Menenangkan, 3 Jenis Meditasi untuk Tingkatkan Kualitas Tidur

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 11 Agustus 2024
Menenangkan, 3 Jenis Meditasi untuk Tingkatkan Kualitas Tidur

Meditasi. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Meditasi dapat membantu tidur jadi nyenyak. Hal ini menjadi solusi di tengah fenomena insomnia yang cukup tinggi.

Meditasi menjadi cara alternatif karena ia menggunakan teknik relaksasi yang mana menenangkan pikiran, tubuh hingga meningkatkan ketenangan secara keseluruhan.

Meditasi juga memicu perubahan fisiologis, yang menurunkan pemikiran ruminatif dan reaktivitas emosional, sehingga membantu tidur.

Dilansir dari Healthline, berikut tiga jenis meditasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi tidur kurang nyenyak.

Baca juga:

Meditasi Atasi Masalah Kulit

1. Meditasi kesadaran

Meditasi mindfulness atau kesadaran melibatkan pemusatan perhatian. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kesadaran seseorang saat bernapas dan merasakan kehadiran tubuhnya.

Jika terlintas pikiran atau emosi saat melakukan proses ini, amati saja. Lalu biarkan saja berlalu tanpa menghakimi diri sendiri.

2. Meditasi terpandu

Meditasi terpandu adalah ketika orang lain membimbing melalui setiap langkah meditasi. Mereka mungkin menginstruksikan seseorang untuk bernapas atau merilekskan tubuh dengan cara tertentu.

Selain itu, pemandu juga akan meminta seseorang untuk memvisualisasikan gambar atau suara. Teknik ini juga dikenal sebagai citra terbimbing. Biasanya dapat dibantu dengan memanfaatkan podcast meditasi, aplikasi dan situs meditasi, hingga layanan streaming online.

Baca juga:

Cara Meditasi untuk Para Overthinker

3. Meditasi Body Scan

Dalam meditasi body scan atau pemindaian tubuh, seseorang fokus pada setiap bagian tubuhnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan sensasi fisik, termasuk ketegangan dan nyeri. Tindakan memusatkan perhatian ini akan meningkatkan relaksasi, yang dapat membantu tidur.

Saat melakukan meditasi ini hal yang perlu dilakukan adalah hapus semua gangguan dari kamar, matikan telepon jika memungkinkan. Berbaringlah dalam posisi yang nyaman.

Tutup mata dan mulai bernapas perlahan. Perhatikan berat badan di tempat tidur. Fokus pada wajah. Lembutkan rahang, mata, dan otot wajah. Kemudian pindah ke leher dan bahu. Cobalah untuk membuat mereka rileks. (tka)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan