Megawati: Kasihan Prabowo Dikelilingi Orang yang Suka Bully Pemerintah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 15 November 2018
Megawati: Kasihan Prabowo Dikelilingi Orang yang Suka Bully Pemerintah

Megawati, Wapres Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto saat menyaksikan Pencak Silat di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta (Foto: INASGOC)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merasa kasihan terhadap Capres nomor 02, Prabowo Subianto yang disebutnya dikelilingi oleh orang-orang yang suka membully.

Hal itu disampaikan Megawati lantaran dia menilai kritik yang disampaikan kepada pemerintahan Jokowi tidak positif.

"Kalau saya bilang, kasihan beliau (Prabowo), kenapa orang di lingkungannya seperti begitu? orang di lingkungannya yang selalu menjalankan hal-hal yang buruk, yang mengkritisi pemerintah dengan cara yang menurut saya bukan kritikan positif," kata Megawati saat memberikan pembekalan bagi Caleg PDIP di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).

Sebelum menyebut nama Prabowo, Mega telah berbicara panjang lebar tentang ketergantungan manusia terhadap teknologi. Ketergantungan terhadap teknologi, termasuk pada media sosial, dinilainya telah mengurangi kadar kemanusiaan dalam sebuah masyarakat.

Akibatnya, orang-orang pun saling menghujat, menyebar ujaran kebencian hingga berita hoaks. "Ndak pernah saya menghujat orang. Boleh cari di mana. Ngomongin siapa? Ndak. Sampai pak Prabowo pun dengan saya hormat. Karena saya tidak pernah mengatakan hal-hal yang jelek. Prabowo juga tidak pernah menjelekkan saya," ungkap Megawati.

Megawati dan Prabowo Subianto
Prabowo Subianto selaku Ketua Umum IPSI menyambut Megawati (Foto: Antaranews)

"Kalau saya sebut Pak Prabowo lalu di-bully, saya telepon Pak Pabowo, aneh kan? Kasihan kan," tambahnya.

Terkait maraknya aksi bully, putri Bung Karno itu pun mengaku prihatin. Mega menilai, aksi bully merupakan salah satu aksi adu domba anak bangsa, dan hal ini sama sekali tidak dapat diterimanya karena hal ini berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa.

"Apa keuntungan buat republik ini (dengan saling bully)? Hanya mau cari menang? Mana Luber dan Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil)? Kok tidak didengungkan," ucap Mega seraya bertanya.

"Karena kalau kita mau membangun demokrasi, ya demokasi yang bagus dong. Apakah ini kita berdemokrasi? No, no," tutupnya. (fdi)

#Prabowo Subianto #Megawati Soekarnoputri
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Indonesia
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Indonesia
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa pesan politik.
Soffi Amira - Selasa, 13 Januari 2026
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Indonesia
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
"Reformasi bukan untuk dibatalkan secara perlahan. Reformasi harus dijaga, diperkuat, dan disempurnakan," tutur Megawati.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Indonesia
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Prabowo menyoroti adanya korupsi selama bertahun-tahun dalam tubuh Pertamina dan sektor energi Indonesia, termasuk manipulasi harga impor minyak.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Indonesia
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Legitimasi elektoral dan besarnya kekuasaan negara tidak secara otomatis menjamin terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Indonesia
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Polri harus tegak lurus sebagai alat negara yang menjaga ketertiban, bukan instrumen kekuasaan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Indonesia
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi menjadi harga mati dalam menghadapi tantangan nasional.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Bagikan