Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Jadi Pembicara Kunci di Mukernas Perindo, Hadirin Teriak 'I Love You'

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 30 Juli 2024
Megawati Jadi Pembicara Kunci di Mukernas Perindo, Hadirin Teriak 'I Love You'

Megawati di Mukernas Perindo. (Foto: merahputih.com/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara kunci pada acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Indonesia (Perindo), di Inews Tower, Jakarta Pusat, Selasa (30/7).

Megawati mendapat teriakan “I love you Bu Mega” ketika memotivasi kader perempuan Perindo untuk terus berprestasi.

Megawati tiba di lokasi acara didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto, serta ditemani Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga dan Staf Khusus Samuel Wattimena. Ketua Umum Perindo Hary Tanoesudibyo, ditemani Liliana dan Angela Tanoesudibyo, serta para petinggi DPP Perindo lainnya, menyambut Megawati.

Ketika memulai pidatonya, Megawati menceritakan bagaimana ia kerap dianggap perempuan unik. Diceritakan Mega, Hary Tanoe sempat berbisik ke dirinya soal banyaknya gelar akademis yang disematkan ke dirinya. Dari profesor, doktor, dan gelar lainnya.

Baca juga:

Megawati Minta Kader PDIP Militan dan Disiplin

Megawati menjawab bahwa baginya, semua gelar itu adalah bentuk penghormatan atas pengalaman hidupnya, sebagai bukti nyata perwujudan keilmuan. Dan baginya, itu membuktikan bahwa perempuan bisa berprestasi. “Maka bagi anggota Perindo, terutama perempuan, jangan kalah sama lelaki ya,” kata Megawati.

Hal itu sontak mengundang tepuk tangan serta teriakan riuh dari kader Perindo yang ada di dalam ruangan.

I love you Bu Mega,” begitu terdengar teriakan kencang kader perempuan Perindo yang hadir di sana.

Megawati kemudian berbicara soal wawasan kebangsaan. Topik itu penting baginya karena selain masih bertugas di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Megawati juga ingin mendorong kesadaran warta negara tentang ideologi Pancasila yang disusun oleh para pendiri bangsa.

Baca juga:

Megawati Beri Peringatan untuk Jokowi soal Kepemimpinan

Ia secara khusus berterima kasih kepada Perindo yang turut serta mengingatkan kembali untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan tiga stanza. Bagi Megawati, ingatan akan “Indonesia Raya” sebaiknya terus-terusan kembali diperkuat.

Ia bahkan mengaku pernah meminta Presiden Joko Widodo untuk berhenti memakai tagline buatan sendiri seperti “Indonesia Maju” atau “Indonesia Sejahtera”. Sebab semangat “Indonesia Raya” di lagu kebangsaan sudah paling pas.

“Sebenarnya saya bicara kepada presiden tak perlu bikin tagline. Karena tagline paling otentik adalah Indonesia Raya,” ujar Megawati.

Sepanjang berpidato, Megawati sesekali menarik kontekstualisasi nilai-nilai ideologi dengan kejadian kekinian. Misal, Megawati bicara tentang berbagai kejadian hukum menyangkut MK dan KPK. “Supremasi hukumnya kurang berjalan dengan baik,” imbuh Megawati. (pon)

#Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan