Minum Es Bikin Batuk makin Parah?
Minum es tak selalu bikin batuk makin parah.(foto: Betül Nur)
MERAHPUTIH.COM – BATUK atau sakit tenggorokan sering dikaitkan dengan kebiasaan minum es. Ada anggapan di kalangan awam bahwa mengonsumsi minuman dingin bisa membuat batuk. Hal itu bahkan dijadikan pengingat agar anak tidak mengonsumsi es terlalu sering.
Meski telah lama diyakini, anggapan itu tak sepenuhnya benar. Dokter umum sekaligus health educator dr Kevin Mak menjelaskan sebetulnya anggapan seperti itu tidak benar adanya. Dengan kata lain, mengonsumsi minuman dingin atau es tidak akan menyebabkan batuk atau radang tenggorokan.
“Beberapa studi dan dokter luar negeri bahkan menyarankan meminum es saat terjadi radang seperti amandel atau gusi yang bengkak,” kata Kevin dalam akun TikTok-nya, @drkevinmak, Jumat (26/4).
Baca juga:
Menurutnya, gejala batuk atau pilek di Indonesia sebetulnya didominasi karena adanya infeksi virus dan daya tahan tubuh yang menurun seperti saat pergantian cuaca saat ini. Minum es tidak ada kaitannya dengan memperparah kondisi tersebut.
Meski demikian, minum es bukannya tak ada risikonya ya. Sumber air yang digunakan dalam pembuatan es bisa menjadi pemicu penyakit. Produsen es sering kali tidak memperhatikan kualitas air untuk membuat es. Hal itulah yang menyebabkan kamu mudah mengalami batuk atau sakit tenggorokan. Secara sederhana, es yang diminum mengandung bakteri yang sudah terkontaminasi virus.
"Minum es saat batuk atau sakit tenggorok boleh saja, tetapi dengan syarat memperhatikan kondisi tubuh, sumber air, dan frekuensi minum," saran Kevin. Kondisi tubuh amat dipengaruhi keadaan lingkungan sekitar. Polusi udara yang terjadi di kota-kota besar ditambah beban kerja yang terus meningkat bisa membuat kamu mudah lelah dan terserang penyakit.
“Jadi kalau kamu mau minum es, itu sah dan boleh-boleh saja. Namun, pastikan sumbernya bersih, tidak berlebihan, dan jaga daya tahan tubuh,” tutup Kevin.(chn)
Baca juga:
Bagikan
Chindy Aprilia Pratiwi
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo