Munculnya Kekebalan Komunitas Bikin Varian Omicron Tidak Seperti Delta
RS COVID-19. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Kasus harian COVID-19 saat ini, lebih tinggi dari puncak kasus harian Delta 2021 lalu. Tetapi, angka keterisian tempat tidur isolasi dan ICU COVID-19 secara nasional masih tetap terjaga.
Kementerian Kesehatan menyebut, kapasitas tempat tidur dan ruang isolasi berada di kisaran 37 persen. Kapasitas tempat tidur ini masih dapat ditingkatkan menjadi 150 ribu tempat tidur isolasi dan ICU jika diperlukan.
Baca Juga:
Tetap Sehat dan Nyaman Beraktivitas di Tengah Varian Omicron
"Kondisi ini sangat jauh berbeda dibanding tahun lalu," ujar Jubir Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan persnya, Senin (21/2).
Ia mengatakan, tingkat vaksinasi COVID-19 yang tinggi, munculnya kekebalan komunitas, semakin pahamnya masyarakat dalam menangani virus COVID-19 membuat dampak omicron tidak terlalu berat dibandingkan varian delta.
Pasien COVID-19 yang bergejala ringan atau tanpa gejala (OTG), diminta tetap melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah atau di isolasi terpusat (isoter).
Kemenkes telah menyediakan layanan konsultasi bersama dokter secara jarak jauh melalui layanan telemedisin. Selain itu, pasien isoman juga akan mendapatkan obat gratis yang diantarkan ke rumah pasien.
Bagi pasien gejala ringan dan OTG yang tidak memiliki ruangan terpisah dan memadai di rumahnya untuk isoman, bisa melakukan isoter di tempat yang sudah disediakan pemerintah.
"Petugas puskesmas ataupun tenaga kesehatan yang bertugas di layanan isoter akan membantu penanganan pasien COVID-19 dengan baik di lokasi isoter nantinya," terang Nadia.
Upaya penguatan lain yang terus dilakukan pemerintah untuk mempertahankan kemampuan pelayanan kesehatan tetap maksimal adalah dengan cara memenuhi kebutuhan oksigen. Tercatat, 10 Provinsi dengan penularan tertinggi sudah memiliki cadangan oksigen yang mampu bertahan lebih dari 48 jam.
Per Minggu (20/2), kasus harian COVID-19 di Indonesia, pada pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 48.484 kasus baru, sehingga total kasus tercatat 5. 197.505 kasus. Sementara, selama 4 hari, sejak Kamis (17/2/2022) hingga Minggu (20/2/2022) kasus positif harian mulai menurun.
Pada Kamis (17/2/2022) kasus positif harian sebesar 63.956 kasus, Jumat (18/2/2022) kasus positif harian COVID-19 sebesar 59.635 kasus, Sabtu (19/2/2022) kasus positif harian COVID-19 sebesar 59.384 kasus, dan Minggu (20/2/2022) kasus positif harian Covid-19 sebesar 48.484 kasus. (Knu)
Baca Juga:
BMKG Bongkar Miskonsepsi Polusi Udara Picu Gelombang Omicron di DKI
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Dilaporkan Selamat
Gempa M 5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali
Hampir Semua Rumah 2 Kampung Tertimbun Longsor Cisarua: 8 Jasad Ditemukan 82 Orang Hilang
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Warga Kota Tangerang Jangan Sampai Lewat, Ada 8 Paket Diskon Pajak PBB-P2 dan BPHTB
Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros, Angkut 11 Orang
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah Sabtu (17/1) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
Persija Resmi Umumkan Bergabungnya Alaeddine Ajaraie, Bomber Asal Maroko, Berharap Akhiri Musim dengan Senyum Bahagia
KPK Periksa Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Terkait Suap Proyek Bekasi
Hasil Super League 2025/2026: Gagal Kalahkan Persik, Persib Tidak Mampu Kembali ke Puncak Klasemen