Headline

Merapi Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Melanda Kecamatan Turi

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 22 September 2019
 Merapi Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Melanda Kecamatan Turi

Penampakan awan panas Gunung Merapi yang dipantau dari Kawasan Kaliurang Yogyakarta (MP/Tereska Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Gunung Merapi di perbatasan Yogjakarta dan Jawa Tengah kembali menghembuskan awan panas pada Minggu (22/9). Akibatnya hujan abu tipis turun selama beberapa saat di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Kepala BPPTKG DIY Hanik Humaida mengatakan awan panas meletup keluar sekitar pukul 11.36 WIB.

Baca Juga:

Gunung Merapi di DIY Luncurkan Lava Sejauh 870 Meter

"Tadi sempat ada laporan hujan abu tipis di Dusun Tunggul Arum Kecamatan Turi," ujar Hanik Humaida di Yogyakarta, Minggu (22/9).

Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas
Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas, warga diminta hindari jarak aman dengan radius tiga kilometer dari puncak (MP/Tereka Ika)

Namun hujan abu ini hanya berlangsung sesaat dan tidak menganggu aktifitas masyarakat sekitar.

Awan panas terekam di seismogram dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 12,5 menit.

Dari CCTV BPPTKG, terpantau awan panas keluar satu kali dengan ketinggian kolom kisaran 800 meter (dp). Awan panas keluar diikuti guguran lava sebanyak 4 kali.

"Jarak luncur guguran lava sejauh 0,6-1,1 kilo meter arah hulu Kali Gendol,"jelas dia.

Ia mengimbau warga tidak perlu panik dan tetap waspada dengan aktifitas Merapi. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Baca Juga:

Gunung Merapi di DIY Mengalami Dua Kali Gempa Guguran

Sementara area dalam radius 3 km dari puncak Merapi tidak diperbolehkan ada aktivitas manusia. Gunung Merapi hingga kini masih berstatus level II atau waspada.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca Juga:

Gunung Merapi Keluarkan Asap Putih dan Awan Panas Guguran Mengarah Kali Gendol

#Gunung Merapi #Gunung Meletus
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Warga yang tinggal dekat puncak gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Oktober 2025
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Indonesia
Debu Vulkanik Dari 2 Letusan Gunung Api Ancam Warga NTT, Warga Diminta Pakai Kacamata dan Tutup Rumah
Sebaran abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki, hingga saat ini masih berdampak di Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo, sedangkan sebaran abu vulkanik Ile Lewotolok masih berdampak di Lembata dan Flores Timur.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 September 2025
Debu Vulkanik Dari 2 Letusan Gunung Api Ancam Warga NTT, Warga Diminta Pakai Kacamata dan Tutup Rumah
Indonesia
Gunung Semeru Meletus Berkali-kali Pagi Ini! Potensi Lahar Hujan dan Guguran Lava Mengancam Hingga Radius 13 Kilometer, Warga Diminta Waspada
Erupsi kelima terjadi pada pukul 10.03 WIB, tanpa visual letusan yang teramati
Angga Yudha Pratama - Selasa, 12 Agustus 2025
Gunung Semeru Meletus Berkali-kali Pagi Ini! Potensi Lahar Hujan dan Guguran Lava Mengancam Hingga Radius 13 Kilometer, Warga Diminta Waspada
Dunia
Pertama Kali dalam 500 Tahun Gunung Berapi Rusia Meletus, Ahli Sebut Terkait dengan Gempa Besar
Gempa susulan kuat masih mungkin terjadi selama beberapa minggu setelah gempa Rabu (30/7), yang merupakan salah satu yang terkuat yang pernah tercatat dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.?
Dwi Astarini - Senin, 04 Agustus 2025
Pertama Kali dalam 500 Tahun Gunung Berapi Rusia Meletus, Ahli Sebut Terkait dengan Gempa Besar
Indonesia
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Tiga Kali Sehari sepanjang Rabu (18/6), Warga Diminta Waspada dan Jauhi Zona Bahaya
Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT meletus tiga kali pada 18 Juni 2025. Kolom abu mencapai 1.000 meter, aktivitas kegempaan tinggi.
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 18 Juni 2025
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Tiga Kali Sehari sepanjang Rabu (18/6), Warga Diminta Waspada dan Jauhi Zona Bahaya
Bagikan