Megawati Ingatkan Tak Ada Kekuasaan yang Abadi

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 30 Juli 2024
Megawati Ingatkan Tak Ada Kekuasaan yang Abadi

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. (Dok. PDIP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengingatkan bahwa tidak ada kekuasaan yang abadi. Ia menyebut kekuasaan pasti berakhir, seperti dirinya yang menjabat Presiden RI selama 3 tahun.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat menjadi pembicara kunci pada acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di Inews Tower, Jakarta Pusat, Selasa (30/7).

"Iya sudah lah, artinya sudah waktunya, ya sudah. Saya juga enggak ribut waktu hanya 3 tahun presiden, gitu. Ya sudah katanya kalah, ya sudah, saya tahu benernya enggak kalah, gitu aja," kata Megawati.

Megawati mengaku punya pengalaman melihat kekuasaan tumbang. Saat menjadi politisi di era Orde Baru, ia beberapa kali diinterogasi polisi. Namun, tak lama Orde Baru tumbang, Megawati menjadi Presiden ke-5 RI.

Ia menceritakan, saat menjabat Presiden, sempat melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan. Saat itu, ia bertemu dengan Kapolres yang anak buahnya pernah menginterogasinya. Kapolres itu menyambutnya di Sulsel serta memberi hormat.

Baca juga:

Megawati akan Datangi Kapolri Jika Hasto Ditangkap Polisi

"Saya lupa namanya. Terus dalam batin saya, 'Hmm sekarang lu hormat sama saya,' Makanya kok gitu aja takut. Orang nggak ada yang langgeng," ungkapnya.

Selain itu, Megawati juga menceritakan pernah diperiksa oleh Kejaksaan di era Orde Baru. Kemudian saat menjabat Presiden, ia menjadi Inspektur Upacara di Hari Adhiyaksa. Ketika memimpin upacara itu, ia sempat bertanya ke Jaksa Agung soal keberadaan jaksa yang dulu memeriksanya.

"Saya panggil (Jaksa Agung) saya bisikin, 'Eh Bapak, dulu yang panggil saya ada di lapangan enggak?'. 'Siap ada perintah, gitu' Loh saya kan jadi kaget sendiri, saya cuma tanya kok siap perintah. Mukanya pucat. 'Saya tanya ada disitu apa enggak? Siap ada, ibu mau panggil?' Enggak saya mau tahu aja," ucapnya.

"Dalam batin saya, elo ngerti dah, sekarang hormat sama saya. Apa maksud saya menceritakan ini, bukan sombong, itu yang namanya bahwa enggak ada kekuasaan yang langgeng," sambung Megawati. (Pon)

#Megawati Soekarnoputri #PDIP
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Kekayaan biodiversitas laut Indonesia, dapat menjadi basis lahirnya industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, produksi pangan, dan berbagai inovasi masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Indonesia
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
PDIP merespons usulan ambang batas parpol 13 kursi di DPR. PDIP mengatakan, bahwa harus ada kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Bagikan