Kesehatan

Mengenal Computer Vision Syndrome, Gejala Kelelahan Melihat Komputer

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 19 Januari 2024
Mengenal Computer Vision Syndrome, Gejala Kelelahan Melihat Komputer

Computer vision syndrome (CVS) acap terjadi pada mereka yang bekerja depan komputer terlalu lama.(foto: pexels-andrea-piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TERLALU lama menatap layar komputer tak baik untuk mata. Meski hal itu diketahui awam, kondisi kesehatan mata amat jarang jadi perhatian. Gejala seperti frekuensi kedipan mata bertambah saat bekerja depan komputer acap diabaikan. Padahal, itulah salah satu gejala kemunculan computer vision syndrome (CVS).

Computer vision syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan serangkaian gejala yang terjadi akibat melihat layar komputer dan perangkat digital lainnya secara berkepanjangan. Sindrom ini juga dikenal dengan sebutan asthenopia atau eye strain alias mata lelah.

Sindrom ini bisa terjadi pada siapa saja yang terbiasa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer, seperti pekerja, pelajar, dan bahkan pengguna komputer rumahan.

BACA JUGA:

Mitos Menyesatkan Kesehatan Mata

Gejala CVS

Situs web Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut bahwa secara umum CVS ditandai dengan nyeri pada leher dan mata. Beberapa gejala lainnya juga bisa menandai kondisi CVS, yaitu:

1. Mata kering

Mata kering adalah salah satu gejala paling umum CVS. Ketika fokus pada layar komputer, kamu cenderung mengurangi frekuensi berkedip. Berkedip merupakan cara alami mata untuk menjaga kelembapan dan menghindari mata kering.

Kurangnya berkedip dapat menyebabkan mata kering dan mata iritasi. Sensasi seperti terbakar, gatal, atau perih pada mata ialah efek dari mata kering. Apabila dibiarkan terus-menerus, mata kering bisa sangat mengganggu konsentrasi dan kenyamananmu saat bekerja.

2. Mata lelah

Fokus yang intens pada layar komputer untuk waktu yang lama dapat membuat otot mata bekerja keras. Hal itu bisa menyebabkan mata lelah dan tegang di sekitar leher. Gejala ini mencakup sensasi berat pada mata, mata terasa tegang, dan perasaan mata seperti tertarik ke dalam.

mata lelah
Salah satu gejala tanda mata lelah yakni rasa tegang di leher. (foto: pexels-kampus-production)

3. Sakit kepala

Paparan layar komputer atau perangkat digital lainnya seperti ponsel atau televisi juga dapat menyebabkan sakit kepala. Gejala ini sering kali terasa di bagian belakang kepala atau di sekitar mata. Sakit kepala pastinya akan mengganggu produktivitasmu dalam bekerja.

4. Gangguan fokus

Penggunaan yang berlebihan dari layar komputer dapat menyebabkan gangguan fokus. Kamu akan merasa kesulitan dalam memfokuskan mata pada objek-objek yang berjarak dekat atau jauh.(dwi)

BACA JUGA:

Jangan Nangis, Ini Dampak Negatif Air Mata Bagi Kulit

#Kesehatan #Kesehatan Mata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan