Pilpres 2019

Merujuk Hasil Survei, Poros Ketiga Sulit Menang

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 25 Maret 2018
Merujuk Hasil Survei, Poros Ketiga Sulit Menang

Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Wacana poros ketiga dalam Pilpres 2019 mendapat respon pesimistis dari para politisi. Meski poros ketiga bisa diwujudkan tapi sulit menang, demikian pendapat Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Menurut Rommy begitu sapaan akrabnya, poros ketiga bisa saja direalisasikan oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Amanat Nasional namun tak bisa meraih kemenangan pada Pilpres 2019.

"Berdasarkan berbagai survei mutakhir sulit membayangkan kombinasi AHY, Zulhas atau Cak Imin akan meraih kemenangan melawan Jokowi atau Prabowo," kata Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/3).

Menurut Rommy, poros ketiga hanya mungkin dibentuk oleh tiga parpol itu karena dari 10 parpol pemilik kursi DPR RI, lima di antaranya sudah menyatakan akan mengusung Jokowi lagi, yakni PDIP, PPP, Golkar, Nasdem dan Hanura.

Sedangkan dua parpol lainnya, yakni Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, hampir pasti bakal mengusung Prabowo Subianto.

Berdasar perolehan kursi, menurut Rommy, adalah wajar jika PD mengunggulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi capres. Adapun PAN yang dipimpin Zulkifli Hasan (Zulhas) dan PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar (Cak Imin), salah satu harus mengalah menjadi calon wapres.

"Problemnya, apa iya Zulhas dan Cak Imin yang sudah 20 tahun malang melintang di panggung politik nasional mau menanggalkan segudang pengalamannya kepada AHY yang sama sekali belum memiliki pengalaman manajerial sektor publik pada skala nasional?" kata Rommy seperti dilansir Antara.

Selain itu, lanjut dia, karena posisi cawapres hanya untuk satu orang maka siapa yang menjadi cawapres, Zulhas atau Cak Imin.

"Maukah di antara Cak Imin dan Zulhas untuk mengalah satu sama lain tidak menjadi cawapres? Jika jawabannya tidak maka wacana poros ketiga hanyalah kembang-kembang politik sesaat, bukan sebuah alternatif, bahkan juga bukan pelarian," katanya.

Rommy mengatakan dalam literatur politik AS dikenal istilah "coat tail effect". Definisi paling sederhana adalah calon presiden yang populer akan memberikan efek positif kepada partai pengusungnya.

Pengalaman Indonesia pada Pemilu 2004 dan 2009, efek itu tidak otomatis kepada semua partai pengusung. SBY effect hanya terjadi kepada PD tahun 2004 dan 2009. Sedangkan semua partai pengusung SBY, baik PKB, PAN, maupun PPP justru mengalami "reverse coat tail effect" pada 2009.

"Senarai survei opini publik akhir-akhir ini menunjukkan bahwa Jokowi effect dan Prabowo effect hanya terjadi pada PDIP dan Gerindra saja. Itulah mengapa pimpinan partai-partai politik berlomba-lomba menjadi RI2-nya," pungkas Romahurmuziy.(*)

#Pilpres 2019 #Muhammad Romahurmuziy #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tiba dikediaman Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo usai berlibur bersama cucunya di Bali, Sabtu (12/7).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Indonesia
Jelang Muktamar Pemilihan Ketum Baru, Kader PPP Minta Ketua Majelis Partai Romahurmuziy Dievaluasi
Pria yang akrab disapa Rommy itu dianggap mayoritas kader PPP DKI Jakarta sudah membuat sejumlah pernyataan blunder.
Frengky Aruan - Rabu, 04 Juni 2025
Jelang Muktamar Pemilihan Ketum Baru, Kader PPP Minta Ketua Majelis Partai Romahurmuziy Dievaluasi
Indonesia
Aksi Rommy Tawarkan Kursi Ketum ke Mentan Amran, Dikritik Elit DPP PPP
Aksi Rommy membujuk pihak luar menjadi ketua umum partai itu disebut tidak etis oleh Waketum PPP Rusli Effendi, seolah-olah ini merupakan barang dagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Mei 2025
Aksi Rommy Tawarkan Kursi Ketum ke Mentan Amran, Dikritik Elit DPP PPP
Berita Foto
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Djan Faridz usai menjalani pemeriksaan KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Maret 2025
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Indonesia
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Jokowi diharapkan kembali berbaur dengan masyarakat di wilayah setempat.
Frengky Aruan - Selasa, 22 Oktober 2024
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Indonesia
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Presiden Joko Widodo akan kembali ke Solo setelah purnatugas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 Oktober 2024
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Indonesia
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Jokowi juga menggelar makan siang terakhir bersama jajaran menteri kabinet kerja
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 Oktober 2024
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Lifestyle
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
Presiden Joko Widodo menanam pohon pulai di perkarangan Istana Negara Jakarta pada Kamis (17/10) atau sebelum berakhirnya masa jabatan.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Oktober 2024
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
Bagikan