Kesehatan

Menimbang Efektivitas Terapi Kretek-Kretek

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 29 April 2024
Menimbang Efektivitas Terapi Kretek-Kretek

Tak semua penyakit bisa ditangani dengan terapi kretek-kretek.(foto: pexels.com/Ryutaro Tsukata)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM – MEDIA sosial belakangan diramaikan dengan video terapi yang membuat suara berderak pada anggota tubuh. Terapi 'kretek-kretek', begitu masyarakat mengenal teknik pengobatan ini. Terapi ini makin marak ditemukan di lingkungan masyarakat.

Namun, apakah terapi ini aman untuk kesehatan? Menurut dokter sekaligus health educator dr Nadia Alaydrus, terapi kretek-kretek kebanyakan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional atau chiropractic. Terapi ini terbukti dapat mengatasi keluhan. Tidak mengherankan kalau terapi ini banyak diminati.

Baca juga:

Mengenal Terapi Chiropractic, Menghilangkan Cedera Punggung

“Terbukti nih bisa membantu mengatasi sakit yang kronis seperti nyeri pinggang yang kemudian bisa membuat nyerinya itu semakin berkurang. Selain itu, keuntungannya juga bisa membuat seseorang menjadi tidak bergantung kepada obat pereda nyeri,” kata Nadia di akun TikToknya, @ndialaydrus, Senin (29/4).

Akan tetapi, tidak semua keluhan yang dirasakan tiap orang dapat diatasi dengan terapi ini. Nadia mengatakan, pada orang dengan nyeri send, kondisi itu sebetulnya disebabkan mengalami kekurangan vitamin D dan kalsium. Dengan kata lain, jika seseorang dapat memenuhi kebutuhan tersebut setidaknya 1000-1300 mg/hari dapat dipastikan kesehatan tulang jadi lebih optimal dan tidak memerlukan terapi tersebut.

Selain itu, kalsium yang didapat juga dapat membantu kinerja kontraksi otot sistem saraf dan nutrisi ibu hamil serta menyusui. Ia menyebut zinc dapat membantu mengatasi nyeri kronis dan meningkatkan sistem imun, pertumbuhan, dan perkembangan. “Bahkan baik untuk pemulihan luka dan metabolisme tubuh. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk bisa memenuhi kebutuhan zinc dan kalsium,” sarannya.

Untuk memenuhi kebutuhan zinc dan kalsium, Nadia menyarankan mengonsumsi suplemen kalsium dan zinc sehingga bisa membantu meningkatkan imun dan nafsu makan.(chn)

Baca juga:

Asupan Vitamin C dan Zinc Sebelum Puasa Ramadan Sangat Penting, Ini Alasannya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan