Dahsyatnya Dampak Buruk Kabar Burung Pada Bisnis

annehsannehs - Rabu, 26 Agustus 2020
Dahsyatnya Dampak Buruk Kabar Burung Pada Bisnis

Mengapa rumor cepat tersebar? (Foto Inc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA Oktober 2008, telah beredar kabar Steve Jobs, CEO Apple mengalami serangan jantung. Walau kabar tersebut tidak benar, hal ini menimbulkan harga saham Apple turun sehingga menyebabkan kerugian sebesar USD9 miliar.

Kemunculan media massa yang memanfaatkan wahana internet juga semakin memudahkan penyebaran informasi tanpa adanya filter. Sebuah unggahan di media sosial seperti Instagram atau penyebaran pesan lewat messaging system seperti WhatsApp mampu disampaikan kepada puluhan orang sekaligus dalam hitungan menit.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Finn Agency menunjukkan kabar buruk lebih cepat tersebar di media sosial. Penyebaran kabar buruk, entah akurat atau tidak, di media sosial juga menyulitkan kita untuk mencari siapa yang pertama kali menyebarkan rumor.

Baca juga:

Belajar Trik Bisnis dari Film 'The Founder'

Fenomena ini juga pernah merugikan Starbucks pada 2006 lalu. 14 tahun lalu, seorang aktivis media anti-zionisme (menentang negara Israel) menulis sebuah surat hoax yang mengatasnamakan CEO Starbucks Howard Schultz. Surat tersebut menjelaskan bagaimana Starbucks menyalurkan sebagian keuntungannya kepada tentara Israel.

Surat hoax tersebut langsung viral. Penyebaran pesan ini terjadi dimana-mana baik di Facebook, terusan melalui SMS, e-mail, sampai forum-forum internet. Kabar ini juga menarik perhatian media-media besar seperti Daily Egypt dan Business Today. Meski begitu, media-media besar ini telah melakukan konfirmasi kepada Starbucks dan menyampaikan fakta yang berupa sanggahan dari isi surat tersebut.

Starbucks pernah disebut membantu tentara Israel (Foto: Pexels/Dom J)

Sanggahan tersebut nyatanya tidak berdampak baik. Semua sudah terlambat. Rumor ini terus beredar di dunia maya dan membuat sebagian orang percaya akan hal tersebut. Kasus surat palsu ini juga berdampak sampai bertahun-tahun.

Pada Januari 2009, para pendemo di Gaza meminta Starbucks untuk tutup di Beirut, Lebanon. Beberapa hari kemudian, para perusuh menghancurkan jendela dua gerai Starbucks di London, Inggris.

Baca juga:

Waspadai Ciri-Ciri Akun Online Shop Penipu

Lantas, mengapa kabar burung bisa tersebar begitu cepat? Dilansir dari Forbes, dalang utama dari penyebaran rumor ini terletak pada bias manusia ketika informasi tersebut disebarluaskan.

Dalam sebuah penelitian, ada seseorang yang mengatakan kepada para konsumen bahwa sebuah restoran menggunakan daging cacing pada hamburger yang mereka jual. Tetapi informan tersebut menunjukkan bahwa seolah ia juga masih meragukan kabar tersebut.

Rumor semakin mudah tersebar sejak kehadiran media baru. (Foto pixabay artsybee)
Rumor semakin mudah tersebar sejak kehadiran media baru. (Foto: pixabay/artsybee)

Penelitian ini mengecek bagaimana penyebaran rumor dari mulut ke mulut ini terjadi. Biasanya setiap transmisi informasi ini gagal dalam menyampaikan keraguan awal yang hadir sejak pertama kali rumor disebarkan.

Penelitian tersebut menemukan pesan yang disampaikan dari mulut ke mulut bukanlah "aku tidak begitu yakin, tetapi aku dengar restoran ini menyajikan daging cacing,", melainkan "restoran ini menyajikan daging cacing,". Inilah proses bagaimana rumor bisa dipersepsikan sebagai fakta.

Maka dari itu, para pemilik bisnis harus bisa lebih peka terhadap rumor yang menerpa bisnisnya seperti memberikan klarifikasi yang disertai dengan sederet fakta atau bukti. Dua hal penting ini akan menunjang statement yang diberikan untuk meraih kembali kepercayaan publik. (shn)

Baca juga:

3 Cara Ampuh Agar Ide Bisnismu Tidak Mudah Ditiru Orang

#Bisnis #Agustus New Order
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Olahraga
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Marcus Rashford menarik Rp 193 miliar dari bisnisnya, menjelang ia meninggalkan Manchester United.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Bagikan