Mengapa Patung Kucing Dianggap Membawa Keberuntungan Buat Toko
Patung kucing yang biasa ditemukan di toko. (Foto: Unsplash/Malvestida Magazine)
KAMU pasti sudah tidak asing lagi dengan patung kucing emas biasa ditemukan di dekat pintu masuk toko. Patung kucing tersebut bagi orang Tionghoa dianggap membawa keberuntungan, kekayaan, dan kemakmuran.
Orang Tionghoa dikenal berbagai simbol kepercayaan, seperti ikan koi, pintu merah, pohon bambu, patung Buddha tertawa, hingga patung kucing emas atau dalam bahasa Jepang disebut Maneki neko artinya 'kucing pemberi isyarat'. Nama tersebut diambil karena posturnya memiliki kaki tegak, terkadang diam dan bergerak, baik dengan baterai atau tenaga surya.
Kucing hoki paling sering digunakan dalam bisnis, seperti toko ritel, restoran, dan kantor biasanya terbuka untuk umum. Kucing ini memiliki tampilan warna putih dan merah dengan sedikit corak hitam dan emas, serta cakar terangkat tinggi, memberi isyarat, tapi juga bisa menjadi isyarat perlindungan.
Baca juga:
Nona, Brand Fesyen Lokal Pertama Memanfaatkan Art Digital NFT
Kucing hoki biasanya memegang koin emas bulat atau koin Jepang kuno dengan bentuk sedikit persegi panjang. Seturut itu, dilengkapi pula dengan lonceng emas atau perhiasan lainnya, salah satunya syal leher merah. Emas dan merah dianggap sebagai warna perayaan dalam budaya Asia, serta dikombinasikan dengan kesegaran warna putih. Perpaduan ini memberikan kucing hoki energi khusus sehingga membuat orang tertarik.
Tangan kucing hoki dengan pose mengangkat, enurut "Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa", Jurnal Koneksi, Universitas Tarumanegara, memiliki makna berbeda, seperti tangan kanan terangkat maka maknanya memanggil keberuntungan, sedangkan tangan kiri artinya memanggil pelanggan, namun jika kedua tangan terangkat, artinya sebuah proteksi atau kemakmuran.
Baca juga:
Selain itu, penggunaan kucing hoki juga bermakna kesehatan dan panjang umur. Tulisan ditempatkan pada kucing hoki, Fu, dapat berarti luas untuk kesehatan dan panjang umur. Kucing hoki juga digunakan untuk menolak bala dikarenakan kucing merupakan hewan mistis dapat melihat hal kasat mata dan melihat dalam gelap, sehingga dianggap baik untuk melihat perbuatan jahat.
Terakhir, pergerakan tangan kucing hoki membuat adanya energi dinamis dan menjadikan suasana hidup lebih tenteram, serta mempercantik ruangan.
Keberadaan kucing hoki merupakan hal sudah lama terjadi dan dilestarikan orang Tionghoa. Menurut penulis Larry A. Samovar dalam bukunya berjudul Communication Between Cultures, ditemukan budaya serta nilai dalam kucing hoki diwariskan dari orang tua, saudara, bahkan leluhur. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar