Mengenal Alopecia Areata, Penyakit yang Diidap Istri Will Smith

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 28 Maret 2022
Mengenal Alopecia Areata, Penyakit yang Diidap Istri Will Smith

Jada Pinkett Smith. (Foto: Instagram/jadapinkettsmith)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA gelaran Oscar 2022 Minggu (27/3) malam waktu setempat, banyak mata tertuju pada aksi mengejutkan Will Smith menampar komedian Chris Rock saat membacakan nominasi Best Documentary Features. Will Smith emosi ketika Chris Rock melemparkan lelucon tentang istrinya, Jada Pinkett Smith, yang mengidap penyakit alopecia areata.

Smith tiba-tiba berjalan naik ke panggung utama langsung menampar Chris Rock. Ketika balik duduk ke bangku penonton, Smith kembali berteriak ke arah Rock yang masih mencoba memberi alasan. "Jauhkan nama istriku dari mulutmu," ujar Smith dengan nada tinggi.

"Wow Bung, itu adalah lelucon GI Jane," jawab Rock, masih berusaha beralasan. Insiden ini sempat membuat suasana seromoni tiba-tiba menjadi hening dan tegang. Rock pun lantas melanjutkan membacakan para nominasi dan pemenang Oscar, sekaligus mempersembahkan hadiah film dokumenter terbaik kepada sutradara Summer of Soul Questlove.

Aktor Will Smith (kanan) menampar Chris Rock saat Rock berbicara di atas panggung pada acara Academy Awards ke-94 di Hollywood, Los Angeles, California, AS, (27/3/2022). Hal itu dipicu ucapan komika Chris Rock yang dinilai menyinggung istri Will Smith, Jada Pinkett-Smith. ANTARA FOTO/REUTERS/Brian Snyder/aww.

Sebelumnya pada Desember 2021, Pinkett Smith sempat membahas pengalamannya dalam sebuah video di Instagram. Ia mengatakan telah menerima kondisinya meski sempat stres di awal.

"Kalian semua tahu saya telah berjuang dengan alopecia dan tiba-tiba suatu hari, lihat garis ini di sini. Lihat itu. Jadi itu muncul begitu saja dan ini akan menjadi sedikit lebih sulit bagi saya untuk menyembunyikannya," ujar Pinkett.

Mengutip laman WebMD, alopecia areata adalah gangguan autoimun yang menyebabkan rambut rontok dan membuat seseorang menjadi pitak. Pada alopecia areata, sistem imun menyerang dan merusak folikel rambut, sehingga menyebabkan kerontokan dan kebotakan.

Baca juga:

Will Smith Berderai Air Mata Saat Raih Best Actor Oscar 2022

Alopecia areata bisa menyerang laki-laki atau perempuan, dan umumnya terjadi sebelum penderitanya berusia 30 tahun. Kondisi ini paling sering memengaruhi rambut yang ada di kulit kepala.

Saat mengalami alopecia areata, folikel rambut sebagai tempat tumbuhnya rambut, menjadi mengecil lalu berhenti memproduksi rambut. Hal ini kemudian berdampak pada kebotakan dan kerontokan.

Ada beberapa jenis alopecia, termasuk alopecia areata totalis (kehilangan semua rambut di kepala), alopecia areata universalis (kerontokan rambut di seluruh tubuh), alopecia areata difus (penipisan rambut secara tiba-tiba), dan ophiasis alopecia areata (rambut rontok dalam bentuk pita di sekitar sisi dan belakang kepala).

Baca juga:

Jane Campion Menangi Kategori Best Director Oscar 2022

Mengenal Alopecia Areata, Penyakit yang Diidap Istri Will Smith
Kondisi ini paling sering memengaruhi rambut yang ada di kulit kepala. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Saat seseorang mengalami alopecia areata, tanda utama yang ditemukan adalah kerontokan atau kebotakan yang tidak disertai rasa sakit. Selain itu ada juga kebotakan berpola bulat atau seperti pitak yang muncul di suatu atau beberapa tempat yang tadinya ditumbuhi rambut, kebotakan di bagian bawah, samping, atau melingkari belakang kepala, serta rambut yang tumbuh kembali umumnya memiliki tipe berbeda dengan rambut sebelumnya.

Ada beberapa faktor dan kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena alopecia areata, yakni memiliki orang tua atau keluarga dekat yang pernah mengalaminya, gangguan kromosom, dan kekurangan vitamin D, asma, dermatitis atopik, atau penyakit tiroid.

Untuk melakukan penanganan mandiri akibat ketidaknyamanan, bisa menggunakan rambut palsu, topi, dan mengoleskan krim tabir surya. Atau bisa juga menggunakan kacamata atau bulu mata palsu untuk melindungi mata dari debu jika mengalami kebotakan pada alis dan bulu mata. (and)

Baca juga:

Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2022, 'Dune' Borong 6 Piala

#Kesehatan #Artis Hollywood
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan