Kesehatan Mental

Memilihara Hewan Bantu Lewati Masa Pandemi

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 05 April 2021
Memilihara Hewan Bantu Lewati Masa Pandemi

Memelihara hewan bisa membantu melewati masa pandemi.(Foto: Pexels/ Turgay Yildiz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI yang melanda dunia setahun belakangan ini benar-benar menguji kewarasan banyak orang. Tahun lalu, kita harus berdiam diri di rumah karena lockdown. Kurangnya sosialisasi dan aktivitas yang itu-itu saja membuat kita tambah pusing.

Orang-orang pun coba mencari hobi baru untuk 'lari' dari realita yang ada. Hobi tersebut berkaitan dengan pemeliharaan. Bukan hanya memelihara tanaman, memelihara hewan juga cukup populer di masa pandemi.

BACA JUGA:

Selebritas Hollywood Ngungsi ke Australia, Warga Protes

Memiliki hewan peliharaan memberikan banyak manfaat bagi pemiliknya. Tidak hanya menjadi teman yang setia, memelihara hewan juga terbukti dapat mengurangi stres yang berlebihan. Menikmati waktu bersama dengan hewan kesayangan di rumah dapat menghilangkan kecemasan dan stres.

hewan peliharaan
Menikmati waktu bersama hewan kesayangan dapat menghilangkan kecemasan dan stres.(Foto: Pexels/cottonbro)

Menurut Foxnews.com, warga Amerika dapat bertahan selama masa lockdown karena adanya hewan peliharaan. Lebih dari setengah pemilik hewan mengungkapkan mereka akan kesulitan melewati 2020 tanpa ditemani peliharaan mereka. Dari 1.023 pemilik hewan peliharaan di Amerika, sebanyak 71% mengatakan mereka tidak dapat bertahan dari pandemi virus corona jika tidak memiliki hewan peliharaan.

Selama masa pandemi, adopsi hewan peliharaan mencapai rekor tertinggi di Amerika. Survei yang dilakukan Foxnews menemukan tingkat adopsi hewan peliharaan melonjak sebanyak 34% sejak dimulainya pandemi pada April 2020 lalu. Tren itu terus berlanjut cukup lama sampai-sampai beberapa tempat penampungan hewan benar-benar kosong.

kucing
Hewan peliharaan pantas dapat perlakuan lebih baik. (foto: Pexels/Anna Shvets)

Selain itu, perusahaan perawatan hewan peliharaan menjelaskan 84% pemilik hewan mengakui bahwa pandemi menunjukkan kepada mereka seberapa besar peran hewan peliharaan mereka dalam membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik.

Selain itu, sebanyak 80% pemilik hewan peliharaan juga mengatakan peliharaan mereka layak mendapatkan lebih banyak waktu saat memasuki 2021. Sebanyak 82% lainnya mengatakan mereka berencana memanjakan hewan peliharaan mereka di tahun ini. Pemilik hewan peliharaan mengatakan peliharaan mereka layak mendapatkan lebih banyak waktu mereka saat memasuki tahun 2021. Adapun 82% lainnya mengatakan bahwa mereka berencana memanjakan hewan peliharaan mereka di tahun ini.(Avia)

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan