MERAHPUTIH.COM — ROBLOX resmi meluncurkan sistem akun Roblox berbasis usia untuk pengguna di bawah 16 tahun pada 19 Mei. Indonesia menjadi salah satu negara pertama peluncuran.
Peluncuran akun Roblox Kids untuk usia 5–12 tahun dan Roblox Select untuk usia 13–15 tahun menandai perubahan besar pada platform tersebut. Melalui sistem ini, pemain di bawah usia 16 tahun akan otomatis ditempatkan ke jenis akun yang sesuai berdasarkan teknologi verifikasi usia global Roblox. Akun tersebut kemudian hanya dapat mengakses katalog gim pilihan yang terus diperbarui secara terus-menerus.
Melalui Roblox Kids dan Roblox Select, akses konten, pengaturan komunikasi, hingga fitur kontrol orangtua kini disesuaikan dengan usia pemain. Roblox menyebut langkah ini sebagai upaya menghadirkan pengalaman bermain yang lebih aman bagi anak sekaligus memberikan kontrol serta rasa tenang yang lebih besar bagi orangtua. Langkah ini juga merupakan kelanjutan dari kebijakan Roblox sejak Desember 2025, ketika Roblox menjadi platform gim online pertama yang mewajibkan verifikasi usia berbasis wajah untuk mengakses fitur chat.
Sebelumnya, pada 30 April, Roblox bertemu dengan Menteri Komunikasi dan
Digital Meutya Hafid dan jajaran staf Kementerian Komdigi di Jakarta untuk mengumumkan pembatasan akun berbasis usia yang baru dan lebih ketat bagi pemain di bawah 16 tahun di Indonesia. Hal ini juga menjadi komitmen berkelanjutan Roblox serta kepatuhannya terhadap PP TUNAS.
Melalui pembaruan ini, Roblox memperluas fitur kontrol orangtua bagi jutaan
pengguna di platformnya, termasuk memberikan orangtua akses pengawasan yang lebih besar hingga anaknya berusia 16 tahun.
Baca juga:
Tinggal Roblox Belum Taat PP Tunas, Menkomdigi Optimistis Bentar Lagi Ikut
Sejalan dengan peluncuran fitur ini, Roblox menggabungkan sistem verifikasi usia, pengaturan akun berbasis umur, rating konten, moderasi berkelanjutan, dan kontrol orang tua ke dalam satu kerangka perlindungan terpadu untuk pengguna berusia muda. Setelah diluncurkan, pemain di bawah 16 tahun tetap dapat mengakses gim-gim favoritnya setelah verifikasi usia dilakukan. Di lain sisi, tidak ada perubahan bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas.
Selain Indonesia, peluncuran Roblox Kids dan Roblox Select juga dimulai di Selandia Baru, Australia, dan Belanda. Peluncuran global akan dilanjutkan bulan depan.
Susi Sukaesih, pendiri Sidina Community sekaligus anggota Roblox Global Parent Council, memahami bahwa orangtua ingin anak-anaknya menjelajahi ruang digital dengan tetap merasa aman dan didukung. Menurutnya, peluncuran Roblox Kids dan Roblox Select merupakan langkah positif yang memberikan panduan lebih jelas sekaligus kontrol yang lebih substantif bagi orangtua dalam mengatur pengalaman digital sang buah hati.
Fitur-fitur seperti pengaturan berbasis usia dan persetujuan orangtua terkait konten mana saja yang boleh dimainkan tentu membantu mereka merasa lebih terlibat dan percaya diri ketika mendampingi anak-anaknya di dunia maya. Dampaknya, anak-anak dapat terus belajar, berkreasi, serta bermain dengan imajinatif, sekaligus membuat orang tua lebih tenang di dunia yang serbadigital ini.
Pendiri Sidina Community sekaligus anggota Roblox Global Parent Council Susi Sukaesih
Chief Safety Officer of Roblox Matt Kaufman mengatakan peluncuran Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia hari ini membantu memastikan anak-anak Indonesia hanya dapat mengakses konten yang sesuai untuk mereka sejak pertama kali bermain, sekaligus memberikan kontrol yang lebih luas bagi orangtua.
Artinya, pengguna berusia muda dapat mengakses lebih banyak gim sesuai dengan usianya, dan orang tua serta keluarga mendapatkan rasa aman dan rasa yakin yang lebih besar bagi anak-anak mereka. Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di garis depan dalam perlindungan anak, dan kami bangga dapat menghadirkan ruang online yang positif untuk belajar, berkreasi, dan bermain bagi jutaan pemain dari komunitas Indonesia yang beragam dan penuh semangat.
Chief Safety Officer of Roblox Matt Kaufman.(*)