Mengenal Diet Atlantik, Fokus Konsumsi Makanan Laut dan Boleh Santap Karbo
Ilustrasi makanan laut. (Foto: Unsplash/Mike Bergmann)
MerahPutih.com - Lagi cari-cari program diet yang pas buat kamu? Coba diet Atlantik yang berasal dari Spanyol. Diet ini membolehkan kamu makan sejumlah protein dan karbohidrat.
Fokus utamanya ialah memasukkan makanan laut segar dalam menu makan. Diet ini juga fokus mengonsumsi makanan alami hasil bumi dan beberapa buah musiman.
“Diet Atlantik berfokus pada makanan laut segar, sayur dan buah musiman, biji-bijian utuh, protein berkelanjutan, banyak minyak zaitun, susu, kacang-kacangan, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan penggunaan herba dan rempah-rempah," papar Isabelle Spellissy, Ahli Gizi di Innermost, seperti dikutip dari 1news, Selasa (2/7).
Diet Atlantik, lanjut Spellissy, secara khusus juga mengharuskan kamu menyantap kubis-kubisan atau keluarga sayuran yang meliputi brokoli, kembang kol, dan kangkung. Sayuran ini kaya akan berbagai nutrisi seperti zat besi yang dapat melawan kelelahan, folat yang dapat meningkatkan energi, dan kalium untuk menyeimbangkan cairan.
Baca juga:
Minuman Paling Sehat Menurut Pakar Diet, Haus Langsung Hilang dalam Sekejap
Kabar gembira, diet Atlantik memperbolehkan kamu lebih banyak mengonsumsi karbohidrat bertepung. Kentang, roti, dan bahkan kastanye dapat dipadukan dengan protein untuk menyempurnakan asupan makanan pada program diet ini.
Sebuah studi selama enam bulan terakhir di Spanyol telah meneliti manfaat diet ini pada tubuh. Hasilnya, program diet ini dapat menurunkan risiko sejumlah gejala yang berkontribusi terhadap penyakit jantung, diabetes, dan penyakit jangka panjang lainnya hingga 42 persen.
Studi lain menemukan bahwa diet yang berfokus pada makanan pesisir mengurangi risiko kematian akibat penyakit apa pun hingga lebih dari 13 tahun.
“Diet Atlantik juga mencakup pengurangan risiko kanker tertentu karena penekanan pada makanan padat nutrisi,” tutup Spellissy. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo