Menengok Nasib Pemugaran Masjid Mbah Priuk di Hari Ulang Tahun Ahok
Lahan yang diserahkan Pelindo II untuk pembangunan Masjid Makam Mbah Priuk, Jakarta Utara. Foto: MP/Fdhli
MerahPutih.com - Memasuki komplek wisata religi makam Mbah Priuk, Jakarta Utara, pengunjung akan melihat tanah lapang rata manakala melongok ke arah timur destinasi wisata budaya tersebut. Lahan berukuran kurang lebih 300 Meter itu adalah pemberian PT Pelindo II kepada ahli waris sekaligus pengurus yayasan pemakaman Mbah Priok.
Penyerahan lahan yang sebelumnya merupakan rawa yang sudah diurug itu disebut-sebut tak lepas dari peran Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Ahok merupakan orang yang cukup berperan dan berhasil melobi pihak Pelindo untuk menyerahkan aset tersebut kepada pihak yayasan yang sebelumnya dipertahan betul oleh Pelindo. Bahkan, di masa Ahok pula pemugaran komplek pemakaman Mbah Priok diupayakan hingga ditetapkan sebagai cagar budaya DKI Jakarta.
Singkat cerita, di atas lahan itu Ahok berencana membangun berbagai fasilitas, termasuk masjid megah. Mantan Gubernur Jakarta itu bermaksud menjadikan komplek Pemakaman Mbah Priok sebagai lokasi destinasi wisata sekaligus beribadah.
Hanya saja, rencana tersebut urung selesai hingga dia berhenti menjabat sebagai Gubernur karena tersandung kasus penodaan agama yang menyeretnya ke penjara Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jabar. Lalu, apa kabar kelanjutan pembangunan masjid yang rencananya diberi nama masjid keramat itu?
Di momen ulang tahun Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke-52 tahun yang jatuh Jumat 29 Juni ini, MerahPutih.com menyempatkan diri meninjau lokasi yang menjadi lahan pembangunan masjid. Sepanjang mata memandang, lahan terlihat masih sepi dan kosong dari proses pengerjaan konstruksi.
Tak terlihat ada tanda-tanda alat berat beroperasi atau pekerja yang mulai merakit pondasi masjid. "Proses perizinan harus dirapikan dulu, itu kan baru rencana," kata Ketua Yayasan Pemakaman Mbah Priuk Wahyudin kepada MerahPutih.com.
Wahyudin mengakui sebelum perizinan keluar maka pihak yayasan belum bisa membangun apa-apa di lahan tersebut. Sehingga, lahan kosong itu dimanfaatkan sebagai tempat parkir pengunjung komplek pemakaman. "Kita sih ingin secepatnya. Tapi pihak Pemda belum ada respon apa-apa," kata dia.
Padahal, set plan pembangunan masjid sudah siap sejak diresmikan menjadi cagar budaya oleh Ahok. "Kita sih tidak pernah berharap dari Pemda, itu sudah masuk set plan rencana kita dari manapun uangnya mudah-mudahan selesai kan gitu," imbuhnya.
Namun, lanjut dia, Yayasan berharap Pemda serius membantu percepatan pengurusan perizinan pembangunan. "Kita sih masih tunggu perizinannya dari Pemda. Masih kita urus, kalau sudah selesai baru bisa kita bangun," tandas Wahyudin. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Gubernur DKI Jakarta Pramono Tanggapi Pernyataan Ahok Monas akan Kebanjiran jika Tanggul Laut Mutiara Jebol
Tersangka Sebut Ahok Terlibat Korupsi LNG Pertamina, Ini Reaksi KPK
Belum Tertarik Jabat Komisaris BUMD DKI, Ahok: Enakan Begini, Free Man
Bertemu Gubernur Pramono, Ahok Ngobrol soal Pajak Bumi dan Bangunan
Tak Persoalkan Tunjangan Perumahan Anggota DPR Rp 50 Juta, Ahok: Asalkan Bekerja Profesional
[HOAKS atau FAKTA]: Ahok Singgung Nama Jokowi dalam Kasus Korupsi Pertamina
Ahok Diperiksa soal Kasus Korupsi Lahan di Cengkareng, Sebut tak Tahu Detail
Kembali Diperiksa Bareskrim, Ahok: Tambahan BAP
Pramono Pertimbangkan Usulan Ahok Soal Insentif Voucher Belanja untuk Peningkatan Pengguna Transportasi Umum
DPRD DKI Usul Pembentukan BUMD Parkir, Ahok: Harus Berbasis Digital dan Cashless agar Tercatat