Sains

Pelajari Kosmos, NASA Kirim Balon Raksasa ke Stratosfer

Leonard Leonard - Jumat, 31 Juli 2020
Pelajari Kosmos, NASA Kirim Balon Raksasa ke Stratosfer

NASA mengirim teleskop menggunakan balon ke stratosfer.(Foto: bullfrag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NASA telah memulai misi terbaru mereka. Kali ini, badan antariksa Amerika Serikat itu mengirimkan teleskop berukuran 2,5 meter ke stratosfer menggunakan balon. Alat terbaru itu ditargetkan meluncur pada Desember 2023 dari Antartika.

Balon yang akan diluncurkan itu dinamai ASTHROS (Astrophysics Stratospheric Telescope for High Spectral Resolution Observations at Submillimeter-wavelengths). Direncanakan, alat itu akan terdorong oleh arus udara dalam waktu sekitar tiga minggu.

Baca juga:

Ambisius, Tiongkok Luncurkan Misi Ruang Angkasa ke Mars

2
Balon dikirim untuk pengamatan astrofisika. (Foto: scitechdaily)

Balon itu akan mengamati cahaya inframerah-jauh atau cahaya dengan panjang gelombang lebih lama daripada apa yang terlihat oleh mata manusia. Untuk bisa melakukan hal itu, ASTHROS perlu mencapai ketinggian sekitar 130 ribu kaki atau sekitar 40.000 meter.

Bukan tanpa alasan NASA memilih balon sebagai wahana penelitian mereka. Buat kamu, balon mungkin suatu hal remeh. Mainan anak-anak. Namun, bagi NASA, balon memberikan banyak keuntungan. Faktanya, dilansir laman Interesting Engineering, Program Balon Ilmiah NASA telah ada selama 30 tahun dan cukup aktif.

Biasanya badan itu meluncurkan 10 hingga 15 misi setiap tahun. Misi menggunakan balon menghabiskan biaya yang lebih rendah dan waktu yang lebih singkat antara perencanaan dan penyebaran.

Baca juga:

UEA Luncurkan Mars Hope, Analisis Atmosfer Mars

2
Balon memberi banyak keuntungan bagi NASA. (Foto: usatoday)

Hal itu berarti mereka dapat menangani risiko lebih tinggi yang datang bersama dengan menggunakan teknologi baru yang belum terbang di angkasa luar. Kamu dapat menganggap misi balon sebagai sebuah langkah pertama yang menetapkan tahapan bagi misi di masa depan untuk menuai manfaat dari teknologi terbaru. "Misi balon seperti ASTHROS memiliki risiko lebih tinggi daripada misi angkasa luar, tapi menghasilkan banyak keuntungan dengan biaya murah," kata insinyur Jet Propulsion Laboratory NASA, Jose Siles, yang juga merupakan manajer proyek untuk ASTHROS.

Menurutnya, dengan ASTHROS, NASA hendak melakukan pengamatan astrofisika yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Jadi apa yang akan dilakukan ASTHROS dengan teknologi yang dimilikinya?

Mereka akan mengukur gerakan dan kecepatan gas di sekitar bintang yang baru terbentuk. Misi itu akan memetakan keberadaan dua jenis ion nitrogen khusus untuk pertama kalinya. Ion-ion itu merupakan indikator utama tempat angin dari bintang masif dan ledakan supernova telah membentuk kembali awan gas. (lgi)

Baca juga:

Tiga Negara Eksploitasi Planet Mars Bulan Juli ini

#Sains #NASA
Bagikan
Ditulis Oleh

Leonard

Berita Terkait

Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
3I/ATLAS: Komet dari Galaksi Lain yang Baru Saja Mendekati Bumi
Interstellar comet 3I/ATLAS milik NASA melintas dekat Bumi. Berasal dari luar tata surya dan diperkirakan berusia hingga 7 miliar tahun.
ImanK - Minggu, 21 Desember 2025
3I/ATLAS: Komet dari Galaksi Lain yang Baru Saja Mendekati Bumi
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
ShowBiz
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Studi yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology & Community Health ini menyebut popularitas mempersingkat usia hingga 4,6 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
 Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Indonesia
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Brasil dan Indonesia sepakat bekerja sama di bidang ekonomi dan sains. Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, berharap kerja sama ini bisa menguntungkan dua negara.
Soffi Amira - Kamis, 23 Oktober 2025
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Dunia
Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Penemuan mereka berpotensi mengatasi beberapa masalah terbesar di planet ini, termasuk menangkap karbon dioksida untuk membantu mengatasi perubahan iklim dan mengurangi polusi plastik melalui pendekatan kimia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Oktober 2025
 Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Dunia
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Membuka jalan bagi lahirnya generasi baru komputer superkuat.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Dunia
NASA Larang Warga Negara China Kerja di Program Antariksa, Antisipasi Tindakan Spionase
Beberapa kasus dugaan spionase yang melibatkan warga negara China juga muncul belakangan ini di AS.
Dwi Astarini - Kamis, 11 September 2025
NASA Larang Warga Negara China Kerja di Program Antariksa, Antisipasi Tindakan Spionase
Bagikan