Mensesneg Luruskan Maksud Hasan Nasbi Ada Kementerian Salah Tafsir soal Efisensi Anggaran
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (ANTARA/Andi Firdaus)
MerahPutih.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi yang menyebut ada sejumlah kementerian/lembaga salah menafsirkan kebijakan efisiensi anggaran.
“Enggak, bukan begitu, memang kan kita butuh, ini kan baru pertama kali kita lakukan, kebijakan efisiensi ini, semangat dari bapak presiden, tentunya bnyak teman teman kementerian/lembaga bukan salah tafsir, tidak, tetapi memahami masih agak berbeda gitu loh,” ujar Prasetyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2).
Lagipula, Prasetyo menilai wajar jika Hasan Nasbi berpandangan demikian. Mengingat, kebijakan efisiensi anggaran sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025 yang masih berproses.
Baca juga:
Efisiensi Anggaran Negara, Biaya Operasional PTN dan Beasiswa Ikut Terancam ?
“Menurut saya sih wajar ya, kita kan proses, terus kita berikan penjelasan kan seperti yang sekarang terjadi, pagi ini, yang ramai diviralkan adalah KIP tidak ada lagi, ndak begitu, makanya penting untuk kita berikan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan sejumlah kementerian/lembaga salah menafsirkan kebijakan pemangkasan anggaran.
Baca juga:
Tanpa menyebut kementerian dan lembaga itu, ia mengatakan instansi itu melakukan pemangkasan untuk pelayanan dasar, padahal seharusnya pemangkasan dilakukan untuk kegiatan seremonial.
“Mereka tidak mengorbankan belanja lemak, tapi mereka mengorbankan layanan dasar. Itu salah tafsir,” ujar Hasan di Jakarta, Kamis (13/2). (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Teror Influencer Jadi Sorotan, Mensesneg Ingatkan Etika Menyampaikan Kritik
Pembangunan PSEL Masuk Proyek Hilirisasi Strategis Pemerintah, Investasi Capai Rp 600 Triliun
Indonesia Resmi Punya Hotel di Mekah, Arab Saudi Ubah Aturan Kepemilikan
Kabinet Merah Putih Gelar Retret di Hambalang, Intip Agenda Utamanya
[HOAKS atau FAKTA]: Mensesneg Bakal Pidanakan Korban Banjir Sumatera Pengambil Kayu
Istana Pastikan Relokasi Hunian Tetap di Sumbar Jadi Prioritas
Presiden Prabowo Instruksikan Dukungan Penuh Penanganan Bencana, Termasuk Tambahan Anggaran
Mensesneg Minta Kementerian dan Lembaga Ketat soal Anggaran, Uangnya untuk Renovasi Sekolah
Prabowo Beri Hak Rehabilitasi bagi 2 Guru Luwu Utara, Mensesneg: Guru Harus Dilindungi, Bukan Dihukum
Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Kertanegara, Bahas Pengembangan STEM dan Swasembada Energi-Pangan