Kesehatan

Miskonsepsi Tentang Miss V

annehsannehs - Minggu, 07 Februari 2021
Miskonsepsi Tentang Miss V

Bersihkan Miss V dengan air saja. (Foto: Unsplash/Xiaolong Wong)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERAWATAN wajah alias skincare menjadi topik yang tidak asing lagi di kalangan perempuan. Tentunya kita telah familiar dengan urutan skincare yang dimulai dari toner, essence, serum, dan moisturizer.

Selain merawat apa yang terlihat, ada juga lho bagian tubuh yang enggak kalah penting untuk diperhatikan. Ya, Miss V juga merupakan bagian esensial yang membutuhkan perawatan penting dan sensitif.

Baca juga:

Bisa Haid Sampai Pingsan, Tetapkah Perempuan Ini Ambil Cuti walau Berpotensi Unpaid?

Sejujurnya, tidak begitu banyak pembicaraan terbuka mengenai Miss V, sehingga melahirkan banyak miskonsepsi yang fatal.

Perhatikan mengenai produk yang kamu gunakan untuk membersihkan miss V. (Foto Unsplash/Khachik Simonian)
Perhatikan mengenai produk yang kamu gunakan untuk membersihkan miss V. (Foto: Unsplash/Khachik Simonian)

Aroma Miss V seringkali dianggap sebagai tanda bahwa Miss V itu tidak sehat, tidak terawat, atau tidak bersih. Padahal, aroma Miss V itu sangat natural dan tidak selalu menjadi tanda bahwa ada sesuatu hal yang salah.

"Miss V merupakan rumah bagi miliaran bakteri, jadi itu sangat natural jika Miss V memiliki aroma yang berubah-ubah," ungkap penasihat brand kesehatan vagina Love Wellness, Dr Jodie Horton kepada Hypebae.

Berbagai variasi aroma tersebut bisa dipengaruhi dari siklus menstruasi, hygiene habit, kebiasaan berolahraga, atau gaya hidupmu.

Baca juga:

5 Cara Tampil Seksi Tanpa Harus Pamer Kulit

Bahkan, dewan bersertifikat OB/GYN Manuela Maria Vasquez mengatakan hampir 99,9 persen anatomi perempuan yang dilihatnya tergolong normal. Ia menambahkan Miss V sesungguhnya tidak memiliki aroma atau penampilan dengan standarisasi spesifik tertentu yang bisa dijadikan perbandingan.

Ada jutaan variasi Miss V normal sehingga kita harus menghargai anatomi unik kita masing-masing.

Aroma Miss V bukan tanda ketidakhigienisan. (Foto Unsplash/Sasha Freemind)
Aroma Miss V bukan tanda ketidakhigienisan. (Foto: Unsplash/Sasha Freemind)

Meski begitu, kamu harus memperhatikan jika tercium aroma amis atau berbau busuk dan segera konsultasi ke dokter. Kamu juga harus memperhatikan jika ada warna yang tidak seperti biasanya atau beberapa gejala seperti gatal, iritasi, terbakar, atau kemerahan.

Perawatan Miss V pun cukup simpel. Intinya, less is more. Para ahli percaya bahwa cara terbaik untuk membersihkan Miss V dan vulva adalah menggunakan air biasa.

"Produk pembersih vagina biasanya lebih berbahaya daripada memberi keuntungan," ungkap Dr Tesia Kim kepada Hypebae. Produk pembersih vagina bisa meningkatkan risiko iritasi dan infeksi dan bisa mengurangi lubrikasi dan minyak pelindung natural.

Jika kamu ingin membersihkan dengan sabun, usahakan untuk menggunakannya hanya pada vulva, tidak sampai ke bagian dalam. Meski begitu, pastikan sabun yang kamu gunakan adalah hypoallergenic, fragrance-free dan dermatologically tested. (shn)

Baca juga:

3 Pertanyaan Seputar Orgasme Perempuan Akhirnya Terjawab

#Kesehatan #Miss V #Vagina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - 2 jam, 47 menit lalu
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan