Minta Aparat Gerak Cepat Tangani Bencana Sumatra, Prabowo: Jangan Tunggu Petunjuk Dulu

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Minta Aparat Gerak Cepat Tangani Bencana Sumatra, Prabowo: Jangan Tunggu Petunjuk Dulu

Presiden RI, Prabowo Subianto, minta aparat gerak cepat tangani bencana Sumatera. Foto: Dok. Sekretariat Kabinet RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan, bahwa penanganan bencana alam di Indonesia harus dipahami sebagai perintah operasi, bukan sekadar kegiatan administratif yang menunggu instruksi berjenjang.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan kepada para pejabat negara dan unsur terkait dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Senin (15/12).

“Di eselon pelaksana saya dengar sudah ada pemahaman bahwa bencana itu perintah operasi. Jadi, tidak usah menunggu terlalu banyak petunjuk, tidak perlu menunggu radiogram. Bergerak cepat,” ujar Prabowo.

Prabowo mengingatkan agar kehadiran pejabat ke lokasi bencana benar-benar bertujuan membantu rakyat, bukan sekadar menjadi “wisata bencana”.

Baca juga:

Prabowo Perintahkan Percepat Pembangunan Hunian Tetap dan Sementara Korban Banjir Sumatera

Menurutnya, masyarakat terdampak tidak boleh dijadikan objek tontonan, melainkan harus dilihat kebutuhannya secara nyata.

“Kalau datang harus ada tujuan mengatasi masalah. Kita datang untuk melihat kesulitan rakyat dan bertindak. Kurang air bersih, kurang BBM, masih terisolasi, apa tindakannya,” tegas Prabowo.

Ia juga mengapresiasi kerja cepat dan solid TNI, Polri, BNPB, Basarnas, serta tim SAR gabungan. Ia juga menyoroti peran Pertamina, PLN, Kementerian PUPR, relawan, dan warga yang bahu-membahu melakukan evakuasi serta penyaluran bantuan di wilayah sulit dijangkau.

“Saya lihat semua bekerja sebagai satu tim. Dalam kondisi sulit, saya terima kasih karena saudara-saudara bertindak cepat dan benar,” kata Prabowo.

Baca juga:

Jamin Pasokan Daerah Terisolir Bencana Sumatera, Prabowo: Saya Cek Terus di sana-sini

Ia menegaskan, bahwa saat bencana bukanlah waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang justru mencari kambing hitam atau menyebarkan informasi tidak benar dengan motif tertentu.

“Bukan waktunya cari kesalahan. Ini waktunya bekerja keras bersama di lapangan,” ujarnya.

Prabowo juga menepis narasi bahwa pemerintah tidak hadir. Menurutnya, negara telah mengerahkan puluhan ribu personel, helikopter, pesawat, hingga pengiriman BBM lewat udara, bahkan ke daerah berketinggian 1.800–2.000 meter dengan cuaca berkabut dan hujan.

“Ini hanya bisa dilakukan oleh negara yang kuat. Pemerintah hadir, TNI kuat, Polri kuat,” pungkasnya. (Pon)

#Prabowo Subianto #Banjir Sumatra #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memasang tanda pangkat kepada Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Indonesia
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Prabowo melantik Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon sebagai Wamenhan. Maulana Bungaran dan Alim Setiawan Slamet juga mendapat jabatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Penyediaan hunian menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Indonesia
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Kampung Ambon dan Boncos digerebek polisi. Hal itu berdasarkan perintah langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Indonesia
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
IWIP dan IMIP memiliki kapasitas listrik yang melampaui Singapura. Lalu, apa dampaknya bagi industri EV?
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Bagikan