Menghilangkan Daki Bandel di Leher

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 09 September 2023
Menghilangkan Daki Bandel di Leher

Bersihkan secara teratur area leher dari daki. (freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DAKI di leher bukan hanya kotor tapi juga mengganggu estetika diri. Apalagi kemudian dianggap jorok karena tidak dapat merawat diri dengan baik. Padahal bagian leher dapat terlihat jelas di cermin yang memungkinkan proses pembersihan.

Mengapa daki ada di leher? Penyebabnya adalah penumpukan minyak, keringat, kotoran, dan sel kulit mati yang tidak dibersihkan secara teratur dan tuntas.

Baca Juga:

Di Pagi Hari, Pilih Mana: Sarapan atau Mandi Dulu?

mandi
Daki di leher dapat dihilangkan dengan mandi yang baik dan bersih. (Pixabay/PublicDomainPictures)

Selain itu, dalam beberapa situasi, daki pada leher karena faktor-faktor seperti hiperpigmentasi, trauma, akantosis nigricans, bahkan karena konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti fenitoin.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengatasi daki yang sulit hilang pada leher.

Mandi

Membersihkan diri pada saat mandi adalah yang paling penting. Kotoran, debu dan sejenisnya dapat hiloang dengan kebiasaan sehat dan baik ini. Gosoklah leher dengan baik saat sedang mandi.

Saat tubuhmu dalam kondisi basah, kamu bisa menggunakan shower puff, spons, atau waslap untuk membersihkan leher. APeralatan mandi itu terbukti efektif dalam mengangkat kotoran, minyak, keringat, dan sel kulit mati.

Sabun eksfoliator

Untuk membersihkan leher dengan baik, kamu bisa menggunakan sabun yang mengandung eksfoliator seperti AHA (alpha hydroxy acids) dan BHA (beta hydroxy acids). Bahan-bahan itu membantu mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit.

Selain itu, AHA dan BHA juga memiliki manfaat tambahan, seperti meremajakan tekstur kulit dan mengurangi kerutan halus. Menggunakan sabun dengan kandungan ini tidak hanya membantu menghilangkan daki pada leher tetapi juga membuat kulit leher tampak lebih kencang.

Baca Juga:

Manfaat Menaruh Tanaman di Kamar Mandi

sabun
Gunakanlah sabun yang yang mengandung eksfoliator. (Pexels/Pixabay)

Scrubbing

Selain mandi dan menggunakan sabun yang tepat, kamu juga bisa melakukan eksfoliasi tambahan untuk mengatasi daki pada leher. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan scrub minimal 1-2 kali seminggu. Scrub adalah produk yang efektif untuk menghilangkan daki pada leher. Scrub mudah ditemukan di pasar. Kamu dapat membuat scrub alami dengan bahan-bahan sederhana seperti gula merah.

Hal yang paling penting dalam menghindari daki pada leher adalah selalu mandi setelah beraktivitas luar ruangan. Terutama jika kamu menggunakan transportasi umum atau sepeda motor. Debu dan keringat dapat menempel di leher, oleh karena itu penting untuk membersihkannya dengan baik dan menggunakan sabun yang sesuai. (aqb)

Baca Juga:

Jangan Salah, Mandi Juga Ada Urutannya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - 45 menit lalu
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan