Muhammadiyah Resmi Dapatkan Izin Pendirian Universitas di Malaysia

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Agustus 2021
Muhammadiyah Resmi Dapatkan Izin Pendirian Universitas di Malaysia

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah. (Foto: UMS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi memperoleh izin mendirikan perguruan tinggi di Malaysia dengan nama Univeristi Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Pendirian kampus di Malaysia, merupakan wujud dari program internasionalisasi Muhammadiyah berdasarkan hasil Muktamar Muhammadiyah 2015.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, izin resmi pendirian UMAM terbit pada 5 Agustus 2021 dari Pemerintah Malaysia melalui Jabatan Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia.

Baca Juga:

Donasi Bodong Rp 2 triliun, PPP Singgung Keteladanan NU dan Muhammadiyah

"Pendirian UMAM ini merupakan tonggak baru pendirian perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri," ujar Haedar.

Pendirian UMAM, bertujuan memperluas gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan pendidikan tinggi di ranah global yang diawali dari kawasan bangsa serumpun di regional ASEAN.

"Sekaligus mewujudkan misi Islam yang berkemajuan dengan wawasan rahmatan lil alamin (rahmat untuk seluruh alam)," katanya.

Ia menegaskan, melalui pendirian universitas tersebut, Muhammadiyah juga memiliki harapan agar relasi Indonesia dengan Malaysia sebagai bangsa serumpun tidak berhenti pada hubungan konvesional dan tradisional, namun lebih jauh menjangkau program-program unggulan yang menyatukan.

"Perjalanan hubungan Indonesia dan Malaysia yang penuh dengan warna itu perlu kita rajut kembali dengan semangat bangsa serumpun sehingga kita dengan Malaysia bisa maju bersama," kata dia.

Pendirian UMAM diawali dengan pendirian perseroan terbatas (sendirian berhad) di Malaysia pada 8 Februari 2017, dengan nama UCMM Konsortium Sdn. Bhd. dengan Lembaga Pengarah Syarikat atas nama Haedar Nashir, Mohd Noh Bin Dalimin, Ahmad Dahlan Rais, dan Marpuji Ali Muanam.

Usaha pendirian UMAM, memperoleh dukungan dan persetujuan dari Pemerintah Indonesia melalui Rekomendasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang ditandatangani Menteri Nadiem Anwar Makarim pada 7 September 2020.

Sementara dari Malaysia, usaha pendirian UMAM mendapatkan dukungan penuh (sokongan) dari Kerajaan Perlis melalui Raja Perlis DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail.

Dukungan juga muncul dari para pejabat dan institusi pada Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia serta mitra Muhammadiyah di Malaysia bersama para guru besar di negara itu.

 Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

"Universitas ini tentu bersifat terbuka untuk semua warga bangsa karena Muhammadiyah ingin mewujudkan pendidikan inklusif bagi semua bangsa di ranah global," katanya.

Rektor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) Waluyo Adi Siswanto mengatakan, untuk sementara UMAM akan membuka 15 program studi yang terbagi dalam lima rumpun, yakni ilmu sosial, ilmu pendidikan, agama, bisnis dan ekonomi serta IT.

Sebanyak 15 prodi itu terdiri dari lima program studi PhD, lima program studi master, dan lima program studi bachelor. Program S1 baru akan dibuka setelah operasional kampus memasuki tahun ketiga. (*)

Baca Juga:

Dukung Perpanjangan PPKM, Muhammadiyah Minta Pemerintah Konsisten

#Muhammadiyah #Universitas #Malaysia
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bahas Isu Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Undang MUI, PBNU, dan Muhammadiyah
Presiden RI, Prabowo Subianto, menemui perwakilan ormas Islam di Istana Kepresidenan, Selasa (3/2).
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Bahas Isu Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Undang MUI, PBNU, dan Muhammadiyah
Travel
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Resorts World Genting melakukan penguatan kehadirannya di pasar Indonesia melalui penandatanganan kerja sama strategis.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Indonesia
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Jumlah penumpang Whoosh WNA mencapai 401.282 orang, naik 60 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 251.525 penumpang.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Indonesia
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Penggunaan Grok untuk memproduksi konten seksual eksplisit merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, martabat, dan keamanan daring.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Indonesia
Tak Beri Mandat, PP Muhammadiyah Jelaskan Status Hukum Aliansi Muda Muhammadiyah
Muhammadiyah berharap masyarakat tidak terjebak dalam kesalahpahaman
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Tak Beri Mandat, PP Muhammadiyah Jelaskan Status Hukum Aliansi Muda Muhammadiyah
Indonesia
PP Muhammadiyah Bantah Terlibat Laporan Pemidanaan Komika Pandji Pragiwaksono
Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
PP Muhammadiyah Bantah Terlibat Laporan Pemidanaan Komika Pandji Pragiwaksono
Indonesia
Pemuda Pemidana Komika Pandji Klaim Wakili Suara Anak Muda NU dan Muhammadiyah
elapor atas nama Rizki Abdul Rahman Wahid, yang menyatakan dirinya sebagai Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU).
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Pemuda Pemidana Komika Pandji Klaim Wakili Suara Anak Muda NU dan Muhammadiyah
Indonesia
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Hal yang dilakukan wisatawan Malaysia itu wajar mengingat Whoosh merupakan kereta cepat pertama dan satu-satunya yang ada di Asia Tenggara.
Dwi Astarini - Senin, 29 Desember 2025
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Indonesia
Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rp 2 Juta di Malaysia
Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan bantuan itu sebagai tanda kepedulian dan persahabatan antara dua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Desember 2025
Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rp 2 Juta di Malaysia
Indonesia
150 WNI Terancam Hukum Mati di Malaysia, Terlibat Narkoba Hingga Pembunuhan
KBRI Kuala Lumpur masih terus memberikan perlindungan hukum bagi ratusan WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Desember 2025
 150 WNI Terancam Hukum Mati di Malaysia, Terlibat Narkoba Hingga Pembunuhan
Bagikan