Game

Melawan Misinformasi Digital dengan Gim

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 09 Oktober 2021
Melawan Misinformasi Digital dengan Gim

Perlunya menangkal misformasi dalam kehidupan saat ini. (Foto: Pexels/Tracy le Blanc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAK lama setelah pandemi COVID-19 mengubah dunia, ada sebuah organisasi yang mulai mengembangkan acara digital bertema mata-mata dan pendidikan, yang disebut Agents of Influence.

Acara ini dirancang selama seminggu pada Oktober 2020 dalam cerita interaktif yang mendidik pemainnya mengenai misinformasi digital.

Baca Juga:

Literasi Digital Bantu Anak Lebih Mandiri

literasi
Game ini terdiri dari 4 permainan inti. (Foto: Instagram@agentsofinfluencegame)

Untuk saat ini, dalam pembuatan versi kedua dari Agents of Influence, mereka memutuskan untuk tidak membuat acara digital lagi. Sebaliknya, mereka ingin membuat video game yang dapat didistribusikan secara luas kepada audiens dengan target utama siswa sekolah menengah di seluruh dunia.

Pada tahun 2015, sebuah studi menemukan bahwa 60% milenials mendapatkan berita dari Facebook dan angka ini kemungkinan lebih tinggi untuk Gen Z, terutama selama pandemi. Agents of Influence telah melihat beberapa kasus misinformasi yang telah menyebabkan hilangnya banyak nyawa tahun lalu. Sehingga mereka ingin membekali generasi berikutnya dengan persiapan untuk lebih bisa membedakan antara fakta atau hoaks.

Agents of Influence mengajarkan para siswa untuk mempertanyakan kebenaran informasi, menyelidiki kebenaran informasi dan membangun kebiasaan dalam mengonsumsi informasi yang lebih baik. Saat membuat versi baru dari permainan ini, mereka membuat beberapa survei kepada guru di seluruh dunia untuk mengetahui bagaimana siswa akan memainkan gim yang diberikan oleh Agents of Influence dan mengisi berbagai kebutuhan kelas mereka. Dengan pengetahuan ini, Agents of Influence membuat empat permainan inti dalam memenuhi tujuan pendidikannya.

Baca Juga:

Fenonema Buzzer tak Lepas dari Minimnya Literasi Politik Berbangsa

Gim pertama mencakup percakapan yang terdiri dari konteks narasi interogasi dan siswa harus menggunakan praktik percakapan yang baik untuk berbicara dengan tersangka. Setiap giliran, siswa dapat memilih beberapa pilihan dialog yang berbeda dan menempatkan mereka dalam kendali tentang bagaimana mereka berbicara dan bertindak.

Jika mereka tidak berhati-hati, mereka dapat memicu keadaan negatif, seperti membuat tersangka mereka defensif atau curiga terhadap mereka. Keadaan negatif ini dipicu ketika seorang siswa mengatakan sesuatu yang agresif, kritis, menghina, atau mengasingkan tersangka.

Selain itu, gim ini mengajarkan siswa mengenali kesalahan logis yang mungkin timbul dalam argumen sehingga mereka dapat memerangi kesalahan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:

Selain Menangkal Hoaks, Ini Manfaat Lain Literasi Media

literasi
Permainan yang melatih cara berpikir kritis pada anak. (Foto: Instagram@agentsofinfluencegame)

Gim kedua bersifat penelitian. Pada tampilan umum sosial media para siswa harus menandai mana posting-an yang akurat atau menyesatkan dengan meneliti konten posting di mesin pencari simulasi. Mereka juga diajarkan teknik membaca lateral dan belajar tentang berbagai jenis informasi yang salah seperti satire, konteks palsu, konten yang menipu, fakta ataupun pendapat.

Gim ketiga adalah analisis kritis. Para siswa harus membuktikan bahwa mereka tidak akan terjebak dalam misinformasi digital dengan menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan. Siswa harus membaca artikel yang tersedia dan menjawab pertanyaan analisis mengenai tujuan artikel, bias penulis, kesalahan logis dan data yang digunakan dalam melatih pembaca menjadi lebih kritis.

Pada gim terakhir, pemain harus menyelamatkan sesama siswa yang telah terjebak dalam misinformasi digital. Melalui penelitian dan pemikiran kritis, pemain harus mengingatkan teman sekelas mereka siapa mereka sebenarnya dan menyelamatkan mereka dari cengkeraman informasi yang salah.

Setelah melakukan beberapa pengujian awal dengan siswa sekolah menengah, hasilnya menunjukkan bahwa umpan balik dalam program ini bekerja paling baik secara spesifik dan langsung. Keseruan dalam video game akan mendorong siswa untuk belajar demi dirinya sendiri, bukan hanya untuk kelas. Pola pikir ini, yang disebut orientasi penguasaan yang telah terbukti membantu siswa untuk memiliki kinerja yang lebih baik.

Baca Juga:

Literasi Digital Jadi Kunci Kemajuan UMKM Indonesia

literasi
Organisasi Agents of Influence membuat gim mengenai literasi media (Foto: Instagram@agentsofinfluencegame)

Agents of Influence tidak berpikir bahwa video game ini akan mengubah dunia dengan sendirinya, tetapi hal ini dapat membantu menumbuhkan pemikiran kritis secara naluriah dan merupakan keterampilan yang penting untuk dimiliki ketika mencoba mengenali informasi yang salah. Gim ini bisa menjadi salah satu alat penting dalam perang melawan hoaks. Dengan menciptakan generasi yang lebih melek media, Agents of Influence telah memberikan pelajaran literasi media dengan cara yang berbeda.

Mengutip dari Media Literacy Now, anak-anak saat ini hidup di dunia yang penuh hiburan tanpa bisa terlepas dari sosial media ataupun alat teknologi. Telah terjadi peningkatan drastis dalam jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak dan remaja di sosial media alhir-akhir ini. Anak-anak usia 8 hingga 18 tahun sekarang menghabiskan rata-rata hampir delapan jam per hari dengan media hiburan di luar sekolah, menurut penelitian terbaru.

Jika digunakan dengan baik, media sebenarnya dapat menghibur dan memberi informasi positif kepada anak-anak. Namun, sebagian besar anak-anak tidak diajarkan untuk menggunakan media dengan benar sehingga banyak pesan media yang berkontribusi pada kesalahan dalam menerima maksud informasi.

Pendidikan literasi media tentunya mengajarkan siswa untuk menerapkan pemikiran kritis pada pesan media dan menggunakan media untuk membuat pesan mereka sendiri di abad ke-21 ini. Literasi Media dan cara berpikir kritis sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. (Tel)

Baca Juga:

Langkah Konkret Tingkatkan Literasi Keuangan

#Game #Gamers #Lipsus Literasi Oktober
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Esports World Cup 2026 Resmi Bergulir di Paris, Pertandingkan 24 Game dengan Total Hadiah Hampir USD 75 Juta
Esports World Cup 2026 berlangsung di Paris pada 6 Juli-23 Agustus 2026 dengan 25 kompetisi dari 24 game dan total hadiah mendekati USD 75 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Esports World Cup 2026 Resmi Bergulir di Paris, Pertandingkan 24 Game dengan Total Hadiah Hampir USD 75 Juta
Lifestyle
Kabar Gembira, Pengembang Buka Pra Registrasi Gim Mobile Maple Haven City Rush
Pemain juga ditantang untuk mengoleksi koin sebanyak-banyaknya sambil mengeksplorasi jalur-jalur dengan rintangan yang beragam di jalan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Kabar Gembira,  Pengembang Buka Pra Registrasi Gim Mobile Maple Haven City Rush
Fun
PUBG Mobile x Naruto Shippuden Resmi Hadir 9 Juli 2026, Simak Fitur Baru di Update Versi 4.5
PUBG Mobile resmi berkolaborasi dengan Naruto Shippuden lewat update versi 4.5. Hadirkan update Naruto cs mulai 9 Juli 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
PUBG Mobile x Naruto Shippuden Resmi Hadir 9 Juli 2026, Simak Fitur Baru di Update Versi 4.5
Tekno
Waspada Penipuan GTA 6! Modus Pre-Order Palsu dan Akses Awal Mulai Bermunculan
Penipuan pre-order GTA 6 kini makin marak. Namun, ada beberapa cara agar terhindar dari modus canggih tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
Waspada Penipuan GTA 6! Modus Pre-Order Palsu dan Akses Awal Mulai Bermunculan
Lifestyle
60 Persen Generasi Z Lebih Tertarik Bekerja Sesuai Minat, Termasuk di Sektor Gim dan E-Sport
Kementerian Ekraf dalam hal ini juga telah menerima penghargaan sebagai Mitra Lembaga Pemerintah Terbaik yang diberikan pada ajang Musyawarah Nasional Indonesia Esports Association (Munas IESPA) 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
60 Persen Generasi Z Lebih Tertarik Bekerja Sesuai Minat, Termasuk di Sektor Gim dan E-Sport
Indonesia
Gim Daring Tingkatkan Paparan Ekstremisme, Anak Juga Jadi Antisosial
Pemerintah menguatkan pendidikan karakter anak di lingkungan sekolah melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Gim Daring Tingkatkan Paparan Ekstremisme, Anak Juga Jadi Antisosial
Fun
Roblox Luncurkan Akun untuk Pengguna di Bawah 16 Tahun, Patuhi PP TUNAS
Indonesia menjadi salah satu negara pertama peluncuran fitur ini.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Roblox Luncurkan Akun untuk Pengguna di Bawah 16 Tahun, Patuhi PP TUNAS
Lifestyle
AXIS Cup 2026 Digelar di 88 Kota, Siapkan Hadiah Rp 100 Juta hingga Tiket ke FFNS
AXIS Cup 2026 akan digelar di 88 kota di Indonesia. Event ini menyiapkan hadiah senilai Rp 100 juta.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
AXIS Cup 2026 Digelar di 88 Kota, Siapkan Hadiah Rp 100 Juta hingga Tiket ke FFNS
Fun
Gamers Sini Kumpul, Cek Tanggal Pasti Rilis GTA VI dan Estimasi Harganya di Indonesia!
Rockstar Games resmi memastikan bahwa Grand Theft Auto VI (GTA VI) akan dirilis pada 19 November 2026 untuk konsol PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
Gamers Sini Kumpul, Cek Tanggal Pasti Rilis GTA VI dan Estimasi Harganya di Indonesia!
Fun
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Apakah puasa sambil main game seharian bisa membatalkan? Era digital ini menimbulkan pertanyaan baru soal hukum bermain game saat puasa.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Bagikan