piramida kaca rancangan I.M. Pei.

Baca juga:

J-Hope Kejutkan Penggemar dengan Kolaborasi Bersama Museum Louvre di Paris, Perpaduan Musik dan Sejarah Seni



Penutupan Louvre untuk publik merupakan hal langka. Museum ini pernah ditutup saat perang, pandemi, dan pemogokan staf singkat pada 2019. Namun, belum pernah seperti ini. Gangguan ini muncul hanya beberapa bulan setelah Presiden Emmanuel Macron mengungkap rencana jangka panjang selama satu dekade untuk menyelamatkan Louvre dari masalah yang kini mencuat, seperti kebocoran air, perubahan suhu berbahaya, infrastruktur usang, dan lalu lintas pengunjung jauh di atas kapasitas yang bisa ditangani museum.

Namun, bagi para pekerja di lapangan, masa depan yang dijanjikan terasa begitu jauh. “Kami tidak bisa menunggu enam tahun untuk bantuan. Tim kami berada di bawah tekanan sekarang. Ini bukan hanya tentang karya seni, melainkan tentang orang-orang yang melindunginya,” kata Sarah Sefian dari serikat CGT-Culture.

Pusat perhatian, seperti biasa, ialah Mona Lisa, potret abad ke-16 yang menarik kerumunan modern layaknya jumpa fan selebritas ketimbang pengalaman seni sejati. Sekitar 20.000 orang per hari berdesakan masuk ke Salle des États, ruang terbesar di museum, hanya untuk mengambil swafoto dengan perempuan enigmatis karya Leonardo da Vinci di balik kaca pelindung. Suasananya sering kali bising, berdesakan, dan begitu padat hingga banyak orang nyaris tak melirik mahakarya di sekelilingnya, seperti karya Titian dan Veronese yang sebagian besar diabaikan.

“Kamu tidak melihat lukisan. Kamu hanya lihat ponsel. Siku. Panas. Lalu kamu didorong keluar,” kata Park Ji-Hyun, 28, yang terbang dari Seoul ke Paris.

Rencana Renovasi Mendesak



Rencana renovasi Macron, yang diberi nama Louvre New Renaissance, menjanjikan solusi. Mona Lisa akan mendapatkan ruang khusus sendiri, dengan tiket masuk berdasarkan waktu yang ditentukan. Pintu masuk baru di dekat Sungai Seine juga direncanakan selesai pada 2031 untuk mengurangi tekanan dari pusat piramida yang sudah terlalu padat. “Kondisi penayangan, penjelasan, dan penyajian akan disesuaikan dengan apa yang layak didapat Mona Lisa,” kata Macron pada Januari lalu.

Louvre menyambut 8,7 juta pengunjung tahun lalu — lebih dari dua kali lipat kapasitas infrastruktur yang dirancang. Bahkan dengan batas harian 30.000 pengunjung, menurut para staf, pengalaman tersebut kini menjadi ujian ketahanan harian. Terlebih area istirahat minim, toilet terbatas, dan cuaca musim panas yang diperparah efek rumah kaca dari piramida.

Dalam sebuah memo internal yang bocor, Presiden Louvre Laurence des Cars memperingatkan bagian-bagian bangunan tidak lagi kedap air, fluktuasi suhu membahayakan karya seni tak ternilai, dan bahkan kebutuhan dasar pengunjung, seprti makanan, toilet, dan petunjuk arah, masih jauh dari standar internasional. Ia menggambarkan pengalaman berkunjung sebagai ‘ujian fisik’.

Rencana renovasi penuh, dengan perkiraan biaya 700 jut – 800 juta euro, diperkirakan akan dibiayai melalui pendapatan tiket, donasi swasta, dana negara, dan lisensi dari cabang Louvre di Abu Dhabi. Harga tiket untuk turis non-Uni Eropa diperkirakan akan naik akhir tahun ini. Namun, para pekerja mengatakan kebutuhan mereka jauh lebih mendesak daripada rencana 10 tahun.

Berbeda dengan situs besar lainnya di Paris seperti Katedral Notre-Dame atau museum Centre Pompidou, yang keduanya tengah menjalani restorasi yang didukung pemerintah, Louvre justru masih terkatung-katung. Tak sepenuhnya didanai dan tak sepenuhnya berfungsi.

