Miris, Sumba Barat Daya Penyumbang Malaria Tertinggi Ketiga di Indonesia

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 03 Oktober 2017
Miris, Sumba Barat Daya Penyumbang Malaria Tertinggi Ketiga di Indonesia

Foto: todayifoundout.com

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menjadi salah satu daerah penyumbang ketiga tertinggi ‎penyakit malaria di Indonesia. Bahkan SBD juga menjadi penyumbang terbesar penyakit filariasis atau kaki gajah terbesar di NTT dan Indonesia.

Data ini terungkap dalam laporan kepala dinas Kesehatan Provinsi NTT, Kornelis Kodi Mete‎ disela-sela pembukaan pencanangan penggunaan kelambu anti nyamuk dan gerakan minum obat anti filariasis secara masal tingkat Provinsi NTT oleh Gubernur NTT Frans Leburaya di Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (2/10).

Menurut Kornelis Kodi Mete bahwa penyakit malaria dan kaki gajah (filariasis) masih menjadi masalah utama untuk dilakukan langkah pencegahannya. Sebab, data nasional kementerian kesehatan menunjukkan, NTT menempati peringkat ke tiga penyumbang kasus endemik malaria tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Dan Kabupaten Sumba Barat Daya adalah penyumbang kasus endemik malaria tertinggi di wilayah NTT.

Menurut Gubernur NTT Frans Leburaya bahwa tahun 2016 NTT menjadi penyumbang Malaria tertinggi ketiga di Indonesia dan SBD dan Lembata adalah penyumbang terbesar di NTT. Termasuk penyumbang filariasis terbesar. Karenanya bantuan 150 ribu unit kelambu yang diberikan secara gratis hari itu diharapkan dapat menekan meningkatnya penyakit tersebut. "distribusi kelambu masal ini minimal untuk mencakup 80 persen wilayah endemis, "ungkapnya.‎

Frans Leburaya mengajak peran aktif masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, tempat-tempat ibadah dan semua stakholder sipil dan militer untuk turut mensukseskan gebrak malaria dengan mensosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat.

"Bentuk keseriusan kita dalam menangani permasalahan ini adalah diwujudnyatakan dengan diterbitkannya Perda Provinsi NTT nomor. 11 tahun 2017 untuk eliminasi endemik tahun 2023," ungkapnya.

Dirjen pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Kemenkes RI, drg. Vensya Sitohang mengatakan target kementrian kesehatan adalah dapat membebaskan masyarakat Indonesia dari malaria di tahun 2030.

Karena itu lanjutnya, pemerintah pusat berkomitmen menyediakan obat malaria bagi masyarakat Indonesia juga membagikan kelambu secara masal kepada seluruh masyarakat.

"kita berharap dengan bantuan-bantuan ini dan pola hidup masyarakat yang sehat dapat menekan meningkatnya malaria termasuk filariasis, " ungkapnya.

Sementara Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu mengatakan komitmen pemerintah Kabupaten SBD untuk mencegah dan menekan meningkatnya penyakit tersebut, maka Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 Miliyar dari APBD untuk mendukung upaya memberantas malaria termasuk filariasis di Kabupaten Sumba Barat Daya.‎ (*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan dari Naldy, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah NTT dan sekitarnya. Baca juga artikel Naldy di: Tragis, Dianiaya Majikannya TKI Asal NTT Minta Bantuan Lewat Media Sosial

#Nyamuk Malaria #NTT
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Hasil pengembangan dari kasus pencurian Komodo yang terjadi pada 2025
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Lainnya
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Mensesneg mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk merumuskan langkah preventif.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Olahraga
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Indonesia
2 Bibit Siklon Terpantau di Sekitar NTT, Bawa Potensi Hujan Ringan hingga Lebat
Dalam 24-72 jam, bibit siklon tropis 93S memiliki peluang sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis, sedangkan bibit siklon tropis 95S masih berada dalam kategori peluang rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
2 Bibit Siklon Terpantau di Sekitar NTT, Bawa Potensi Hujan Ringan hingga Lebat
Bagikan