Kesehatan

Mengenal Jenis-Jenis Diet Vegetarian

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 11 Januari 2022
Mengenal Jenis-Jenis Diet Vegetarian

Diet vegetarian sedang populer beberapa tahun terakhir. (Foto: Unsplash/Louis Hansel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA beberapa macam diet, salah satunya diet vegetarian yang sedang populer beberapa tahun terakhir. Orang sering menganggap bahwa cara makan vegetarian hanya menekankan pada nabati daripada produk hewani.

Mengutip laman Healthline, Senin (10/1), ada beberapa jenis vegetarian dengan pola makan yang berbeda-beda, salah satuya diet vegetarian lakto-ovo. Jenis vegetarian ini tidak mengonsumsi daging maupun ikan. Namun, mereka yang menjalani diet vegetarian lakto-ovo tetap memasukkan telur dan produk susu ke dalam makanan mereka.

Awalan ‘lakto’ mengacu pada susu sapi atau produk susu, sedangkan ‘ovo’ berarti telur yang berasal dari kata latin ovum. Seorang yang menjalani diet lakto-ovo boleh mengonsumsi susu, keju, mentega, yogurt, es krim, dan produk susu lainnya. Namun, mereka tidak mengonsumsi daging sapi, ikan, ayam maupun babi.

Baca juga:

Manfaat dari Bubuk Kakao, Bisa Buat Diet

Apa Saja Tipe Diet Vegetarian?
Setiap orang punya cara dietnya masing-masing. (Foto: Unsplash/Brooke Lark)

Selain itu ada juga diet lakto-vegetarian adalah diet nabati yang mencakup produk susu. Variasi ini termasuk produk susu seperti susu sapi dan produk makanan yang terbuat dari susu sapi. Namun, mereka tetap tidak memakan semua daging sama seperti diet vegetarian lakto-ovo.

Selanjutnya ada diet ovo-vegetarian yang tidak mengonsumsi produk-produk susu, namun mereka yang melakukan diet ini boleh mengonsumsi telur. Misalnya seperti telur orak-arik, telur rebus, dan omelet. Mereka juga dapat menggunakan telur dalam menu makanan lain seperti muffin, kue, dan roti.

Tipe diet flexitarian atau diet fleksibel merupakan diet yang lebih ringan dibandingkan dengan vegan maupun vegetarian yang ketat. Prinsip utama diet ini termasuk mengonsumsi sebagian besar makanan nabati utuh, mendapatkan sebagian besar protein dari tumbuhan daripada hewan, membatasi tambahan gula dan makanan olahan, serta mengonsumsi daging dan produk hewani lainnya sesekali.

Baca juga:

Jungkook BTS Jalani Diet Ekstrem Sebelum Comeback 'Butter'

Apa Saja Tipe Diet Vegetarian?
Diet butuh komitmen untuk tetap lancar. (Foto: Unsplash/Farhad Ibrahimzade)

Yang kelima adalah dies pescatarian, adalah diet nabati yang mencakup ikan. Awalan pesce sendiri merupakan bahasa Italia yang artinya ikan, sehingga seorang pescatarian boleh mengonsumsi makanan berbasis ikan seperti tuna, halibut, salmon, atau sushi.

Dan diet yang terakhir adalah pola makan vegan yang mengecualikan semua produk dari hewan termasuk daging dan ikan, produk susu, hingga telur. Pola makan vegan hanya didasarkan pada makanan nabati. Makanan yang boleh dikonsumsi oleh seorang vegan adalah buah-buahan, sayuran, biji-bijian, hingga kacang-kacangan. (and)

Baca juga:

5 Manfaat Jadi Pendonor Darah, Bisa Untuk Diet

#Diet #Kesehatan #Vegetarian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan