Mobil Pikap, Transportasi Kebersamaan Orang Indonesia
Kebiasaan bepergian dengan Mobil Pikap. (Foto: YouTube/Ravacana Films)
MASIH ingat dengan film Tilik yang ramai diperbincangkan pada Agustus 2020? Film garapan Ravacana Films ini menceritakan rombongan ibu-ibu yang sedang dalam perjalanan menuju sebuah rumah sakit untuk menjenguk Bu Lurah.
Film yang menggunakan latar tempat di bak dari sebuah mobil truk ini ternyata diangkat dari fenomena yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ya, di tanah air tercinta banyak warga yang bepergian bersama menggunakan mobil pikap atau truk. Mau untuk ke suatu tempat atau berlibur, mobil pikap selalu menjadi transportasi 'kebersamaan' orang Indonesia.
Baca juga:
Mobil pikap jadi pilihan karena transportasi umum menuju lokasi tertentu tidak selalu tersedia di berbagai daerah di Indonesia. Jadi solusi juga bagi mereka yang tak memiliki mobil atau kendaraan pribadi.
Bagi warga Malang, Jawa Timur, pada hari raya Idul Fitri mereka berkunjung ke rumah kerabat atau keluarga dengan menggunakan mobil pikap dan di sebut budaya ‘Ngelencer’.
Biaya 'jasa' mobil pikap tentu kecil. Semakin banyak orang yang bisa ditampung, biaya urunan untuk membeli bahan bakar atau ongkos supir jauh lebih sedikit.
Mobil pikap secara tidak langsung membuat para penumpang saling akrab. Mereka duduk berdekatan dan saling menatap, sehingga berbincang jadi lebih mudah. Berbeda dengan menggunakan mobil pribadi, penumpang harus menoleh ke bangku belakang untuk bersahut.
Baca juga:
Jongkok “Posisi Wenak” ala Indonesia, Terbayang dari Pose Jokowi Naik Gunung
Mungkin mobil pikap kelihatannya tidak nyaman. Tapi salah besar kalau kamu berpikir begitu. Justru kendaraan ini memberikan kenyamanan alami. Tak ada kaca atau pintu yang menghalangi. Penumpang bakal terkena angin sepoi-sepoi nan sejuk selama perjalanan. Buat yang merokok, tidak akan mengganggu penumpang lain karena asapnya langsung hilang terkena angin alami.
Sudah pastinya para penumpang rombongan yang menaiki pikap bisa menikmati suasana atau indahnya pemandangan selama perjalanan mereka tanpa harus terhalang dari pilar-pilar kabin mobil.
Tapi ingat ya. Meskipun nampaknya perjalanan menggunakan mobil pikap lebih seru, tentunya hal ini tidak dianjurkan. Fungsi mobil pikap yang sebenarnya adalah untuk mengangkut barang.
Negara juga telah mengatur tentang penggunaan dan peruntukan mobil pikap atau pengangkut barang dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009, pasal 137 dan pasal 303 JO. (kna)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata