Mengintip Fasilitas Mel's Dorm: Penginapan Ramah Backpacker Kawasan Kota Tua

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 25 Oktober 2018
Mengintip Fasilitas Mel's Dorm: Penginapan Ramah Backpacker Kawasan Kota Tua

Papan nama Mel's Dorm Kota Tua Jakarta. (MP/RIizky Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BELUM genap tengah malam, lampu indikator di ponsel pintar menyala. Setelah dibuka, seorang teman ternyata mengirim pesan via Whatsapp mengajak menjelajah tempat-tempat baru di kawasan Kota Tua Jakarta.

"Wajib banget kepoin Mel`s Dorm. Deket Kali Besar, Kota Tua," pesannya singkat.

Pensaran. Penjelajahan di dunia maya pun dimulai untuk mencari informasi lengkap tempat tersebut. Di laman resminya tersua alamat lengkap hostel di Gedung Kertaniaga, Lantai 2, Kota Tua. Jalan Kali Besar Nomor 8, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat.

Selesai membookmark alamat, penelusuran berlanjut untuk menemukan ulasan-ulasan mengenai beragam fasilitas tempat tersebut. Namun, hingga tiga halaman dibuka, tak nampak artikel diinginkan.

Makin penasaran. Tim merahputih.com pun bertandang ke lokasi. Setiba di Stasiun Jakarta Kota (Beos), kami disambut sinar matahari menyalak-nyalak. Pusat sinarnya tepat di atas kepala.

Mel's Dorm Kota Tua. (MP/Rizki Fitrianto)
Tampilan ruang dalam Mel's Dorm Kota Tua. (MP/Rizki Fitrianto)

Dari stasiun, kami berjalan mengikuti sinar matahari menerpa gedung-gedung tua. Mulai dari Museum Bank Indonesia hingga bangunan Toko Merah.

Di sepanjang jalan, tak ditemukan lokasi tujuan. Kami celingukan tepat di depan Toko Merah sembari menikmati keindahan Kali Besar nan serupa sungai Cheonggyecheon, Korea Selatan.

Sejurus kemudian, di seberang nampak beberapa turis asing bercangkung ransel besar di depan gedung tua. Setelah mendekat, tepat di belakang turis, akhirnya kami bersua sebuah papan nama kecil bertulis "MEL`S DORM" di dinding dekat pintu masuk gedung.

Bergaya Neoklasik

Begitu melewati pintu, kami pun kebingungan mendapati suasana cafe bukan hostel.

Tak lama, seorang pramusaji cafe meminta kami menaiki tangga dengan railling besi berwarna hitam dipadu elemen kayu pada bagian pegangan.

Suasana tampak berbeda ketika sampai di lantai dua. Gaya neoklasik gedung tua Kerta Niaga masih terasa kental dengan sentuhan natural bata ekspos pada ruang depan atau resepsionis Mel`s Dorm.

Sentuhan bata ekspos, tiga lampu gantung, drum kayu ukuran sedang untuk alas vas tanaman, dan lantai bertegel warna-warni menambah kesan vintage.

Tak jauh dari meja resepsionis berdiri seorang pria berkacamata mengenakan sweater berwarna krem. Ia tersenyum ramah menyapa kehadiran kami. Lelaki bernama Hendry Surjadi merupakan Owner Mel's Dorm.

Hendry Surjadi, Owner Mel's Dorm Kota Tua. (MP/Rizki Fitrianto)
Hendry Surjadi, Owner Mel's Dorm Kota Tua. (MP/Rizki Fitrianto)

Hendry lantas mengajak berkeliling melihat seluruh fasilitas dan kamar. Nuansa vintage kembali hadir begitu memasuki semacam lobi. Meja kayu panjang menempel tembok bermural menjadi pilihan khusus agar ruangan terkesan lega.

"Kami sengaja tak mengubah bentuk aseli bangunan karena Bangunan Cagar Budaya," kata Hendry kepada merahputih.com.

Ide menginisiasi Mel`s Dorm bermula dari pengalaman Hendry bervakansi ala backpacker ke berbagai negara, terutama Eropa. Ia pun berjumpa para backpacker lain dari berbagai negara.

"Melihat kebiasaan orang Eropa Timur saat backpackern seperinya tak membutuhkan tempat istirahat luas, saya langsung terinspirasi untuk buat penginapan kapsul," kata Hendry.

Meski begitu, pria nan kerap disapa Hendry ini melihat celah lain ketika ingin menggarap hotel kapsul. Pertama, konsep hotel kapsul di luar negeri justru berharga lebih tinggi tarifnya. Kedua, materialnya pun harus didatangkan langsung dari luar negeri. Anggaran jadi membekak. Ia pun memutar otak.

Serupa Asrama

Setelah mencari inspirasi, ia pun menemkan jalan keluar. "Saya memutuskan untuk membuat semacam asrama dengan fasilitas tempat tidur kamar mandi dan sarapan pagi," katanya.

Mel`s Dorm, menurutnya, berasal dari dua kata. "Mel's sendiri adalah nama istri saya dan Dorm (Bahasa Belanda) berarti asrama, konsep sekolah," kata Hendry.

Dengan konsep serupa asrama, para backpacker tak perlu mengeluarkan kocak terlalu dalam. Para backpacker domestik cukup membayar Rp 108.000 per malam, sementara backpacker mancanegara sebesar 8 USD, untuk bisa menikmati beragam fasilitas di Mel`s Dorm.

