Mensos Khofifah: Sedekah Ampuh Kurangi Angka Kemiskinan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 14 April 2017
Mensos Khofifah: Sedekah Ampuh Kurangi Angka Kemiskinan

Mensos Khofifah Indar Parawansa mencium seorang anak saat Gebyar Prestasi Alquran di Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nadiatul Ulama Khadijah, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/4). (ANTARA FOTO/Zabur

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Bersedekah atau mengeluarkan sebagian hartanya kepada orang yang tidak mampu bisa memecahkan salah satu masalah sosial, yaitu kemiskinan. Hal itu diungkapkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberi kuliah umum di Kampus IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara (Sulteng).

"Sedekah adalah salah satu strategi paling ampuh dalam mengurangi angka kemiskinan di tanah air," kata Mensos Khofifah, di Kendari, Sulteng, Jumat (14/4).

Menurut Khofifah, sedekah bukan hanya diartikan mengeluarkan harta untuk orang tidak mampu. Sedekah yang dimaksudnya adalah juga terpenting dalam bentuk ilmu pengetahuan, senyum semangat untuk maju bersama.

Kuliah umum yang dipandu Rektor IAIN Kendari Nua Alim tersebut mengusung tema "Urgensi peran perguruan tinggi Islam dalam menanggulangi masalah-masalah sosial" diikuti hampir 1.000-an mahasiswa.

Menurutnya, peningkatan angka kemiskinan disebabkan ketertinggalan ilmu, sehingga untuk mengurangi hal itu, tidak hanya cukup dengan memberikan bantuan materil, melainkan sedekah pengetahuan, agar lahir pemikir yang memiliki budi perkerti yang berakhlak mulia dan mau membantu pada sesama.

"Sebab sebagian harta kita adalah milik mereka, berikanlah hak mereka, ilmu yang kita dapat tidak akan bermanfaat jika tidak dibagi, mereka perlu pengetahuan, dan keterampilan agar dapat berkreasi, dan pada intinya mari berbagi," ujar Khofifah.

Ia mengatakan, penanganan sosial utamanya kemiskinan, diperlukan panggilan hati, kepedulian, dan pendidikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkannya.

"Juga untuk mengurangi yang tertinggal, kita tidak hanya memikirkan perubahan individual, namun perubahan bersama, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan bersama," ujarnya.

Sumber: ANTARA

#Angka Kemiskinan #Khofifah Indar Parawansa #Kementerian Sosial
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Persyaratan Bedah Rumah Didesak Buat Disederhanakan, FokusDi Kantong Kemiskinan
Realisasi program bedah rumah memperhatikan aspek pemerataan di seluruh wilayah Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Persyaratan Bedah Rumah Didesak Buat Disederhanakan, FokusDi Kantong Kemiskinan
Indonesia
Tarif Trans Jatim Digratiskan Saat Hari Perhubungan Nasional 2026
Pengembangan transportasi publik perlu diikuti partisipasi masyarakat agar layanan angkutan umum dapat berkelanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tarif Trans Jatim Digratiskan Saat Hari Perhubungan Nasional  2026
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
BPS Luruskan Salah Kaprah Publik, Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga
Desil bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi keluarga, melainkan posisi relatif kesejahteraan berdasarkan DTSEN.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
BPS Luruskan Salah Kaprah Publik, Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga
Indonesia
Cara Mudah Banding Ubah Desil, Bisa Online Pakai HP!
Data desil terkadang tidak akurat akibat perubahan kondisi ekonomi atau kesalahan input. Masyarakat bisa mengajukan banding mengajukan perubahan status desil.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Cara Mudah Banding Ubah Desil, Bisa Online Pakai HP!
Indonesia
Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik 0,005
Dibandingkan dengan September 2025, tingkat ketimpangan di wilayah perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami peningkatan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik 0,005
Indonesia
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tuamu
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Presiden juga memberikan semangat kepada salah seorang siswa yang menceritakan pengalaman pernah menjadi sasaran ejekan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tuamu
Indonesia
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan
Indonesia menjadi wakil ketua bersama Pantai Gading, Brazil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Sementara posisi ketua dipegang China melalui Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan Zhang Lu.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan
Bagikan