Mobil Pikap, Transportasi Kebersamaan Orang Indonesia

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 10 Januari 2021
Mobil Pikap, Transportasi Kebersamaan Orang Indonesia

Kebiasaan bepergian dengan Mobil Pikap. (Foto: YouTube/Ravacana Films)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASIH ingat dengan film Tilik yang ramai diperbincangkan pada Agustus 2020? Film garapan Ravacana Films ini menceritakan rombongan ibu-ibu yang sedang dalam perjalanan menuju sebuah rumah sakit untuk menjenguk Bu Lurah.

Film yang menggunakan latar tempat di bak dari sebuah mobil truk ini ternyata diangkat dari fenomena yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ya, di tanah air tercinta banyak warga yang bepergian bersama menggunakan mobil pikap atau truk. Mau untuk ke suatu tempat atau berlibur, mobil pikap selalu menjadi transportasi 'kebersamaan' orang Indonesia.

Baca juga:

Starling Sang 'Pemersatu Bangsa' di Negeri Aing

Mobil pikap jadi pilihan karena transportasi umum menuju lokasi tertentu tidak selalu tersedia di berbagai daerah di Indonesia. Jadi solusi juga bagi mereka yang tak memiliki mobil atau kendaraan pribadi.

Bagi warga Malang, Jawa Timur, pada hari raya Idul Fitri mereka berkunjung ke rumah kerabat atau keluarga dengan menggunakan mobil pikap dan di sebut budaya ‘Ngelencer’.

Ngelencer atau mengunjungi orang terdekat dengan di hari Raya Idul Fitri oleh warga Malang dan menggunakan mobil pikap. (Foto: YouTube/Ravacana Films)

Biaya 'jasa' mobil pikap tentu kecil. Semakin banyak orang yang bisa ditampung, biaya urunan untuk membeli bahan bakar atau ongkos supir jauh lebih sedikit.

Mobil pikap secara tidak langsung membuat para penumpang saling akrab. Mereka duduk berdekatan dan saling menatap, sehingga berbincang jadi lebih mudah. Berbeda dengan menggunakan mobil pribadi, penumpang harus menoleh ke bangku belakang untuk bersahut.

Baca juga:

Jongkok “Posisi Wenak” ala Indonesia, Terbayang dari Pose Jokowi Naik Gunung

Mungkin mobil pikap kelihatannya tidak nyaman. Tapi salah besar kalau kamu berpikir begitu. Justru kendaraan ini memberikan kenyamanan alami. Tak ada kaca atau pintu yang menghalangi. Penumpang bakal terkena angin sepoi-sepoi nan sejuk selama perjalanan. Buat yang merokok, tidak akan mengganggu penumpang lain karena asapnya langsung hilang terkena angin alami.

Sudah pastinya para penumpang rombongan yang menaiki pikap bisa menikmati suasana atau indahnya pemandangan selama perjalanan mereka tanpa harus terhalang dari pilar-pilar kabin mobil.

Membawa penumpang di bak mobil pikap melanggar aturan. (Foto: fotolucuterbaruu.blogspot.com)

Tapi ingat ya. Meskipun nampaknya perjalanan menggunakan mobil pikap lebih seru, tentunya hal ini tidak dianjurkan. Fungsi mobil pikap yang sebenarnya adalah untuk mengangkut barang.

Negara juga telah mengatur tentang penggunaan dan peruntukan mobil pikap atau pengangkut barang dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009, pasal 137 dan pasal 303 JO. (kna)

Baca juga:

Pekerja Kantoran WFH di Bali Starter Pack

#Januari Pelesiran Di Negeri Aing #Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Jumlah penumpang Whoosh WNA mencapai 401.282 orang, naik 60 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 251.525 penumpang.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Bagikan