Moana, Upacara Menyambut Kelahiran Bayi Suku Pamona di Sulawesi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Januari 2023
Moana, Upacara Menyambut Kelahiran Bayi Suku Pamona di Sulawesi

(Ilustrasi) Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi untuk menyambut kelahiran bayi. (Foto: Padukata)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASYARAKAT Indonesia memiliki beragam cara dan tradisi unik untuk merayakan kelahiran bayi di setiap daerah. Salah satunya tradisi yang dilakukan di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan bernama Moana.

Ya, kamu mungkin pernah mengetahui nama ini yang menjadi salah satu judul film animasi Disney. Namun di daerah tersebut, Moana merupakan sebuah tradisi yang dilakukan untuk menyambut kelahiran bayi. Upacara Moana dilakukan sebagai tanda rasa syukur dengan harapan membawa kebaikan bagi sang bayi.

Sejak dulu, nenek moyang Suku Pamona di Sulawesi melakukan tradisi Moana dan masih diwariskan secara turun temurun. Sang bayi yang melakukan upacara Moana diharapkan selalu dikaruniai keselamatan dan kesehatan.

Tradisi ini mencakup dua hal pokok, yakni pemotongan atau perawatan tumbuni (plasenta) dan upacara naik umbu (ayunan). Serangkaian upacara menjadi ciri khas dari tradisi Moana. Setelah kelahiran dilaksanakan pemotongan yang dilakukan oleh topopanuju (dukun adat yang membantu persalinan) dan perawatan tumbuni.

Baca juga:

Jatkarma Samskara, Upacara Menyambut Kelahiran Bayi dalam Budaya Hindu Bali

Moana, Upacara Menyambut Kelahiran Bayi Suku Pamona di Sulawesi
(ilustrasi) Mirip seperti daerah lain di Indonesia, suku Pamona juga memiliki tradisi untuk menyambut kelahiran bayi. (Foto: Rumah Inspirasi)

Biasanya pasangan Suku Pamona baru membangun rumahnya sendiri setelah memiliki dua sampai tiga anak. Sepuluh hari menjelang hari kelahiran, undangan kepada sanak saudara mulai disebar untuk menghandiri Upacara Moana.

Sang pemilik hajat harus menyiapkan seperangkat sirih pinang (sirih, pinang, tembakau, kapur, dan wompo/ tempat sirih pinang) seperangkat piring adat, dan tembale. Tembale adalah ruangan khusus untuk melaksanakan Upacara Moana, proses pembuatannya juga dipimpin oleh topopanuju dan to tua ada’ (ketua-ketua adat).

Selain itu, Ayam, beras ketan, telur ayam, air bersih, sembilu (kulit buluh tajam), satu lembar mbesa (kain adat), lalu seperangkat parang dan tombak juga harus dipersiapkan.

Baca juga:

Ragam Budaya pada Prosesi Upacara Bayi dan Kematian di Indonesia

Moana, Upacara Menyambut Kelahiran Bayi Suku Pamona di Sulawesi
Seperangkat sirih pinang untuk upacara Moana. (Foto: gnfi)

Upacara Moana diawali dengan memotong tumbuni, sebelumnya topopanuju mengurut-urut tumbuni dan memandikan sang jabang bayi.

Lalu piring adat diletakkan di bawah tali pusat yang akan dipotong, sebelumnya mantera-mantera dibacakan untuk keselamatan sang bayi, dan dipotonglah tali pusat dengan sembilu. Rangkaian prosesi tersebut dilakukan di tembale yang letaknya dekat kamar sang ibu.

Di saat yang bersamaan, keluarga dan semua tamu yang hadir membunyikan semua benda-benda yang ada di sekitar tempat upacara pemotongan tali tumbuni. Itu dilakukan dengan harapan agar sang bayi terhindar dari segala gangguan roh halus.

Rangkaian upacara yang kedua adalah naik umbu atau ayunan. Selama tujuh hari sang jabang bayi berada dalam umbu dengan didampingi topopanuju, ibu, dan keluarganya. Selama adat naik umbu, kaki bayi tidak boleh menyentuh tanah, karena berisiko diganggu makhluk halus atau 'kakaknya'. (*)

Baca juga:

Bubur Merah Putih Sambut Kelahiran Bayi

#Wisata #Budaya #Lipsus Januari 2023 Budaya Indonesia #Sulawesi Tengah #Sulawesi Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - Senin, 26 Oktober 2026
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Indonesia
Diduga Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Warga Boyolali, Temuan Harus Identifikasi
Cipto Raharjo meninggal dunia sekitar tahun 2007 dan rumahnya dibiarkan kosong. Anak keturunannya tidak ada yang menempati rumah itu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Diduga Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Warga Boyolali, Temuan Harus Identifikasi
Bagikan