Menhub Klaim Pihaknya Lampaui Standar Keselamatan Penerbangan Dunia
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (MP/Teresa Ika)
MerahPutih.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa pihaknya sudah melampaui standar keselamatan penerbangan dunia berdasarkan ICAO USOAP dari 50 menjadi 80.
"Alhamdulillah sekarang sudah finalisasi. Saya bersyukur, kita mencapai kualifikasi yang baik dan tinggi di atas rata-rata, yaitu meningkat 60 persen dari sekitar 50 menjadi sekitar 80," kata Budi saat ditemui di peringatan HUT ke-14 Sriwijaya Air Group di Tangerang, Jumat (10/11).
Budi mengimbau, dengan adanya pencapaian tersebut, seluruh pemangku kepentingan, baik itu operator maupun regulator bisa mempertahankannya.
"Yang berat adalah bagaimana kita mempertahankan kualifikasi itu. Dunia penerbangan adalah suatu yang sangat kompleks, apalagi Indonesia sangat luas lebih dari 500 bandara ratusan pesawat," katanya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus menyatakan optimisme akan melampaui standar keselamatan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO USOAP).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan proses audit di lapangan atau on site sudah dilakukan oleh auditor ICAO pada 18 Oktober 2017. "Saya optimistis mendapat nilai yang bagus," tegas Agus.
Agus menyebutkan, nilai standar dunia untuk kategori lolos, yaitu di rata-rata 60. Namun, ia mengaku optimistis bisa melampaui anglais tersebut.
"Pokoknya bagus, saya mengapresiasi teman-teman yang sudah bekerja sang dan malam untik mendapatkan ini, nanti hasilnya diumumkan bulan depan," katanya.
Dia mengaku optimisme tersebut karena sudah mengantongi Kategori 1 standar keselamatan penerbangan dari Otoritas Penerbangan Amerika Serikat, yaitu Federal Aviation Administration (FAA) kategori 1. "Kita sudah kategori 1 FAA, artinya sudah memenuhi global safety plan," katanya.
Selain itu, Agus mengatakan, dari hasil audit dari Tim ICAO, secara umum hasilnya baik. "Tidak banyak catatan yang disampaikan dari ICAO," katanya.
Sementara itu, Ditjen Perhubungan Udara sebelumnya sudah mengantongi nilai dari standar keamanan Penerbangan internationaal tau ICAO USAP, yaitu 94,5. (*)
Bagikan
Berita Terkait
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Bantimurung Jadi Posko Pencarian Pesawat ATR Hilang Kontak, Helikopter TNI AU Diterjunkan
Jangan Lupa, Mulai Hari Ini Sriwijaya Air & NAM Air Rute Domestik Pindah ke Terminal 1B Bandara Soetta
Dapat Suntikan Modal 23,67 Triliun, Garuda Indonesia Janji Perkokoh Operasional
Jelang Nataru 2025/2026, Kemenhub Gencarkan Ramp Check di Seluruh Moda Transportasi
2 Maskapai China dan Korea Anyar Terbang ke Bali, Wisatawan Diharapkan Makin Banyak
Garuda Operasikan 70 Rute Penerbangan Dengan Tingkat Keterisian 78 Persen, Knock Off Rute Tidak Menguntungkan
Pramono Persilahkan Pengemudi Ojek Gelar Demo, Jangan Sporadis
Maskapai Fly Jaya Rute Jember-Jakarta Terbang Perdana 18 September, Tiket Dibandrol Rp 1,3-1,4 Juta
Imbas Demo, Penerbangan Perdana Rute Jember-Jakarta PP Hari Ini Ditunda Sepekan