Menkes Minta Warga Tak Khawatir Soal Dugaan Kemunculan Penyakit Misterius dari Tikus

Mula AkmalMula Akmal - Jumat, 03 Juni 2022
Menkes Minta Warga Tak Khawatir Soal Dugaan Kemunculan Penyakit Misterius dari Tikus

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (kiri) (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Setelah fenomena cacar monyet (monkeypox), kini masyarakat dihebohkan dengan penyakit misterius yang menyerang sejumlah warga di Jakarta Selatan.

Diisukan, penyakit itu diduga berasal dari tikus. Kasus tersebut hingga saat ini masih diselidiki.

Baca Juga:

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak Telah Menyebar Hingga Sukabumi

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyakit yang diduga berasal dari tikus masih belum bisa dipastikan.

Menurut dia, virus semacam itu itu jarang sekali terjadi. Sehingga, dia meminta agar masyarakat bisa membedakan mana virus dari manusia dan hewan.

"Karena lagi COVID-19, semua virus itu jadi hot topics kayak kuku dan mulut, harus dibedakan antara virus di hewan dan manusia. Nah virus yang berbahaya seperti flu burung, SARS-CoV-2 itu memang loncat dari hewan ke manusia, itu sangat jarang," ujar Budi di Jakarta, Jumat (3/6).

Budi mengklaim penyakit yang diduga berasal dari hewan ini masih belum bisa dipastikan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, delapan orang yang sakit di Jakarta Selatan itu memiki gejala yang mengarah kepada penyakit Chikungunya.

Baca Juga:

Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada terhadap Penyakit Cacar Monyet

Hal tersebut berdasarkan hasil swab dari sampel tikus, kemudian melihat gejala yang dialami antara lain bintik-bintik merah dan nyeri panas.

"Updatenya ini bukan penyakit misterius itu. Kami melakukan kewaspadaan dini pemeriksaan swab dari tikus, karena ada laporan dari warga kalau di sana ada delapan orang kena," jelas Maxi.

Kini, tim petugas epidemiologi dari Kementerian Kesehatan melakukan pengecekan ke lokasi. Dengan mengambil sampel beberapa tikus dari kawasan di sana.

Nantinya beberapa sampel hewan tikus, akan diserahkan ke Laboratorium Institusi Pertanian Bogor guna penelitian lebih lanjut. (Knu)

Baca Juga:

Menteri Muhadjir: Penanganan COVID-19 Seperti Penyakit Biasa Jika Endemi

#Kemenkes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
DPR RI mendesak PPNS Kemenkes dan BPOM proaktif mengusut kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
Indonesia
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Kemenkes ungkap 3,3 juta lansia rawan terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Abu silika tajam berbahaya bagi paru-paru, mata, kulit, dan memicu risiko ISPA, stroke, hingga depresi.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Indonesia
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik
PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik
Indonesia
Pemerintah Genjot Pembangunan Puskesmas, 1.988 Unit Baru Mulai Dibangun 2027
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 04 September 2026
Pemerintah Genjot Pembangunan Puskesmas, 1.988 Unit Baru Mulai Dibangun 2027
Bagikan