Kamar Tidur Mel's Dorm Kota Tua. (MP/Rizki Fitrianto)
Kamar Tidur Mel's Dorm Kota Tua. (MP/Rizki Fitrianto)

Sang Owner mengaku turun tangan langsung mengerjakan beberapa hal saat membangun Mel`s Dorm, mulai dari merancang kamar tidur, dipan, hingga bedcover, dengan mempekerjakan pengrajin lokal. "Ini bahanya berasal dari Tanah Abang dan Cipulir," kata Hendry saat memperlihatkan gorden penutup tepat tidur Mel's Dorm.

Bila di bagian depan, ruang resepsionis dan lobi begitu kental unsur vintage, maka bagian dalam di masing-masing kamar tidur memiliki style berbeda. Dengan mengusung konsep modern minimalis, Hendry berharap pengunjung mendapat kesan aktual tentang kamar tidurnya. Material kayu dan besi tetap dipertahankan. Yang berbeda dengan bagian depan hanya balutan warna-warna terang pada hampir seluruh interior.

Hendry berharap para backpacker, siswa studi tour, hingga turis mancanegara bisa merasakan kenikmatan bermalam di Mel`s Dorm. "Saya kira dengan harga yang terjangkau dan fasilitas yang ditawarkan tempat ini akan menjadi favorit bagi anak-anak milenial," katanya. (Zai)

Baca Juga:Wajib, Mengunjungi Museum di Sekitar Kota Tua Jakarta

#Kota Tua #Kota Tua Jakarta #Travel #Traveling
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Revitalisasi Glodok-Kota Tua, Rano Karno: Potensi Wisata Sangat Besar
Pemprov DKI Jakarta menata kawasan Glodok yang terintegrasi dengan revitalisasi Kota Tua. Rano Karno optimistis kawasan ini mampu menarik wisatawan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Januari 2026
Revitalisasi Glodok-Kota Tua, Rano Karno: Potensi Wisata Sangat Besar
Indonesia
Sambut Imlek, Rekayasa Lalin Bakal Diberlakukan di Kota Tua hingga Pertengahan Februari 2026
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di Kota Tua hingga pertengahan Februari 2026. Hal itu dilakukan demi menyambut Imlek.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Sambut Imlek, Rekayasa Lalin Bakal Diberlakukan di Kota Tua hingga Pertengahan Februari 2026
Indonesia
Catat! Begini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Kota Tua Jakarta Saat Bersolek Jadi Kota Sinema
Untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan meminimalisir kemacetan parah, Dishub mengerahkan sebanyak 110 personel lapangan
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 17 Januari 2026
Catat! Begini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Kota Tua Jakarta Saat Bersolek Jadi Kota Sinema
Indonesia
Pemprov DKI Tata Kawasan Pasar Baru Hingga Kota Tua pada Pertengahan 2026
Program ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah sekaligus pusat aktivitas ekonomi lama Jakarta.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Pemprov DKI Tata Kawasan Pasar Baru Hingga Kota Tua pada Pertengahan 2026
Indonesia
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
Pemprov DKI Jakarta akan menata kawasan Pasar Baru hingga Kota Tua pada 2026. Coba hidupkan kembali ekonomi, pariwisata, dan konektivitas Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
Indonesia
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Konsentrasi sampah terlihat paling padat di area alun-alun Museum Fatahillah dan sekitar pintu masuk Stasiun Kota, yang merupakan titik kumpul utama ribuan pengunjung saat merayakan malam tahun baru.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Indonesia
Kota Tua Harus Sudah 'Glowing' Sebelum 2029, Rano Karno Bentuk Lembaga Teknis Khusus
Demi menjamin keberlanjutan proyek, Wagub Rano berencana membentuk sebuah lembaga teknis khusus
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Kota Tua Harus Sudah 'Glowing' Sebelum 2029, Rano Karno Bentuk Lembaga Teknis Khusus
Indonesia
Renovasi Kota Tua Ditarget Rampung sebelum MRT Beroperasi 2029
Pemprov DKI berharap Kota Tua tampil lebih tertata, nyaman, dan mampu menyambut era baru transportasi Jakarta dengan wajah yang lebih siap dan membanggakan.
Dwi Astarini - Rabu, 26 November 2025
Renovasi Kota Tua Ditarget Rampung sebelum MRT Beroperasi 2029
Indonesia
Pramono Ngotot 2 Proyek di Jakarta Harus Masuk Proyek Srategis Nasional, Ini Alasanya
Dalam revitalisasi kawasan Kota Tua, Pemprov DKI akan melakukan pekerjaan infrastruktur dasar, seperti pedestrian, perbaikan jalan, dan normalisasi sungai yang dimulai pada 2026. Sedangkan, aset yang berada di bawah pengelolaan Danantara juga akan dilakukan perbaikan oleh pemerintah pusat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 November 2025
Pramono Ngotot 2 Proyek di Jakarta Harus Masuk Proyek Srategis Nasional, Ini Alasanya
Indonesia
Pramono Ingin Kota Tua Jadi Etalase Bagi Seni dan Budaya
Pemerintah DKI Jakarta akan menggandeng seniman-seniman dari kampus IKJ untuk menunjukan keahliannya di panggang Kota Tua.
Dwi Astarini - Rabu, 05 November 2025
Pramono Ingin Kota Tua Jadi Etalase Bagi Seni dan Budaya
Bagikan