Menilik Jejak Tradisi Megalitik di Lembah Bada
Hinga saat ini masih belum ada yang bisa memastikan siapa yang membuat batuan megalit di Lembah Bada. (Foto: haraajuku.blogspot)
Tidak banyak orang yang antusias belajar sejarah. Salah satunya mungkin anak Anda. Cara termudah mengajari anak belajar sejarah ialah mengajaknya wisata ke objek wisata bersejarah seperti Lembah Bada di Taman Nasional Lore Lindu, Poso, Sulawesi Tengah.
Di sana, anak Anda dapat menilik jejak kebudayaan Megalitik yang identik dengan struktur atau monumen yang dibuat dari batu besar atau megalit. Lembah Bada atau biasa dikenal dengan Lembah Napu merupakan situs megalitik yang terletak di Taman Nasional Lore Lindu, Poso, Sulawesi Tengah.
Ketika berkunjung ke lembah ini, Anda akan menjumpai 30 batu yang dipahat menyerupai bentuk wajah manusia. Megalit di Lembah Bada ditemukan pertama kali pada 1908. Meski begitu, waktu pasti pembuatan patung masih jadi misteri hingga saat ini.
Batu besar di Lembah Bada diduga dibuat oleh budaya Megalitik yang berbeda. Lantas, ada pula yang menyebutkan batu-batu besar itu telah ada sejak 5 ribu tahun silam dan ada kaitannya dengan budaya Megalitik di Kamboja, Laos, dan sederet tempat bersejarah di Indonesia yang telah ada sejak 2 ribu tahun lalu.
Meski misteri tersebut belum terkuak, masyarakat setempat percaya bahwa megalit di Lembah Bada tersebut dibuat sebagai beda untuk disembah.
Beberapa cerita masyarakat mengungkapkan bahwa beberapa batu megalit tadinya adalah sebuah manusia yang dikutuk menjadi batu. Misalnya ada orang bernama Tadulako, seorang penjaga desa. Ia dikutuk menjadi batu megalit karena tertangkap mencuri beras.
Spekulasi lain dari penduduk lokal ialah batu ini dapat menangkal roh jahat serta berpindah tempat dengan sendirinya dan menghilang.
Penasaran ingin menilik jejak tradisi Megalitik di Lembah Bada? Untuk menuju ke Lembah Bada Anda bisa melalui rute darat selama 5 jam menggunakan mobil dari arah Palu menuju Poso. Dari Makassar, Anda juga bisa menggunakan pesawat menuju Poso. Anda bisa mengajak anak-anak ke sana saat libur Lebaran nanti.
Baca juga artikel Menyusuri Lembah Sigelap Wonosobo
Bagikan
Berita Terkait
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata