Fesyen

Melirik Sepatu Fashionable Pada Zamannya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 14 April 2022
Melirik Sepatu Fashionable Pada Zamannya

Tren sepatu fashionable sudah ada sejak dulu. (Foto: freepik/lookstudio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBERADAAN sebuah sepatu tak bisa dilepaskan dalam kehidupan manusia. Menurut sejarah, pertama kali manusia menggunakan sepatu sekitar 40.000 tahun lalu. Bentuknya pun beragam menyesuaikan perkembangan.

Melansir dari beberapa sumber, sepatu juga identik dengan kaum perempuan. Beragam model dan warna sepatu digandrungi para perempuan. Bukan hanya sekarang saja, model yang beragam ini rupanya sudah ada sejak zaman dahulu. Berikut lima model sepatu perempuan yang pernah jadi tren pada zaman dahulu dari berbagai belahan dunia.

Baca Juga:

Leather Bomber Jacket, Item Fesyen Hits Masa Kini

1. Sepatu Manchu dari Dinasti Qing

Sepatu manchu. (Foto: wikimedia)

Sepatu berhak tinggi ini digunakan oleh perempuan dari Mandschuria, Tiongkok pada abad ke-17. Menurut cerita rakyat, sepatu bersol tebal pertama kali muncul ketika seorang memutuskan untuk menghindari serangga dan debu ketika menghadapi situasi ketika dia harus berjalan di lumpur.

2. Sepatu boots tinggi

Boots tinggi. (Foto: wikimedia)

Sepatu boots memang dirancang menutupi pergelangan kaki hingga lutut. Model sepatu ini telah populer sekitar tahun 1960-an. Boots yang ditemukan di tahun 1200-an dikenakan oleh para pekerja di Asia Timur yang dibawa ke Rusia, Tiongkok dan India hingga pada masa penjajahan bangsa Mongol.

Sepatu boots berbahan dasar kulit sejenis sapi yang terdapat di Mongol ini diciptakan dengan tujuan untuk melindungi kaki mereka dari dinginnya salju yang sepanjang waktu menyelimuti daerah tempat tinggal. Kehangatan yang tercipta dari boots berbahan dasar kulit binatang ini menjadi pilihan utama dalam hal pembuatan alas kaki. Sampai saat ini masih marak digunakan oleh perempuan.

3. Sepatu ultra hak tinggi

Terlihat tidak nyaman. (Foto: Wikimedia)

Sepatu ini memiliki hak tinggi dengan posisi kaki yang tidak nyaman bagi kebanyakan perempuan. Namun sepatu ini menjadi tren pada tahun 1910.

Baca Juga:

Ladies, Ini 4 Inspirasi Outfit Baggy Jeans untuk Segala Occasion

Sepatu dengan hak tinggi ternyata sudah mulai dikenal sejak 3500 SM di Mesir. Tapi dulu sepatu hak tinggi yang digunakan justru bukan sama para perempuan. Sepatu hak tinggi ini digunakan oleh tukang jagal. Fungsinya sih buat melindungi kaki mereka dari darah yang bercucuran setelah proses pemotongan hewan. Seram ya.

4. Chopines sepatu dari Swedia

Chopines. (Foto: Wikimedia)

Sepatu jenis chopine merupakan sepatu dengan tatakan yang dipakai oleh kaum perempuan pada Abad ke-15, 16, dan 17. Dasar sepatu itu terbuat dari platform kayu yang sangat tinggi dengan maksud agar pakaian pemakainya terlindung dari lumpur dan debu jalanan.

Sepatu jenis itu menjadi populer di Venesia, Italia, dan dipakai oleh kaum perempuan ningrat maupun perempuan penghibur kelas atas. Ukuran chopine dibuat sesuai dengan status pemakainya. Ketika platformnya dibuat sangat tinggi, itu berarti penggunanya seorang dengan status sosial yang tinggi.


5. Ankle Boots dari Amerika

Ankle boots. (Foto: Wikimedia)

Tipe sepatu boots ini digunakan perempuan di Amerika. Jaring-jaring yang membentuk pola ini menjadi nilai artistik dari sepatu boots ini. Sepatu ankle boots adalah salah satu item fesyen yang sederhana, cenderung praktis dikenakan, fungsional, dan membuat penampilan seseorang makin fashionable. (dgs)

Baca Juga:

Akan Dilelang, Berapa Harga Berlian Sempurna 102 Karat?

#Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan