Mengenal Budaya Berkomunikasi Teman Tuli

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 16 Desember 2022
Mengenal Budaya Berkomunikasi Teman Tuli

Dalam masyarakat tuli, budaya tuli berkaitan erat dengan cara berkomunikasi. (Foto: Pexels/Shvets Production)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIAP kelompok masyarakat memiliki budaya. Tak terkecuali bagi mereka yang mempunyai ketidakmampuan (disabilitas) mendengar atau tuli. Masyarakat atau teman tuli menciptakan sendiri budaya yang berbeda dari masyarakat atau teman dengar.

Budaya muncul lantaran adanya kebutuhan bersama untuk meneguhkan identitas. Dalam masyarakat tuli, budaya tuli berkaitan erat dengan cara berkomunikasi. Namun, budaya ini belum begitu dipahami masyarakat dengar.

Menyadari keadaan ini, Muhammad Andika Panji, aktivis tuli sekaligus tutor parakerja mengajak masyarakat untuk mengenali dan memahami budaya tuli, dari panggilan isyarat hingga kebutuhan visualisasi bagi teman tuli dalam berkomunikasi.

“Tuli ini adalah sebuah identitas dan budaya bagi kami. Masyarakat tuli lebih nyaman dipanggil ‘tuli’, tapi kebanyakan ada beberapa yang masih menggunakan kata tunarungu,” kata Panji melalui penerjemah bahasa isyarat dalam media gathering di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (15/12).

Baca juga:

Festival Setara #BerdayaDenganHati Hadirkan Pelatihan Vokasional bagi Teman Disabilitas

budaya tulis

Tuli adalah sebuah identitas dan budaya (Foto: Pexels/Rodnae Production)

Panji menjelaskan bahwa penggunaan kata 'tunarungu' berasal dari perspektif medis atau kedokteran. Kata ini dipakai dalam Undang-Undang dan aturan turunannya.

Sementara kata 'tuli' justru belum banyak digunakan secara resmi di dalam Undang-Undang sehingga komunitas tuli masih memperjuangkan kata tersebut untuk masuk di dalam Undang-Undang.

Penelusuran Merahputih.com mendapati bahwa kata 'disabilitas rungu' digunakan empat kali dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas. Kata tuli juga termuat di dalamnya, tetapi hanya digunakan sekali. Itu pun segandeng dengan kata 'disabilitas netra-tuli yang artinya keadaan tidak mampu melihat sekaligus mendengar.

Panji, yang juga lulusan fakultas hukum dan advokat, berharap masyarakat bisa menghormati, mengakui, dan melindungi teman-teman disabilitas, termasuk juga teman tuli.

“Saat saya sudah jadi advokat, itu mungkin bisa jadi bahan untuk mengadvokasi pemerintah dan yang lain karena itu termasuk ke dalam hal teman-teman tuli juga untuk dalam penyebutannya,” ungkap Panji.

Panji juga memaparkan keberagaman keadaan masyarakat tuli. Mereka terdiri dari yang total menggunakan bahasa isyarat sebagai cara berkomunikasi, yang tuli separuh, yang menggunakan implan (alat bantu dengar yang ditanam di telinga), dan yang bisa berbicara secara verbal.

Dalam berkomunikasi, masyarakat tuli di Indonesia menggunakan bahasa isyarat yang disebut Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Bahasa isyarat ini dibuat dengan melibatkan komunitas tuli secara langsung dan berdasarkan riset.

Baca juga:

Kisah Inspiratif Konten Kreator Disabilitas Konsisten Berkarya Meski Memiliki Keterbatasan

budaya tuli

Masyarakat yang ingin mempelajari bahasa isyarat, sebaiknya belajar secara langsung kepada komunitas tuli. (Foto: Unsplash/Jo Hilton)

Ada pula jenis bahasa isyarat lain, yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Bedanya, perumusan SIBI tanpa melibatkan komunitas tuli dan hanya mengadaptasi dari Bahasa Isyarat Amerika (ASL) atau Bahasa Inggris Bertanda Tepat (SEE-II).

Panji mengatakan masyarakat yang ingin mempelajari bahasa isyarat, sebaiknya belajar secara langsung kepada komunitas tuli. Bukan dengan orang dengan pendengaran normal untuk menghindari kesalahpahaman.

“Kenapa, sih, kalau belajar harus belajar sama teman-teman tuli langsung? Karena termasuk ke dalam budaya tuli, dan bahasa ibunya dari teman tuli,” cerita Panji.

Masyarakat tuli mempunyai sejumlah keunikan budaya. Misalnya mereka biasa mengobrol selagi makan. Ini karena komunitas tuli tidak menggunakan gerakan mulut dalam berbahasa isyarat. Dalam budaya tuli pula, Panji mengatakan, biasanya seseorang memiliki panggilan isyarat tertentu yang menjadi ciri khasnya.

Ketika memanggil teman tuli dalam jarak dekat, hendaknya tepuk bahunya terlebih dahulu. Apabila telah mengenal dekat dengan teman tuli, barulah memanggil dengan isyarat cahaya dari ponsel ketika dalam jarak yang cukup jauh.

Apabila lawan bicara belum bisa menguasai bahasa isyarat, boleh berkomunikasi dengan menggunakan teks atau panggilan video jarak jauh. Pencahayaan memainkan peran cukup penting dalam komunikasi masyarakat tuli. Mereka sangat kuat secara visual dan membutuhkan visualisasi yang memadai untuk berkomunikasi.

Ketika dalam kondisi pertemuan besar, seperti rapat, komunitas tuli membutuhkan posisi yang memungkinkan mereka untuk berhadap-hadapan. Karena itu, penggunaan meja berbentuk ‘letter o’ atau ‘letter u’ lebih ideal untuk mereka. (dru)

Baca juga:

Alasan 'LEGO Friends' Kenalkan Karakter Berbagai Ras dan Disabilitas

#Tuli #Tuna Rungu #Penyandang Disabilitas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Yosefa Vidya Firdaus, Atlet Tuli Termuda Wakili Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championships 2026
Efa akan bermain di cabang olahraga badminton bersama dengan sembilan 9 atlet lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Yosefa Vidya Firdaus, Atlet Tuli Termuda Wakili Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championships 2026
Olahraga
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship harus digunakan semaksimal mungkin karena sistem perlombaan ini memiliki poin yang bagus.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Indonesia
17 Atlet Tuli Indonesia Siap Berlaga di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026
Porturin melepas 17 atlet Tuli Indonesia ke Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026 di Penang, Malaysia, pada 3–10 Oktober.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
17 Atlet Tuli Indonesia Siap Berlaga di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026
ShowBiz
Grup K-Pop Tuli Big Ocean Kembali dengan 'Love Sign'
Lagu ini mengusung permainan kata antara zodiak (star signs) dan astrologi, lalu memadukannya dengan identitas grup yang berakar pada bahasa isyarat
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Grup K-Pop Tuli Big Ocean Kembali dengan 'Love Sign'
Indonesia
PP Nomor 31 Tahun 2026 Resmmi Terbit, ini Keuntungannya untuk Disabilitas Indonesia
Peraturan ini sangat dinantikan karena membuka kemudahan dan kesempatan yang luas bagi penyandang disabilitas.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
PP Nomor 31 Tahun 2026 Resmmi Terbit, ini Keuntungannya untuk Disabilitas Indonesia
Indonesia
24 Atlet Tuli Galang Dana untu Berlaga di Malaysia, NPC Indonesia Turun Tangan
Pemerintah melalui Kemenpora sangat berkomitmen mendukung kemajuan dan prestasi olahraga disabilitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
24 Atlet Tuli Galang Dana untu Berlaga di Malaysia, NPC Indonesia Turun Tangan
Indonesia
JHL Foundation Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa dan Anak Disabilitas di Bajawa
JHL Foundation menyalurkan bantuan untuk warga Bajawa, NTT. Bantuan tersebut juga diberikan kepada anak disabilitas.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
JHL Foundation Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa dan Anak Disabilitas di Bajawa
Fashion
Intip Kelebihan Teknologi 'Rekat', Bra Inovasi Terbaru Fesyen Inklusif dari Kampus Kuning UI
Data BPS 2023, terdapat sekitar 22,97 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia, setara dengan 8,5 persen dari total penduduk.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Intip Kelebihan Teknologi 'Rekat', Bra Inovasi Terbaru Fesyen Inklusif dari Kampus Kuning UI
Indonesia
Tokoh Indonesia Pimpin Federasi Olahraga Disabilitas Asia Tenggara
Negara-negara di ASEAN itu masih banyak yang memarjinalkan masyarakat difabel.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Tokoh Indonesia Pimpin Federasi Olahraga Disabilitas Asia Tenggara
Indonesia
KamiBijak Ajak Disabilitas Lebih Peduli Keselamatan Berkendara Lewat #SafeandAble di IIMS 2026
Memberi pengetahuan berkendara yang lebih aman kepada disabilitas walaupun disabilitas yang hadir sudah bisa berkendara.
Dwi Astarini - Jumat, 13 Februari 2026
KamiBijak Ajak Disabilitas Lebih Peduli Keselamatan Berkendara Lewat #SafeandAble di IIMS 2026
Bagikan