Menhub Umumkan Tarif Normal Kereta Bandara
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) memasuki kereta bandara saat uji coba menuju Bandara Soekarno Hatta di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa (5/12). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
MerahPutih.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tarif kereta api bandara akan dipatok seharga Rp 70 ribu mulai Januari 2018 mendatang.
Menurut Budi, tarif tersebut turun sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menilai tarif sebelumnya sebesar Rp 100 ribu, terlalu mahal untuk masyarakat.
"Sesuai arahan Presiden, Rp 100 ribu itu kemahalan. Kami hitung kembali kira-kira Rp 70 ribu," kata Budi seperti yang dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (8/12).
Budi menuturkan, pihaknya akan meminta PT Railink selaku operator kereta bandara untuk melakukan pemberian potongan harga.
Ia meminta agar perusahaan itu mencari cara menghimpun pendapatan lain untuk mengompensasi harga tiket termasuk dengan mencari iklan.
"Diskon dulu, nanti kami minta Railink agar dapat income dari yang lain seperti sponsor atau iklan supaya totalnya Rp 100 ribu, tapi kepada konsumen tarifnya Rp 70 ribu," katanya.
Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu menjelaskan, karena operasi kereta bandara bersifat komersial, maka pemerintah tidak akan memberikan subsidi.
Kenaikan harga tiket pun, lanjut dia, akan dilakukan perusahaan melalui pertimbangan komersial. Namun, ia berharap tarif sebesar Rp 70 ribu bisa bertahan dalam satu tahun ke depan sebelum ada kenaikan.
Adapun hingga akhir tahun 2017, Budi mengatakan akan ada pemberlakuan tarif promo sebesar Rp 30 ribu.
"Promo sampai Januari Rp 30 ribu. Kemudian di bulan Januari menjadi Rp70 ribu. Itu untuk rute terjauh," katanya.
Kereta bandara yang jadi alternatif moda transportasi warga Jakarta menuju Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten, seharusnya sudah resmi dibuka untuk umum per 1 Desember lalu.
Namun, hingga kini kereta bandara itu belum juga beroperasi karena masih terus melakukan uji coba pengoperasian. "Kita sedang simulasi, insya Allah dalam satu minggu ini bisa selesai," katanya.
Kecepatan perjalanan kereta bandara sekitar 18-20 kilometer per jam. Namun, setelah melewati Stasiun Batu Ceper, kecepatan kereta meningkat sekitar 60 km per jam. Waktu tempuh dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru diperkirakan 55 menit.
PT Railink telah menyiapkan 10 rangkaian KA Bandara Soekarno-Hatta dengan 82 perjalanan dan kapasitas 33.000 penumpang setiap hari. Satu rangkaian terdiri dari enam kereta yang mampu mengangkut 272 penumpang. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Fortuner Ringsek Tak Berbentuk Hingga Nyebur ke Kali Setelah Berhadapan dengan KA Ekspres Bandara, Pengemudi Selamat
Jelang Nataru 2025/2026, Kemenhub Gencarkan Ramp Check di Seluruh Moda Transportasi
Pramono Persilahkan Pengemudi Ojek Gelar Demo, Jangan Sporadis
Hore! Naik Kereta Bandara Soetta Dapat Diskon Rp 17 Ribu, Berlaku Sampai 30 September
Turun Kereta Cepat Whoosh Langsung Terkoneksi ke Bandara Soetta dan Halim, Catat Jadwal dan Besaran Tarifnya
KAI Suplai 60 Ribu Ton Avtur dan 1,62 Juta Penumpang KA Bandara
Kereta Bandara Soetta Tertemper, Sejumlah Perjalanan Commuter Line Terganggu
Ribuan Pengemudi Ojol Gelar Demo Besok, Menhub: Kami tak Bisa Cegah
Kementerian Perhubungan akan Tertibkan Kendaraan Truk Bermuatan Over Dimensi
Raker Menteri Perhubungan dengan Komisi V DPR Bahas Program Kerja Kemenhub Tahun 2025