Mengenal Diet Atlantik, Fokus Konsumsi Makanan Laut dan Boleh Santap Karbo

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 02 Juli 2024
Mengenal Diet Atlantik, Fokus Konsumsi Makanan Laut dan Boleh Santap Karbo

Ilustrasi makanan laut. (Foto: Unsplash/Mike Bergmann)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lagi cari-cari program diet yang pas buat kamu? Coba diet Atlantik yang berasal dari Spanyol. Diet ini membolehkan kamu makan sejumlah protein dan karbohidrat.

Fokus utamanya ialah memasukkan makanan laut segar dalam menu makan. Diet ini juga fokus mengonsumsi makanan alami hasil bumi dan beberapa buah musiman.

“Diet Atlantik berfokus pada makanan laut segar, sayur dan buah musiman, biji-bijian utuh, protein berkelanjutan, banyak minyak zaitun, susu, kacang-kacangan, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan penggunaan herba dan rempah-rempah," papar Isabelle Spellissy, Ahli Gizi di Innermost, seperti dikutip dari 1news, Selasa (2/7).

Diet Atlantik, lanjut Spellissy, secara khusus juga mengharuskan kamu menyantap kubis-kubisan atau keluarga sayuran yang meliputi brokoli, kembang kol, dan kangkung. Sayuran ini kaya akan berbagai nutrisi seperti zat besi yang dapat melawan kelelahan, folat yang dapat meningkatkan energi, dan kalium untuk menyeimbangkan cairan.

Baca juga:

Minuman Paling Sehat Menurut Pakar Diet, Haus Langsung Hilang dalam Sekejap

Kabar gembira, diet Atlantik memperbolehkan kamu lebih banyak mengonsumsi karbohidrat bertepung. Kentang, roti, dan bahkan kastanye dapat dipadukan dengan protein untuk menyempurnakan asupan makanan pada program diet ini.

Sebuah studi selama enam bulan terakhir di Spanyol telah meneliti manfaat diet ini pada tubuh. Hasilnya, program diet ini dapat menurunkan risiko sejumlah gejala yang berkontribusi terhadap penyakit jantung, diabetes, dan penyakit jangka panjang lainnya hingga 42 persen.

Studi lain menemukan bahwa diet yang berfokus pada makanan pesisir mengurangi risiko kematian akibat penyakit apa pun hingga lebih dari 13 tahun.

“Diet Atlantik juga mencakup pengurangan risiko kanker tertentu karena penekanan pada makanan padat nutrisi,” tutup Spellissy. (ikh)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan