Menkeu: Risiko Geopolitik Korut Bisa Pengaruhi Ekomoni
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) didampingi Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
MerahPutih.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, risiko geopolitik yang terjadi akibat uji coba rudal Korea Utara bisa memengaruhi ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih optimal.
"Masalah keamanan di Korea Utara bisa memberikan kekhawatiran atas prospek ekonomi," kata Sri Mulyani saat menghadiri peluncuran Laporan Ekonomi Triwulan Bank Dunia terbaru di Jakarta, Selasa (3/10).
Sri Mulyani menjelaskan, kekhawatiran atas potensi terjadi perang di kawasan ini muncul karena selama ini Asia Timur dianggap menjadi salah satu wilayah yang menyumbang pertumbuhan ekonomi global.
Selain itu, kawasan Asia Timur merupakan wilayah dengan tingkat ekonomi tinggi yang didukung oleh membaiknya daya beli, kelas menengah yang tumbuh dan kondisi keamanan yang relatif aman dan damai.
"Kalau terjadi konflik di semenanjung Korea, segalanya akan berbeda dan ekonomi akan menjadi lebih rapuh. Kawasan ini menjadi tidak berbeda dengan wilayah lain yang terkena masalah geopolitik," katanya.
Dalam publikasi terbaru, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia masih tumbuh kuat pada kisaran 5,1 persen pada 2017 dan 5,3 persen pada 2018 didukung oleh lingkungan eksternal yang kondusif, faktor fundamental ekonomi yang kuat, serta kemajuan dalam reformasi struktural.
Meski demikian, terdapat berbagai risiko eksternal yang dapat mengganggu proyeksi yaitu ketidakpastian dari normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed), perlemahan harga komoditas, kebijakan perdagangan yang proteksionis dari negara maju dan persoalan geopolitik.
Risiko lainnya yang bisa memberikan dampak negatif kepada perkiraan pertumbuhan ekonomi berasal dari sisi domestik yaitu pelaksanaan reformasi struktural yang tidak konsisten, tahun politik yang mulai berlangsung pada 2018 serta rendahnya realisasi investasi yang berdampak pada penyediaan lapangan kerja. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Fleksibilitas Portofolio Dana Pensiun Tetap Terjaga
IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya Nilai Dirut BEI Mundur karena Lalai Tindaklanjuti MSCI
Purbaya Terima 63 Laporan Hambatan Usaha, Janji Lakukan Perbaikan
Menkeu Purbaya Ancam Pecat Semua Pejabat Bea dan Cukai kecuali Dirjen, biar Kerjanya Lebih Serius
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Hapus Dana Desa, Diganti dengan Subsidi Listrik dan Sembako
IHSG Tembus 9.000 Saat Bursa Asia Kejang-Kejang, Purbaya Sebut Investor Mulai 'Jatuh Cinta' Lagi ke Indonesia
PKB Dukung Menteri Purbaya Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara
[HOAKS atau FAKTA] : Menkeu Purbaya Kasih Pinjaman Cepat Rp 500 Juta, Segera Cair Tanpa Jaminan
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kesal Rapat DPR Bahas Bencana Alam Sudah Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar