Menteri ESDM: Jalan Tengah, Smelter Freeport akan Dibangun di Gresik dan Papua

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 06 Februari 2015
Menteri ESDM: Jalan Tengah, Smelter Freeport akan Dibangun di Gresik dan Papua

Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) dan Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) kepada pers terkait wacana pembangunan fasilitas smelter PT Freeport (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Usai berdiskusi dengan Gubernur Papua,Lukas Enembe akhirnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan pembangunan pabrik pengelolaan dan pemurnian (smelter) emas, tembaga dan perak PT Freeport Indonesia akan dibangun di Papua dan Gresik, Jawa Timur.

"Untuk smelter akan paralel dibangun di Gresik dan Papua," kata Menteri ESDM Sudirman Said di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2).

Mantan Direktur Utama PT Pindad menambahkan pembangunan smelter di dua tempat adalah jalan tengah sekaligus solusi yang ditawarkan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

"Jadi, di Gresik silakan diteruskan, tapi nanti jangka panjang dibangun di Papua," sambung Sudirman.

Masih kata Sudirman dalam waktu dekat pihaknya bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menyambangi Papua guna membahas pembangunan Smelter tersebut. Dalam pembicaraan tersebut pihaknya juga akan melibatkan pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia.

"Insya Allah tanggal 17 Februari 2015 kami akan ke Papua," tandasnya.

BACA JUGA: Gubernur Papua : "Freeport Wajib Bangun Smelter di Papua"

Sebelumnya Gubernur Papua, Lukas Enembe, menegaskan, masyarakat Papua akan menutup dan mengusir PT Freeport Indonesia dari provinsi itu jika PT Freeport Indonesia tetap ingin membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Seluruh masyarakat Papua menolak pembangunan smelter Freeport di Gresik Jawa Timur sementara bahan mentahnya dari Papua," kata Enembe, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta beberapa waktu silam.

Di sisi lain, wacana pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia akan dibangun di Gresik, Jawa Timur yang merupakan lahan PT Petrokimia Gresik. Smelter akan dibangun dilahan seluas 60 hektare dengan kapasitas pengelohan dan pemurnian sebanyak 2 juta ton konsentrat pertahun dengan investasi senilai US$2,3 miliar. Pembangunan Smelter di Gresik diprediksi akan berjalan dengan cepat sehingga pabrik sudah mulai beroperasi pada tahun 2017.

Sebaliknya pembangunan pabrik di Papua diperkirakan bakal memakan waktu lama dan kemungkinan baru bisa terealisasi setelah tahun 2020. (bhd)

 

BACA JUGA: Empat Alasan Kontrak PT Freeport Harus Dibatalkan

 

#Smelter #Sudirman Said #Departemen ESDM #PT. Freeport
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Sudirman Said Kembali Diperiksa Jampidsus sebagai Saksi Kasus Petral
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 17 Juli 2026
Sudirman Said Kembali Diperiksa Jampidsus sebagai Saksi Kasus Petral
Indonesia
Kasus Petral Kembali Mencuat, Sudirman Said Diperiksa Kejagung
Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan tujuh tersangka, yakni Mohammad Riza Chalid (MRC), IRW, BBG, AGS, MLY, NRD, dan TFK.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Kasus Petral Kembali Mencuat, Sudirman Said Diperiksa Kejagung
Indonesia
Freeport Targetkan Berikan Kontribusi ke Negara Rp 120 Triliun Per Tahun Setelah Produksi Tambang Normal
Dengan beroperasinya smelter dan precious metal refinery di Gresik, seluruh rantai nilai tembaga dari konsentrat, katoda tembaga, hingga logam mulia seperti emas dan perak kini dapat diproses di dalam negeri
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Freeport Targetkan Berikan Kontribusi ke Negara Rp 120 Triliun Per Tahun Setelah Produksi Tambang Normal
Indonesia
PT Freeport Indonesia Gelontorkan Rp 187 Triliun Dari Dividen dan PNBP ke Pemerintah
Kontribusi tersebut didominasi dividen sebesar 8,96 miliar dolar AS, sementara PNBP mencapai 2,08 miliar dolar AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT Freeport Indonesia Gelontorkan Rp 187 Triliun Dari Dividen dan PNBP ke Pemerintah
Indonesia
Freeport Targetkan Operasional 100 Persen di 2026 Setelah Insiden Luncuran Material Basah di Tambang Bawah Tanah
Freeport Indonesia menargetkan operasional dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun 2026 dan mencapai kapasitas penuh produksinya pada awal kuartal tahun 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Freeport Targetkan Operasional 100 Persen di 2026 Setelah Insiden Luncuran Material Basah di Tambang Bawah Tanah
Indonesia
HUT Ke-59, Freeport Indonesia Kenang Pegawai Meninggal Akibat Insiden Luncuran Material dan Penembakan
PT Freeport Indonesia, menjadikan peringatan HUT ini, dengan penuh refleksi dan penghormatan, mengenang karyawan yang gugur dalam insiden yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
HUT Ke-59, Freeport Indonesia Kenang Pegawai Meninggal Akibat Insiden Luncuran Material dan Penembakan
Indonesia
Pemerintah Targetkan Saham RI di PT Freeport Naik Jadi 63 Persen hingga 2041
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, saham Indonesia di PT Freeport naik menjadi 63 persen pada 2041.
Soffi Amira - Sabtu, 21 Februari 2026
Pemerintah Targetkan Saham RI di PT Freeport Naik Jadi 63 Persen hingga 2041
Indonesia
Freeport Tambah Investasi, Amankan Izin Sampai 20 Tahun Lagi
Indonesia juga sepakat berkomitmen melakukan pembelian komoditas energi AS senilai sekitar USD 15 miliar
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 20 Februari 2026
Freeport Tambah Investasi, Amankan Izin Sampai 20 Tahun Lagi
Indonesia
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Tanpa perpanjangan hingga tahun 2061, Freeport khawatir investasi besar-besaran yang mereka tanamkan tidak akan optimal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Januari 2026
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Indonesia
Saham Indonesia di PT Freeport Bakal Bertambah, Pemerintah Bakal Punya Kendali Lebih Besar
Manfaat ekonomi paling nyata akan muncul dari peningkatan porsi dividen dan pajak yang diterima pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Oktober 2025
Saham Indonesia di PT Freeport Bakal Bertambah, Pemerintah Bakal Punya Kendali Lebih Besar
Bagikan