MerahPutih.com - Momentum Idulfitri setiap tahun dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik ke kampung halaman guna bersilaturahmi bersama keluarga.
Tradisi tersebut kerap memicu lonjakan pergerakan masyarakat dan kepadatan di berbagai simpul transportasi umum selama periode mudik Lebaran.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berharap dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam menambah fasilitas kesehatan di titik-titik transportasi yang menjadi pusat pergerakan pemudik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan fasilitas kesehatan tambahan diperlukan terutama di simpul transportasi dengan tingkat kepadatan tertinggi.
“Untuk menjaga kelancaran pelayanan, kami mengharap dukungan Kementerian Kesehatan untuk menambah fasilitas kesehatan terutama di simpul terpadat pergerakan angkutan umum per moda,” ujar Dudy dalam keterangannya, Jumat (6/3).
Baca juga:
Operasi Ketupat 2026, Polri Prediksi 4 Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik
Menurut Dudy, dukungan kesehatan yang dibutuhkan antara lain berupa tes kesehatan bagi para pengemudi angkutan umum.
Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan tekanan darah hingga tes urine guna memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh zat berbahaya.
Selain itu, Kemenhub juga mendorong penyediaan posko medis di berbagai titik strategis seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga rest area di jalan tol maupun jalur arteri.
“Posko ini berfungsi sebagai tempat istirahat sekaligus pemeriksaan kesehatan darurat bagi pemudik dan pengemudi yang mengalami gangguan kesehatan di perjalanan,” jelasnya.
Baca juga:
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Dudy juga meminta penyiagaan tim gawat darurat serta ambulans motor di jalur mudik.
Menurutnya, ambulans motor diperlukan untuk memberikan respons cepat jika terjadi kecelakaan lalu lintas atau kondisi darurat medis di jalur yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
“Atau kondisi darurat medis di jalur mudik yang sulit ditembus kendaraan roda empat,” kata Dudy.
Selain itu, ia menilai penting untuk memastikan ketersediaan ruang laktasi yang higienis di sejumlah lokasi strategis yang belum memiliki fasilitas permanen.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kesehatan ibu dan bayi selama perjalanan mudik, terutama saat terjadi antrean panjang.
“Hal ini bertujuan untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi agar tidak mengalami kelelahan berlebih selama masa antrean mudik yang panjang,” ujarnya.
Dudy menegaskan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan lancar.
“Dengan harapan seluruh pemudik dapat melakukan perjalanan dalam kondisi sehat, aman, dan nyaman sehingga penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan lancar serta memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (Asp)