Militer Israel Keluarkan Ancaman atas Demonstrasi Jumat Palestina

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 06 April 2018
Militer Israel Keluarkan Ancaman atas Demonstrasi Jumat Palestina

Pengunjuk rasa Palestina berlari saat bentrok dengan pasukan Israel di perbatasan Israel-Gaza, di selatan Jalur Gaza, Kamis (5/4). (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Militer Israel pada Kamis (5/4) mengancam HAMAS dengan reaksi lebih keras terhadap demonstrasi lain yang direncanakannya pada Jumat di perbatasan Israel dan Jalur Gaza.

"Kami takkan membiarkan ini menjadi kegiatan mingguan," kata Brigjend Ronen Manelis, Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), kepada wartawan dalam satu taklimat pada Kamis (5/4) siang.

"Kami tak memiliki keinginan untuk membatasi reaksi kami ke daerah perbatasan saja," ia menambahkan, sebagaimana dikutip Antara dari Xinhua, Jumat pagi.

Setelah beberapa pekan bentrokan rusuh antara HAMAS dan militer Israel, kebanyakan tindakan Israel masih terbatas pada serangan udara terhadap instalasi militer Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS).

Jumat pekan lalu, protes rusuh yang diselenggarakan oleh organisasi gerilyawan Palestina tersebut di perbatasan Israel Selatan berakhir dengan tewasnya 16 orang Palestina dan cederanya lebih dari 1.000 orang lagi, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Ada kecaman luas masyarakat internasional terhadap penggunaan kekerasan secara berlebihan oleh Israel dalam reaksi militernya terhadap kegiatan itu.

Anggota HAMAS dan warga di Jalur Gaza dilaporkan telah menumpuk ban dalam beberapa hari belakangan dengan tujuan membakarnya selama protes Jumat.

Warga Palestina menghadiri unjuk rasa kota tenda di sepanjang perbatasan dengan Gaza, menuntut hak mereka untuk kembali ke tanah air mereka, timur Kota Gaza, Jumat (30/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Salem)
Warga Palestina menghadiri unjuk rasa kota tenda di sepanjang perbatasan dengan Gaza, menuntut hak mereka untuk kembali ke tanah air mereka, timur Kota Gaza, Jumat (30/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Salem)

Menurut Manelis, seorang anggota HAMAS dibekuk pada malam hari, ketika ia berusaha menyusup ke dalam wilayah Israel "untuk melancarkan serangan terhadap sasarannya".

"Kami menerima informasi intelijen yang menyatakan HAMAS 'berencana melancarkan serangan ... besok," kata Manelis pada Kamis.

"Mereka akan berusaha menggunakan api dari ban untuk menarik perhatian kami, dan kami telah melakukan persiapan untuk ini," katanya.

Israel meninggalkan Jalur Gaza pada 2005 dengan mengungsikan tentara dan pemukim Yahudi, tapi telah menguasai wilayah udara dan garis pantai daerah kantung Palestina tersebut.

Kerusuhan diperkirakan berlanjut sampai 15 Mei, ketika rakyat Palestina memperingati Hari Nakba, hari bencana mereka --yang bertepatan dengan peringatan ke-70 Hari Berdirinya Israel.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan ia akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem pada pertengahan Mei. Keputusan itu telah membuat marah rakyat Palestina, yang memandang Jerusalem Timur sebagai bagian dari ibu kota masa depan Negara Palestina. (*)

#Israel #Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia di Board of Peace untuk menekan Israel menghentikan operasi militer di Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Pemerintah Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Gaza dan menilai tindakan tersebut menghambat implementasi kesepakatan perdamaian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Indonesia
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Menko Hukum HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan Abdul Karim Raeq Miqdad bukan ulama Palestina atau aktivis Gaza. Ia akan menemui MUI untuk klarifikasi kasus deportasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Indonesia
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
MUI mengkhawatirkan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus berujung penyerahan ke Israel. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
Indonesia
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
MUI mengkritik penangkapan dan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
Indonesia
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
MUI akan melayangkan surat kepada Kapolri dan Presiden terkait penangkapan warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad di Jakarta. MUI mengingatkan pemerintah agar hati-hati menangani kasus sensitif ini sesuai hukum nasional dan internasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
Dunia
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Tentara Israel menghancurkan dan membakar rumah-rumah di Lebanon selatan, melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak 2024 dan perjanjian kerangka kerja 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Dunia
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
RUU tersebut menandai eskalasi berbahaya dalam serangkaian undang-undang, keputusan, dan kebijakan Israel yang menargetkan kehadiran Palestina dan identitas Arab dan Islam.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Presiden Prabowo Subianto, memuji Indonesia sebagai negara paling konsisten membela Palestina.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Bagikan