Presiden Macron, yang menyampaikan pidato kemenangan Pemilu 2017 di Louvre dan menampilkannya selama Olimpiade Paris 2024, telah menjanjikan museum yang lebih aman dan modern pada akhir dekade ini.

Hingga saat itu tiba, harta budaya terbesar Prancis, dan kerumunan pengunjungnya, tetap terjebak di antaranya.(dwi)

Baca juga:

‘Borobudur’ dan ‘Selimut Nusantara’ di Acara L'Indonésie au Carrousel du Louvre Memukau Publik di Paris

#Prancis #Emmanuel Macron #Paris #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Daftar Top Skor Piala Dunia FIFA 2026 Terbaru: Mbappe Teratas, Messi Bidik Hattrick di Final
Daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia FIFA 2026 terbaru. Kylian Mbappe memimpin dengan 10 gol, Lionel Messi masih berpeluang merebut Golden Boot pada laga final melawan Spanyol
ImanK - Minggu, 19 Juli 2026
Daftar Top Skor Piala Dunia FIFA 2026 Terbaru: Mbappe Teratas, Messi Bidik Hattrick di Final
Olahraga
Prancis vs Inggris: Prediksi Pemenang, Head to Head, dan Prakiraan Pemain
Pertemuan terakhir kedua tim pada babak perempat final edisi 2022 berakhir untuk kemenangan Prancis dengan skor tipis 2-1
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 Juli 2026
Prancis vs Inggris: Prediksi Pemenang, Head to Head, dan Prakiraan Pemain
Olahraga
Prancis vs Inggris: Prediksi, Head to Head, dan Peluang Juara Tiga Piala Dunia 2026
Prediksi Prancis vs Inggris pada perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026. Simak analisis kekuatan kedua tim, head to head, dan prediksi skor akhir.
ImanK - Jumat, 17 Juli 2026
Prancis vs Inggris: Prediksi, Head to Head, dan Peluang Juara Tiga Piala Dunia 2026
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Olahraga
Data dan Statistik Prancis vs Spanyol: Redupnya Para Bintang Les Bleus dan Mesin Gol Didier Deschamps Macet Total
Kekalahan menyakitkan ini memaksa Prancis mengubur mimpi mengulangi kejayaan tahun 1998
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Juli 2026
Data dan Statistik Prancis vs Spanyol: Redupnya Para Bintang Les Bleus dan Mesin Gol Didier Deschamps Macet Total
Olahraga
Legenda Manchester United Semprot Lucas Digne Sebagai Bek 'Buta' Karena Tak Tahu Posisi Lamine Yamal
Skuad Prancis mengajukan protes keras karena menilai Lamine Yamal melakukan pelanggaran handball terlebih dahulu sebelum insiden benturan terjadi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Juli 2026
Legenda Manchester United Semprot Lucas Digne Sebagai Bek 'Buta' Karena Tak Tahu Posisi Lamine Yamal
Indonesia
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Bandara Husein Sastranegara Bandung buka rute baru ke Bandar Lampung dan Palembang mulai Agustus 2026. Wings Air melayani penerbangan langsung dengan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Olahraga
Prancis vs Spanyol: Data dan Statistik Gila Lini Serang Les Bleus Siap Bobol Tembok Kokoh La Roja
Dominasi performa Les Bleus terlihat jelas melalui keunggulan statistik atas tim kontestan lain
Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Data dan Statistik Gila Lini Serang Les Bleus Siap Bobol Tembok Kokoh La Roja
Olahraga
Skuad Prancis Kena Serangan Rasis Lagi, Kali Ini dari Eks Perdana Menteri Spanyol
Serangan verbal terhadap anak asuh Didier Deschamps bermula sejak fase gugur babak 32 besar berakhir
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Skuad Prancis Kena Serangan Rasis Lagi, Kali Ini dari Eks Perdana Menteri Spanyol
Indonesia
Duel Taktik Prancis vs Spanyol: Filosofi Relasionisme Melawan Posisional
Kekhawatiran utama staf kepelatihan Prancis terletak pada potensi kalah jumlah pemain pada sektor krusial lini tengah lapangan
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Duel Taktik Prancis vs Spanyol: Filosofi Relasionisme Melawan Posisional
Bagikan