Mengenal Adinegoro, Peletak Dasar Jurnalistik Nasional

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 09 Februari 2016
Mengenal Adinegoro, Peletak Dasar Jurnalistik Nasional

Ilustrasi Adinegoro (Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Nama Adinegoro sejak lama ditetapkan insan pers nasional sebagai nama anugerah raihan karya jurnalistik tertinggi di Tanah Air dan secara tradisi diserahkan pada hari puncak peringatan Hari Pers Nasional saban tahun. 

Penghargaan tertinggi bagi insan pers Tanah Air itu diambil dari nama tokoh pers nasional.

Dikutip dari Antara News, nama lengkapnya Djamaluddin Adinegoro (14 Agustus 1904-8 Januari 1967), terlahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Adinegoro dianggap kalangan pers nasional sebagai peletak dasar jurnalistik nasional, dimulai saat masih Belanda menjajah Indonesia. 

Jurnalisme Adinegoro senantiasa dibangunnya atas dasar fakta, bernama sumber dan data kredibel. Tidak tanggung-tanggung, ia menempatkan ilmu jurnalistik bukan sekadar cerita biasa. Lantaran ia mampu memberikan referensi terinci mengenai apa yang dituturkan kaya bacaan.

Bahkan, ia senantiasa melengkapi foto, sesekali sketsa grafis dan potongan peta lokasi tempatnya bercerita dari sudut pandang dunia dan bangsa Indonesia. Ia pun mencermati bagaimana syarat menjadi wartawan profesional dan bermitra dengan politisi maupun pekerja hubungan masyarakat (public relations).

Dalam ukuran zaman itu, Adinegoro berkinerja reporter sekaligus fotografer, infografer dan kartografer atau multitasking. Ia pun kompeten menggunakan berbagai format alat kerjanya mulai dari mesin ketik hingga teleks/radiogram atau multiplatform.

Kemudian, ia sangat memahami bahwa karya jurnalistiknya dapat bermanfaat menjadi produk bersarana informasi multichannel, yakni koran, jurnal, buku dan bahan siaran radio. Selain multitalenta, Adinegoro telah menerobos babak awal zaman multimedia jelang Indonesia merdeka. Ia juga membidani didirikannya Radio Republik Indonesia (RRI) Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 1945.

Komplit sudah sosok wartawan multitasking, multiplatform, multichannel danmultimedia dalam sosok Adinegoro. Bisa dibayangkan, apa jadinya bila di tangan Adinegoro saat itu sudah ada gawai (gadget) terhubung Internet?

Pria bergelar Datuk Madjo Sutan ini pernah menjadi pemimpin redaksi --jabatan profesi jurnalistik tertinggi di satu penerbitan-- Panji Pustaka, Sumatra Shimbun (masa penjajahan Jepang), dan bersama Prof Supomo mendirikan dan memimpin Mimbar Indonesia. 

Adinegoro kemudian menjadi salah satu jurnalis senior Kantor Berita ANTARA hingga akhir hayatnya. Dia menjadi saksi banyak peristiwa penting dan menentukan bagi perjalanan dan eksistensi negara dan bangsa Indonesia, di antaranya meliput Konferensi Meja Bundar, di Den Haag, pada 1949, dan Sidang Umum PBB khusus membahas plebisit untuk Irian Barat, pada 1963.

Adinegoro mengindonesiakan penggunaan kata Celebes menjadi Sulawesi,Borneo menjadi Kalimantan, Buitenzorg menjadi Bogor dan Batavia menjadi Jakarta. Ia menuliskan nama Indonesia dalam setiap menyebutkan nama negerinya. Bukan Hindia Belanda. Bahkan, di halaman 29 buku tersebut Adinegoro membuat catatan perjalanan sekaligus analisis bertajuk “Europa, Holland dan Indonesia”.

BACA JUGA:

  1. TNI AL Buka Akses Seluas-Luasnya ke Media
  2. Jokowi Hadiri Acara Peringatan Hari Pers Nasional 2016 di Lombok
  3. Tokoh Agama Desak Presiden Untuk Lebih Tegas Berantas Korupsi
  4. Kekinian, Presiden Jokowi Punya Akun Instagram!
  5. Selamat Hari Pers Nasional

 

#Hari Pers Nasional
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan doa dan harapan agar insan pers nasional terus menjadi pilar penting dalam kemajuan bangsa dan negara.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Indonesia
Indek Kebebasan Pers Indonesia Terus Merosot di Tingkat Global, Tantangan Nyata HPN 2026
Anjloknya indeks kebebasan pers di Indonesia menandakan adanya tantangan besar menjaga independensi media tanah air di tengah tekanan politik dan ekonomi.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Indek Kebebasan Pers Indonesia Terus Merosot di Tingkat Global, Tantangan Nyata HPN 2026
Indonesia
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya jurnalisme berbasis etika di era AI saat menghadiri Hari Pers Nasional 2026 di Banten.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma
Indonesia
Dewan Pers Tegur Perusahaan AI soal Penggunaan Berita Tanpa Royalti
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan platform AI wajib membayar royalti jika menggunakan karya jurnalistik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Dewan Pers Tegur Perusahaan AI soal Penggunaan Berita Tanpa Royalti
Indonesia
Iwakum Terima Penghargaan PWI dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Iwakum menerima penghargaan PWI dalam Hari Pers Nasional 2026 atas kontribusi dalam jurnalisme hukum dan perlindungan kebebasan pers di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Iwakum Terima Penghargaan PWI dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Indonesia
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tekankan Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Pers
Iwakum memaknai Hari Pers Nasional 2026 sebagai momentum atas pentingnya perlindungan hukum bagi kebebasan pers di Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 09 Februari 2026
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tekankan Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Pers
Indonesia
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Setidaknya ada lima persoalan besar yang dihadapi pers nasional saat ini, seperti ekonomi media, kemerdekaan pers, profesionalisme wartawan dan disrupsi digital, serta regulasi belum berpihak penuh pada pers.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Indonesia
Gelar Pasar Murah, PT IIM Tunjukkan Kepedulian terhadap Sesama di Momen Peringatan Hari Pers Nasional
PT Insight Invesments Management (IIM) menggelar pasar pangan murah dengan kapasitas bahan pokok mencapai 4 ton dalam kolaborasinya di Peringatan Hari Pers Nasional (HPN)
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Februari 2025
Gelar Pasar Murah, PT IIM Tunjukkan Kepedulian terhadap Sesama di Momen Peringatan Hari Pers Nasional
Video
Puan Maharani: “Pers Harus Jadi Pengawas Jalannya Pemerintahan”
Puan juga dorong masyarakat membantu eksistensi media massa yang tengah alami banyak tantangan.
Rezita Kesuma - Rabu, 12 Februari 2025
Puan Maharani: “Pers Harus Jadi Pengawas Jalannya Pemerintahan”
Indonesia
Puan Maharani Sebut Pers Harus Jadi Pengawas Jalannya Pemerintahan
Puan Maharani menyebut, bahwa pers harus jadi pengawas jalannya pemerintahan.
Soffi Amira - Minggu, 09 Februari 2025
Puan Maharani Sebut Pers Harus Jadi Pengawas Jalannya Pemerintahan
Bagikan