Pertama Kali dalam 500 Tahun Gunung Berapi Rusia Meletus, Ahli Sebut Terkait dengan Gempa Besar

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 04 Agustus 2025
Pertama Kali dalam 500 Tahun Gunung Berapi Rusia Meletus, Ahli Sebut Terkait dengan Gempa Besar

Gunung Berapi Krasheninnikov di Kamchatka meletus.(foto: Institute of Volcanology and Seismology)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBUAH gunung berapi di Rusia bagian timur jauh meletus untuk pertama kalinya dalam lebih dari 500 tahun. Para ahli menyebut peristiwa ini mungkin terkait dengan gempa bumi dahsyat yang terjadi pekan lalu.?


Gunung Berapi Krasheninnikov di Kamchatka memuntahkan kolom abu setinggi hingga enam kilometer pada Minggu (3/8) malam. Meski begitu, Kementerian Darurat Rusia mengatakan tidak ada ancaman terhadap daerah berpenduduk.

Beberapa jam kemudian, gempa besar lainnya melanda Rusia dan memicu peringatan tsunami di tiga wilayah di semenanjung tersebut.?Kedua peristiwa itu mungkin berkaitan dengan gempa bermagnitudo 8,8 yang terjadi di wilayah serupa pekan lalu. Gempa itu telah memicu peringatan tsunami hingga sejauh Polinesia Prancis dan Cile.

Para ahli Rusia telah memperingatkan bahwa gempa susulan kuat masih mungkin terjadi selama beberapa minggu setelah gempa Rabu (30/7), yang merupakan salah satu yang terkuat yang pernah tercatat dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.?

Baca juga:

Gempa Bumi Magnitude 7,9 Guncang Kamchatka di Rusia Timur Jauh, Jepang Keluarkan Peringatan Waspada Tsunami


Gempa bermagnitudo 7,0 pada Minggu mengguncang Kepulauan Kuril dan dapat memicu gelombang setinggi hingga 18 cm. Demikian disebutkan dalam laporan Kementerian Darurat Rusia, dikutip BBC. Kementerian itu mengatakan masyarakat di tiga wilayah Kamchatka masih harus menjauh dari pantai, meskipun ketinggian gelombang tergolong rendah.

Kepala Tim Tanggap Letusan Gunung Berapi Kamchatka mengatakan Letusan terakhir yang tercatat dari Gunung Krasheninnikov terjadi pada abad ke-15. Disebutkan, letusan ini mungkin berkaitan dengan gempa bermagnitudo 8,8 sebelumnya.


?Semenanjung Kamchatka merupakan wilayah terpencil, tapi terletak di Cincin Api Pasifik, sebutan untuk daerah yang memiliki jumlah gempa bumi dan gunung berapi aktif yang tinggi.(dwi)

Baca juga:

Fakta Dampak Gempa Rusia Hari Ini: Tsunami Landa Negara Sekitar, 10 Wilayah RI Siaga

#Rusia #Gempa Bumi #Gunung Meletus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Merah Putih Kasih
Aksi Nyata JHL Foundation Jadi Berkat Bagi Umat Gereja Katolik Malaikat Agung Gabriel Kamubheka Ende
Umat di wilayah tersebut masih menghadapi berbagai kebutuhan setelah gempa
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Agustus 2026
Aksi Nyata JHL Foundation Jadi Berkat Bagi Umat Gereja Katolik Malaikat Agung Gabriel Kamubheka Ende
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Dunia
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang, Layanan Kereta Terganggu, Tidak Ada Peringatan Tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang, Layanan Kereta Terganggu, Tidak Ada Peringatan Tsunami
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah perairan sekitar Sulawesi Tengah, Minggu (23/8) dini hari.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Merah Putih Kasih
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Sebanyak 30 paket bantuan disalurkan JHL Foundation berisi beras 5 kilogram, telur, dan mi instan
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Indonesia
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Gempa bumi magnitudo 5,2 guncang Ruteng, Manggarai, NTT hari ini. BMKG imbau warga waspada gempa susulan setelah catat ribuan getaran
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Indonesia
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Korban gempa NTT kini masih terus bertambah. Kini, ada 83 orang meninggal dunia dan 110.875 jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Indonesia
PDIP Kirim Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa NTT
RS Apung Laksamana Malahayati memiliki berat GT (Gross Tonage) 262 ton, berukuran panjang 30 meter dengan lebar 9 meter dan ketinggian dtaft 2 meter. Kapal itu memiliki kecepatan maksimal 7 knot.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
PDIP Kirim Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa NTT
Indonesia
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis sejumlah terobosan khusus terkait dengan kesiapan bencana dalam bentuk pembangunan rumah.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Bagikan