Megawati: Yang Kita Perlukan Hari Ini Pemimpin Pemerintahan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 15 Maret 2017
Megawati: Yang Kita Perlukan Hari Ini Pemimpin Pemerintahan

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah). (Foto MP/Yohanes Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengunjungi Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan Megawati dalam rangka memberikan arahan kepada relawan menghadapi Pilgub DKI Jakarta pada 19 April nanti.

Berbicara di depan relawan, Megawati menyatakan saat ini warga DKI Jakarta tidak sedang memilih pemimpin agama, melainkan pemimpin pemerintahan.

"Kalau mau pilih pemimpin agama, ya monggo sudah ada para sesepuh dari NU atau Muhammadiyah. Yang kita perlukan hari ini pemimpin pemerintahan," kata Megawati di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3).

Oleh karena itu, lanjut Megawati dirinya mengajak ibu-ibu agar memilih pasangan nomor pemilihan 2 Ahok-Djarot. Ia berharap para relawan membantu memenangkan pasangan Ahok-Djarot pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta pada 19 April nanti seperti saat memenangkan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu.

"Saya lihat ibu-ibu memenangkan pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014 padahal itu lebih berat karena se-Indonesia, tapi nyatanya berhasil. Masak sekarang hanya di Jakarta kita kalah? Malu lho ibu-ibu," kata Megawati.

Megawati mengingatkan para relawan bahwa Ahok meneruskan program Jokowi, yang meninggalkan kursi Gubernur DKI Jakarta karena maju sebagai Presiden RI.

"Apa yang diprogram Pak Jokowi sekarang diteruskan oleh Pak Ahok. Ditambah lagi Pak Ahok sebagai pemimpin pemerintahan DKI Jakarta memperbaiki masalah yang ada di DKI Jakarta," tukas Megawati.

Megawati meyakinkan ibu-ibu yang ada di Rumah Lembang, kalau dirinya tidak pernah meleset ketika memilih calon pemimpin.

"Saya pengalaman pilih orang. Saya ini ketua umum yang terlama lho. Saya bisa melihat orang. Tentu tidak semuanya berhasil, tapi biasanya yang saya pilih untuk maju bupati, walikota, gubernur itu Insya Allah sukses," ucapnya. (Abi)

#Pilgub DKI 2017 #Megawati Soekarnoputri #PDIP #Pasangan Ahok-Djarot
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Bagikan