MerahPutih.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkapkan hampir seluruh kasus kecurangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 menyasar Program Studi Kedokteran.
"Intinya ini sebagian besar mungkin hampir semuanya 99 persen itu adalah Prodi Kedokteran," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, kepada media di Jakarta, dikutip Selasa (26/5).
Baca juga:
Peserta Lolos SNBP 2026 Tak Bisa Ikut UTBK Lagi, Simak Aturan Lengkapnya
Tidak Ada Toleransi
Mendiktisaintek telah menginstruksikan jajarannya untuk menaruh perhatian serius dan melakukan identifikasi secermat mungkin guna mencegah praktik tersebut berulang.
Jadi kita tidak akan mentolerir sekecil apapun bentuk kecurangan yang dilakukan untuk bisa lulus,
Mendiktisaintek Brian Yuliarto
Brian memastikan Kemdiktisaintek tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kecurangan dalam proses seleksi nasional karena merugikan peserta lain serta mencederai pengembangan karakter bangsa.
Baca juga:
"Apalagi ini proses SNBT, proses seleksi nasional. Artinya kalau kita lulus, atau seseorang lulus, kan ada yang tidak lulus, ada yang disingkirkan. Dan itu tentu secara fundamental, pembangunan pendidikan, pembangunan karakter kebangsaan, ini sangat tidak sesuai," paparnya.
Data Kecurangan SNBT 2026
Dilansir dari Antara, Ketua Umum Tim Penanggungjawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Eduart Wolok membenarkan data kecurangan tahun lalu hampir seluruhnya menyasar Program Studi Kedokteran.
Baca juga:
3 Dokter Jadi Joki Ujian Masuk PTN, Sekali Tes Dibayar Sampai Rp 75 Juta
Panitia SNPMB menemukan sebanyak 38 kecurangan dalam pelaksanaan SNBT tahun ini dengan modus penggunaan joki.
Memang mayoritas hampir 100 persen itu yang menggunakan joki dan curang itu memang menyasar Prodi Kedokteran,
Ketua Umum Tim Penanggungjawab SNPMB Eduart Wolok.
(*)

