Kesehatan

Mengenal Lebih dalam Tentang Prosedur Transplantasi Rambut

Muchammad YaniMuchammad Yani - Rabu, 28 Juli 2021
Mengenal Lebih dalam Tentang Prosedur Transplantasi Rambut

Prosedur transplantasi rambut yang sedang trend. (Foto: Unsplash/Nathan Fertig)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBOTAKAN pada rambut sering terjadi pada laki-laki, tetapi bukan berarti perempuan tidak mengalaminya. Pola kebotakan terjadi hampir pada setengah populasi pria. Dalam sebuah penelitian, ditemukan 53 persen dari pria akan mengalami kerontokan rambut sedang hingga ekstensif pada umur mereka yang keempat puluh.

Mengatasi hal itu, transplantasi rambut telah menjadi pilihan yang semakin mudah diakses dan populer, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan folikular. Banyak public figure yang belakangan ini juga sudah mulai melakukan transplantasi rambut. Sebut saja salah satunya adalah Kevin Aprilio.

Baca juga:

Sampo Kering Habis? 4 Alternatif Ini Ampuh Mengatasi Rambut Berminyak

Tindakan yang disarankan sebelum mengambil langkah transplantasi rambut adalah mencoba obat rambut rontok terlebih dahulu. Salah satu kriteria utama untuk mempertimbangkan transplantasi rambut adalah memastikan pasokan akan memenuhi permintaan. Jika persediaan donor kecil dan permintaannya besar, kamu tidak menjadi kandidat transplantasi rambut yang ideal.

Rambut bergelombang akan memberikan lebih banyak cakupan dan kepadatan yang lebih baik daripada rambut yang lebih halus, sehingga cenderung paling sesuai dengan transplantasi seperti halnya kulit kepala yang lebih longgar yang memudahkan ahli bedah kamu untuk menanam di folikel.

Rambut bergelombang lebih memudahkan proses transplantasi rambut. (Foto: Unsplash/Carlos Macias)
Rambut bergelombang lebih memudahkan proses transplantasi rambut. (Foto: Unsplash/Carlos Macias)

Tidak ada usia minimum untuk transplantasi rambut, tetapi pertimbangkan bahwa semakin muda kamu, semakin besar kemungkinan kamu akan membutuhkan transplantasi lagi di masa depan karena kerontokan rambut kamu akan terus berlanjut.

Dua jenis transplantasi rambut yang paling populer dan umum adalah FUE dan FUT. FUT singkatan dari transplantasi unit folikel dan melibatkan ahli bedah mengambil potongan folikel rambut dari pasokan, yaitu tempat kamu memiliki rambut dan kemudian memposisikannya ke dalam sayatan di kulit kepala, yaitu tempat kamu membutuhkan rambut. Kulit kepala kemudian dijahit di bagian belakang dengan rambut di sekitarnya menyembunyikan tambalan.

Baca juga:

Selangkah Makin Dekat Menuju Vaksin Alzheimer

FUE atau eksisi unit folikular lebih rumit bagi ahli bedah tetapi jauh lebih tidak invasif dan menyakitkan bagi pasien. Hal ini mengharuskan praktisi untuk mencukur bagian belakang rambut kamu sebelum kemudian mengambil setiap folikel rambut yang sehat secara individual dan memasukkannya ke dalam potongan kecil di kulit kepala di mana rambut menipis.

Prosedur FUE tidak meninggalkan bekas luka yang terlihat di bagian belakang kepala, seperti halnya dengan metode strip transplantasi rambut yang lebih tua.Pasien dapat segera meninggalkan klinik setelah perawatan dengan waktu henti yang minimal, sehingga mereka dapat dengan cepat kembali ke aktivitas sehari-hari.

Transplantasi rambut dilakukan dengan anestesi lokal, kamu akan benar-benar sadar saat transplantasi sedang berlangsung. kamu mungkin harus mengenakan perban di kulit kepala kamu saat pulih dan memerlukan satu atau dua hari libur kerja. Setelah prosedur itu, kulit kepala kamu akan terasa lembut saat disentuh dan akan ada beberapa ketidaknyamanan saat obat bius hilang, tetapi tidak ada obat penghilang rasa sakit yang diresepkan.

Setelah beberapa hari kamu dapat melepas perban dan mencucinya dengan lembut, dan setelah seminggu bintik-bintik merah akan hilang. Jangan memakai topi atau apapun itu. Segala jenis hiasan kepala mungkin memberi tekanan pada cangkokan, memindahkannya keluar dari tempatnya dalam prosesnya. Kamu perlu menunggu folikel baru untuk menetap secara permanen di posisi barunya.

Teknik FUE mengharuskan ahli bedah yang terampil dalam menyisipkan rambut pada sudut tertentu. Hal ini artinya meniru arah alami rambut normal kamu. Berbeda dengan prosedur FUT yang menghasilkan surai rambut yang tampak alami seperti yang diberikan Tuhan kepada kamu. (Tel)

Baca juga:

Cantik dari Dalam, Beauty Skincare yang Bisa Dikonsumsi

#Fashion #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Tradisi
Kisah Masyarakat Adat Iban Sadap Merawat Alam dan Tradisi lewat Tenun
Bagi masyarakat adat Dayak Iban, menenun merupakan jalan untuk menjaga identitas, mengingat leluhur, dan merawat hubungan dengan alam.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
Kisah Masyarakat Adat Iban Sadap Merawat Alam dan Tradisi lewat Tenun
Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Fashion
Beauty Science Tech 2026, Satukan Sains, Teknologi, dan Dampak Bermakna
ParagonCorp memadukan sains, teknologi, dan nilai kebermanfaatan guna menghadirkan inovasi yang kompetitif secara global serta berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Beauty Science Tech 2026, Satukan Sains, Teknologi, dan Dampak Bermakna
ShowBiz
Perancang Busana Italia Valentino Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
Sejak awal, Valentino dikenal lewat gaun-gaun merahnya sehingga dikenal dalam dunia mode sebagai 'Valentino red'.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
Perancang Busana Italia Valentino Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Bagikan