Kesehatan Mental

Menenangkan, ASMR Baik bagi Kesehatan Mental

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Januari 2022
Menenangkan, ASMR Baik bagi Kesehatan Mental

ASMR bisa bermanfaat untuk kesehatan mental.(pexels-karolina-grabowska)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUARA bisikan, bunyi ujung kuku yang mengenai permukaan, bunyi mesin tik, halaman buku yang dibalik, derak daun, suara yang ditimbulkan ketika makan, atau bunyi ujung pulpen yang menggores kertas ialah beberapa bunyi-bunyian yang belakangan amat disukai warganet. ASMR, demikian mereka menyebutnya.

Tak sedikit orang yang terbantu dengan dengan bebunyian ASMR itu. ASMR adalah singkatan dari autonomous sensory meridian response. Seperti dilansir Hellosehat, istilah itu mengacu pada timbulnya perasaan santai diikuti dengan sensasi menggelitik di kulit kepala, belakang leher, bahu, atau tempat lainnya pada tubuh.

Studi pada jurnal Plos One menunjukkan sekitar 81% partisipan pernah mengalami fenomena ini di masa lalu. Kebanyakan orang merasakannya pertama kali di usia 5 hingga 10 tahun, sisanya di masa dewasa. Banyak orang yang mengalami fenomena ini sejak lama. Kemunculan ASMR dikaitkan dengan getaran atau perasan tenang yang terkadang terjadi saat seseorang mendengarkan musik. Meski demikian, ASMR ternyata jarang dipicu musik. Diketahui, suara tajam yang tenang justru lebih sering memunculkan ASMR.

BACA JUGA:

Atasi Depresi dengan Terapi Aktivasi Perilaku

Belakangan, seiring dengan makin maraknya fenomena ASMR, banyak yang mendengarkan bebunyian yang menimbulkan ASMR untuk menemani tidur. Beberapa ASMR diklaim membuat jadi lebih rileks sehingga bisa tidur lebih cepat atau bahkan lebih nyenyak.

Tak hanya membuat tidur lebih nyenyak, ASMR juga diketahui baik untuk kesehatan mental. Sebuah penelitian pada 2015 menyebut ASMR membantu seseorang meringankan suasana hati yang negatif, termasuk perasaan depresi atau stres. Hal itu berpotensi membantu mengurangi rasa sakit (nyeri) kronis pada sebagian orang.

relaks
ASMR membuat orang relaks. (pexels-artem-beliaikin)

Penelitian lain di 2018 menunjukkan bahwa menonton video ASMR dapat memperlambat detak jantung. Suara-suara ASMR membuat penontonnya lebih tenang dan rileks. Periset juga menambahkan bahwa partisipan mengalami peningkatan koneksi dengan orang lain yang dapat berdampak positif pada kualitas hidup.

Penelitian tambahan yang dilakukan oleh Ohio State University di tahun yang sama menyebutkan berbagai manfaat ASMR yang dilaporkan oleh pastisipan, seperti:

  • Membantu mereka lebih santai.
  • Merasa terhibur dan diperhatikan.
  • Dapat tidur lebih cepat dari biasanya.
  • Mengalami lebih sedikit kecemasan atau rasa sakit.
  • Merasa lebih baik ketika suasana hati sedang buruk.

Guna mengetahui fakta dari manfaat ASMR pada tubuh ini, seperti dilansir Sleep, periset mengadakan penelitian lebih dalam dengan memindai otak fMRI saat ASMR terjadi. Hasilnya menunjukkan aktivasi seluruh otak pada beberapa area yang terkait dengan kesadaran diri, pemahaman sosial, dan perilaku sosial.

ASMR sebagai respons sosial akan menimbulkan perasaan nyaman, relaksasi, dan mengantuk. Area otak yang mengaktifkan ASMR dikaitkan dengan hormon seperti dopamin, oksitosin, dan endorfin. Semua hormon itu dapat meningkatkan perasaan nyaman dan relaks.

Meski demikian, efek ASMR pada otak tidak selalu menimbulkan ketenangan. Pada beberapa orang, ASMR bisa memicu peningkatan rasa gembira dan sedih. Mekanisme itu masih diteliti lebih lanjut. Meskipun ASMR memberikan manfaat bagi kesehatan, tidak semua orang bisa merasakannya. Sebagian orang tidak merasakan efek apa pun.

sleep
Beberapa orang tidur lebih nyenyak dengan bantuan ASMR. (foto: pexels-ivan-oboleninov)

Malah ada pula yang mengalami efek negatif. Beberapa pastisipan penelitian melaporkan mendengarkan bunyi-bunyian terkait ASMR, bisa membuat mereka bosan, bingung, bahkan gelisah. Efek yang tidak menyenangkan itu muncul pada orang yang mengidap misophonia, yakni fobia terhadap suara-suara tertentu. Kebanyakan pengidapnya membenci suara mengunyah, suara napas, suara menggunting kuku, atau suara bisik.

Mendengarkan suara-suara itu secara berulang bisa membuat pengidap misophonia merasa cemas, stres, panik, bahkan marah. Beberapa orang yang mendapatkan manfaat dari mendengar atau menonton video ASMR bisa menjadikan ini sebagai perawatan tambahan untuk mengatasi stres, gangguan kecemasan, dan insomnia.(dwi)

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan