Mengenal Variasi Karakteristik Batuk Pada Omicron

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 27 Februari 2022
Mengenal Variasi Karakteristik Batuk Pada Omicron

Batuk yang dialami pesien Omicron bervariasi (Foto: pixabay/alexandra_koch)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PASIEN omicron diketahui tidak mengalami gejala batuk yang spefisik. Batuk yang dialami pesien omicron bervariasi. Hal tersebut dipaparkan Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania, MSi.

Menurut Inggrid, berdasarkan statistik survei gejala, sebagian besar pasien mengalami batik kering. Namun, hal tersebut masih perlu dikonfirmasi lagi benar atau tidaknya.

Baca Juga:

Penyintas COVID-19 Tetap Berisiko Terpapar Omicron

"Kadang masyarakat mendefinisikan batuk kering, padahal sebetulnya ada dahak, tapi sulit dikeluarkan," kata Inggrid seperti dilansir ANTARA.

Pada orang yang terinfeksi omicron, batik kering hingga batuk berdahak bisa dirasakan. Akan tetapi, batuk yang sifatnya paroksismal terjadi terus-menerus sehingga menyebabkan sesak napas tidak terjadi pada penyintas omicron. "Kalau ada gejala itu, ada penyebab lain," jelas Inggrid.

Kenali variasi batuk Omicron (Foto: pixabay/tumisu)

Selain itu, Inggrid juga menyampaikan batuk merupakan refleks dari sistem pernapasa yang bertujuan mengosongkan jalan napas dari partikel benda asing, mikroba, asap dan debu, serta cairan dan mucus.

Terlepas dari infeksi virus seperti influenza dan COVID-19, batuk bisa disebabkan bahan iritan, efek samping obat, infeksi yang membat bronchitis, refluks asam lambung, kanker paru-paru, asma, dan alergi.

Ada beberapa jenis batuk, yaitu batuk kering, batuk berdahak, dan kombinasi kedua batuk tersebut. Bila dilihat dari durasi, batuk terbagi dua, yaitu batuk akut yang berakhir setelah 2-3 minggu, dan batuk kronis yang berlangsung dalam waktu lama.

"Pada COVID-19, batuknya akut, tapi meski varian omicron dianggap ringan, tetap ada kejadian long COVID, yakni setelah 4 pekan ada gejala yang dirasakan," ujar Inggid.

dr. Inggrid memberikan sejumlah tips untuk meredakan batuk (Foto: pixabay/nastyagepp)

Untuk mengatasi batuk, Inggrid memberikan sejumlah tips, salah satunya minum air putih yang cukup. Inggrid menyarankan sebisa mungkin minum air putih hangat guna membantu meredakan batuk. Mandilah dengan air hangat dan jauhi iritan yang bisa memperparah batuk.

Apabila mengalami batuk akibat omicron, kamu harus menghindari lingkungan yang mengandung bahan iritan, seperti asap rokok. Usahakan agar kamar isolasi mandiri jangan sampai berdebu. Apabila batuk, kamu sebaiknya jangan merokok dan jauhi perokok hingga batuk mereda. Bila tidak membaik selama tiga hari, segeralah berkonsultasi dengan dokter. (Ryn)

Baca Juga:

Mengintip Daftar Negara dengan Penanganan COVID-19 Terburuk

#Kesehatan #Omicron
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - 7 menit lalu
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Bagikan