Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati dan Ban Ki Moon Suarakan Perdamaian Dunia

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 14 September 2022
Megawati dan Ban Ki Moon Suarakan Perdamaian Dunia

Megawati Soekarnoputri menghadiri welcoming dinner Jeju Peace Forum 2022 yang dihelat Pemerintah Provinsi Jeju, pada Rabu (14/9) malam. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri welcoming dinner Jeju Peace Forum 2022 yang dihelat Pemerintah Provinsi Jeju, pada Rabu (14/9) malam.

Pada kesempatan itu, Megawati dan Sekretaris Jenderal PBB ke-8 Ban Ki Moon sama-sama menyuarakan perdamaian dunia demi kesejahteraan umat dunia.

Baca Juga

Hadiri Jeju Forum for Peace and Prosperity, Megawati Sebut Korsel dan Korut Keluarga

Gubernur Jeju, Oh Young-Hun memimpin jajaran tuan rumah yang menyambut para delegasi dari seluruh yang sudah hadir.

Hadir delegasi dari berbagai negara termasuk Gubernur Maryland AS Larry Hogan bersama istri Yumi; Parlemen Kanad Mar Garneau; Ketua Dewan Provinsi Jeju Kim Kyung Hak, dan Dibes RI untuk Korsel Gandi Sulistyanto.

Megawati juga hadir didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, dan desainer pribadi Megawati, Samuel Wattimena.

“Dengan jamuan ini semoga seluruh kehendak kita untuk memberikan pemikiran terbaik bagi perdamaian dunia, keadilan, dan kesejahteraan umat manusia dapat diawali dengan suasana yang sangat baik dan hangat,” kata Megawati.

“Kita di sini bisa duduk bersama dan setara. Kesetaraan inilah yang memungkinkan, seluruh ide atau gagasan yang ingin disampaikan tanpa basa-basi, tanpa sekat-sekat perbedaan,” kata Megawati

Baca Juga

Pernyataan Megawati Singgung Kader Bermanuver Hal Wajar

Megawati melanjutkan, jamuan makan malam ini juga menjadi jembatan pemikiran sehingga Jeju Forum ke 17 semakin memiliki makna penting bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia.

“Inilah energi positif yang akan kita bangun bersama,” imbuhnya.

Mega juga mengapresiasi kehadiran Ban Ki Moon. Menurutnya, pengalaman yang bersangkutan di PBB, dapat memberikan pencerahan soal bagaimana resolusi konflik dalam sistem internasional melalui campur tangan PBB. Dan hal-hal fundamental apa yang perlu dilakukan agar PBB semakin powerful di dalam fungsinya menjaga ketertiban dunia.

“Masih banyak bangsa di dunia ini yang sangat memerlukan pertolongan dan tentunya juga merasakan perikemanusiaan sebagai umat manusia,” kata Megawati.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu juga mengatakan dirinya mengusulkan agar Forum Perdamaian ini terus selalu diadakan. Serta agar segala yang telah dihasilkan oleh Forum ini dari awal dahulu, dimasukkan ke dalam agenda forum-forum berikutnya.

“Dan di dalam forum-forum internasional yang dijalankan di dunia ini,” pungkas Megawati.

Sementara Ban Ki Moon menceritakan sejarah bagaimana Jeju didisain menjadi pulau untuk Perdamaian Dunia. Termasuk ketika Roh Tae Woo sebagai Presiden Korea bertemu Gorbachev dari Soviet, yang mengarahkan pada berakhirnya era Perang Dingin saat itu.

“Saya harap Jeju Forum tahun ini akan merevitalisasi semangat kerja sama, semangat saling memaafkan dan rekonsiliasi. Kita sebaiknya berjalan bersama, demi mencapai dan mewujudkan kesejahteraan bersama dan dunia damai,” kata Ban Ki Moon.

Sebelum jamuan makan malam, Ketua Parlemen Provinsi Jeju Kim Yong Hak maju ke podium lalu mengajak semua peserta untuk melalukan sulang bersama. Megawati mengangkat segelas jeruk dan bersulang dengan Gubernur Jeju yang duduk di sebelah kirinya dan Ban Ki Moon yang duduk di sebelah kanannya. (Pon)

Baca Juga

Bertemu Puan, Prabowo Sebut Sudah Tiga Generasi Dekat Dengan Keluarga Megawati

#Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan